• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Antisipasi Instabilitas, BI Diminta Pertahankan Suku Bunga Rendah

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Kamis, 30 Juni 2022 - 17:57
in Ekonomi
bi

Pengamat ekonomi Ciplis Gema Qori'ah. Foto: dok pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pengamat ekonomi Universitas Jember Ciplis Gema Qori’ah mengharapkan Bank Indonesia (BI) tetap mempertahankan suku bunga rendah agar tidak memunculkan risiko instabilitas apabila perekonomian domestik masih belum benar-benar pulih.

“Perekonomian global saat ini menunjukkan gejala yang kian tidak stabil dan fenomena tersebut ditandai dengan lonjakan kenaikan harga secara umum (inflasi),” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis.

BacaJuga:

CORE: Indonesia Harus Perkuat Diplomasi Hadapi Tekanan EUDR

Harmoni Alam dan Ekonomi, Hutan Lestari Pertamina Dorong Kesejahteraan Desa

IPB Ungkap Potensi Besar Limbah Sawit, Bisa Jadi Sumber Energi hingga Produk Bernilai Tinggi

Menurut dia, kondisi global itu memantik Bank Sentral di berbagai belahan dunia untuk menerapkan kebijakan pengetatan kebijakan moneter melalui kenaikan suku bunga, termasuk India, Filipina, India dan Korea Selatan.

Di Amerika Serikat, lanjut dia, Bank Sentral AS (The Fed) telah menaikkan suku bunga pertama kali sejak tahun 2018, pada Maret 2022 dan rencananya secara bertahap suku bunga akan naik untuk menjaga perekonomian dari lonjakan inflasi.

Namun, suku bunga di Indonesia sejak Februari 2021 hingga Mei 2022 tidak mengalami perubahan yaitu berada pada kisaran 3,50 persen dan kebijakan moneter di Indonesia tampak bersifat netral seperti yang diterapkan oleh Jepang, Jerman, China dan Thailand.

“Dampak atas kebijakan itu tentunya akan menuai berbagai macam kritik karena kenaikan suku bunga The Fed dapat berisiko menimbulkan capital outflow serta mengancam stabilitas nilai tukar rupiah,” tuturnya.

Meski demikian, ia menilai risiko tersebut dapat diantisipasi dengan angka pertumbuhan ekonomi yang jauh dari kondisi resesi (pro growth), inflasi domestik terkendali serta ketahanan sektor eksternal di Indonesia tetap terjaga dengan baik.

Secara teoritis, lanjut dia, kebijakan moneter dapat berdampak pada aktivitas perekonomian melalui berbagai macam saluran transmisi yang berfokus pada sisi permintaan lebih banyak mendapatkan perhatian dan khalayak melupakan eksistensi saluran transmisi sisi penawaran.

Saluran transmisi sisi penawaran ini dikenal sebagai cost-side channel dengan suku bunga mempengaruhi biaya marjinal produksi perusahaan dan perilaku penentuan harga, sehingga pengetatan suku bunga justru dapat membuat tingkat harga mengalami kenaikan karena mendorong perusahaan untuk melakukan mark-up harga.

“Ketika saluran transmisi kebijakan moneter sisi penawaran itu lebih dominan dibandingkan sisi permintaan, maka kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga justru dapat menjadi bumerang,” katanya.

Ciplis menjelaskan inflasi yang terjadi di Indonesia salah satunya disebabkan oleh tekanan dari sisi rantai pasokan akibat harga bahan baku hampir di semua jenis barang mengalami hambatan, sehingga biaya produksi mengalami peningkatan dan mendorong perusahaan untuk menaikkan harga barang produksi.

Selain itu, suku bunga kredit perbankan juga masih sulit turun, sehingga cost of fund masih relatif tinggi di Indonesia.

“Dengan demikian, Bank Indonesia sangat berhati-hati dalam menaikkan suku bunga karena dapat memunculkan risiko instabilitas apabila perekonomian domestik masih belum benar-benar pulih,” ujarnya. (bro)

Tags: Bank IndonesiaBIInstabilitasSuku Bunga

Berita Terkait.

CORE: Indonesia Harus Perkuat Diplomasi Hadapi Tekanan EUDR
Ekonomi

CORE: Indonesia Harus Perkuat Diplomasi Hadapi Tekanan EUDR

Senin, 23 Maret 2026 - 01:34
Harmoni Alam dan Ekonomi, Hutan Lestari Pertamina Dorong Kesejahteraan Desa
Ekonomi

Harmoni Alam dan Ekonomi, Hutan Lestari Pertamina Dorong Kesejahteraan Desa

Minggu, 22 Maret 2026 - 23:16
Limbah Kelapa Sawit
Ekonomi

IPB Ungkap Potensi Besar Limbah Sawit, Bisa Jadi Sumber Energi hingga Produk Bernilai Tinggi

Minggu, 22 Maret 2026 - 22:02
20 Maskapai Global Rugi Hampir Rp900 Triliun Akibat Konflik Timur Tengah
Ekonomi

20 Maskapai Global Rugi Hampir Rp900 Triliun Akibat Konflik Timur Tengah

Sabtu, 21 Maret 2026 - 20:01
Energi Aman Saat Lebaran, Pemerintah Ingatkan Bijak Gunakan BBM
Ekonomi

Energi Aman Saat Lebaran, Pemerintah Ingatkan Bijak Gunakan BBM

Sabtu, 21 Maret 2026 - 07:21
Hemat Energi Jadi Sorotan Presiden, Ini Tips Memasak Efisien dari Pertamina
Ekonomi

Hemat Energi Jadi Sorotan Presiden, Ini Tips Memasak Efisien dari Pertamina

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:22

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2666 shares
    Share 1066 Tweet 667
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    930 shares
    Share 372 Tweet 233
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    863 shares
    Share 345 Tweet 216
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    830 shares
    Share 332 Tweet 208
  • Oknum TNI Ditangkap Usai Diduga Jual Senjata Organik ke Papua Nugini

    714 shares
    Share 286 Tweet 179
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.