• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

IDEAS: Selama Pandemi Jumlah Perokok Nasional Bertambah 2,1 Juta Orang

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 4 Juni 2022 - 13:11
in Gaya Hidup
IDEAS

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOS.CO.ID – Direktur Lembaga Riset Institute For Demographic and Poverty Studies, Yusuf Wibisono melihat bahwa krisis tidak mampu membuat perokok berhenti mengkonsumsi produk olahan tembakau tersbut, bahkan jumlah perokok secara nasional meningkat selama pandemi.

“Antara 2019 -2021, jumlah perokok bertambah hingga 2,1 juta jiwa. Dari 57,2 juta jiwa pada 2019 menjadi 59,3 juta jiwa dengan total konsumsi rokok secara nasional mencapai 248,7 Miliar batang pada tahun 2021,” kata Yusuf dalam keterangan tertulisnya pada Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS), Selasa (31/05/2022).

BacaJuga:

Chen, Baekhyun dan Xiumin Akhiri Kontrak dengan INB100

Bos Big Planet Made Bantah Tuduhan, Siap Gugat Rp1,1 Triliun atas “Informasi Jahat”

IU, Byeon Woo Seok dan Lainnya Penuh Tawa di Lokasi Syuting “Perfect Crown”

Yusuf menambahkan bahwa lebih dari 80 persen perokok berada di Jawa dan Sumatera, konsumsi rokok tertinggi didominasi Jawa, yaitu 130,5 miliar batang rokok per tahun dengan 34,9 juta perokok, diikuti Sumatera 64,7 miliar batang dengan 12,8 juta perokok.

Baca Juga : Ini Tiga Syarat Transisi Pandemi ke Endemi

“Yang mengkhawatirkan, lebih dari 92 persen perokok terkategori perokok berat, yaitu merokok setiap hari dan Konsumsi rata-rata rokok per orang mencapai 11,5 batang per hari,” papar Yusuf.

Yusuf melihat, terdapat pola spasial antara perilaku merokok dan kemiskinan. Wilayah dengan jumlah penduduk miskin terbesar juga adalah wilayah dengan jumlah perokok tertinggi.

Data Analisa
Ilustrasi

“Kantong perokok nasional pada 2021 tercatat adalah wilayah padat penduduk Jawa, antara lain Kab. Bogor, Kab. Bandung, Kab. Tangerang, Kab. Bekasi, Kab. Garut dan Kab. Cianjur. Secara menarik, daerah-daerah ini tercatat juga merupakan kantong kemiskinan nasional,” ujar Yusuf.

Rokok telah menjadi salah satu rantai terpenting kemiskinan dan kesenjangan ekonomi di Indonesia kontemporer. Terdapat bukti yang semakin berlimpah bahwa produk adiktif ini berperan signifikan dalam menurunkan tingkat kesehatan, produktivitas dan penghasilan sebagian besar penduduk.

“Pengeluaran rumah tangga untuk rokok sangat signifikan. Sepanjang 2021, 1,4 juta perokok Kab. Bogor menghabiskan Rp 5,9 triliun untuk membeli rokok, diikuti 885 ribu perokok Kab. Tangerang (Rp 4,7 triliun) dan 1 juta perokok Kab. Bandung (Rp 4,0 triliun),” ungkap Yusuf.

Yusuf menambahkan, bahwa risiko keterpaparan asap rokok bagi masyarakat yang tinggal di dalam rumah perokok secara umum sangat tinggi. Resiko tertinggi dialami oleh anggota keluarga perokok yang tinggal di rumah perokok yang sempit. Risiko besar dari terpapar asap rokok karena tinggal di rumah perokok yang luasnya kurang dari 7,2 M2 per kapita, dialami oleh 19,6 juta orang.

“Masyarakat dengan resiko tinggi terpapar asap rokok karena tinggal di rumah perokok yang sempit ini banyak ditemui di wilayah perkotaan seperti Kota Bandung, Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kota Surabaya,” ucap Yusuf.

Secara keseluruhan, 59,3 juta perokok Indonesia berpotensi menjadi sumber paparan asap rokok bagi anggota keluarga mereka. IDEAS meperkirakan sebanyak 185,2 juta anggota keluarga perokok berpotensi terpapar asap rokok.

“Dengan kata lain, nyaris seluruh masyarakat Indonesia terancam oleh rokok, baik secara langsung dengan menjadi perokok aktif maupun secara tidak langsung dengan menjadi perokok pasif,” tutur Yusuf.

Rokok menyebabkan berbagai penyakit berbahaya seperti kanker paru, stroke, dan jantung koroner. Penyakit terkait rokok ini muncul puluhan tahun setelah perilaku merokok dimulai, sehingga epidemi terkait tembakau dan kematian yang menyertainya akan terus meningkat di masa depan. Yusuf menyesalkan, hingga kini Indonesia belum meratifikasi framework convention on tobacco control (FCTC).

“Regulasi pengendalian tembakau di Indonesia adalah sangat lemah, dimana harga rokok adalah terjangkau, kebebasan iklan yang permisif, distribusi penjualan yang masif serta rendahnya penegakan kawasan bebas asap rokok, telah menjadikan Indonesia sebagai pasar rokok terbesar ke-tiga di dunia,” tutup Yusuf.
.
Tentang Dompet Dhuafa
Dompet Dhuafa adalah lembaga Filantropi Islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum Dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (welasasih) dan wirausaha sosial. Selama 28 tahun lebih, Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan umat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR.
https://dompetdhuafa.org/(srv)

Tags: Lembaga Riset Institute For Demographic and Poverty Studiespandemiperokok

Berita Terkait.

Chen
Gaya Hidup

Chen, Baekhyun dan Xiumin Akhiri Kontrak dengan INB100

Sabtu, 11 April 2026 - 06:22
Bigbos-Planet
Gaya Hidup

Bos Big Planet Made Bantah Tuduhan, Siap Gugat Rp1,1 Triliun atas “Informasi Jahat”

Sabtu, 11 April 2026 - 02:18
Drakor
Gaya Hidup

IU, Byeon Woo Seok dan Lainnya Penuh Tawa di Lokasi Syuting “Perfect Crown”

Jumat, 10 April 2026 - 23:25
Hyuna
Gaya Hidup

HyunA Resmi Berpisah dengan Agensi AT AREA

Jumat, 10 April 2026 - 21:03
Lee-Jin-Ho
Gaya Hidup

Komedian Lee Jin Ho Dirawat di RS usai Pingsan Akibat Pendarahan Otak

Jumat, 10 April 2026 - 05:41
Grupband
Gaya Hidup

Grup Band Korea Selatan Xdinary Heroes Umumkan Rangkaian Pemberhentian Tur di Eropa

Jumat, 10 April 2026 - 03:09

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2445 shares
    Share 978 Tweet 611
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    832 shares
    Share 333 Tweet 208
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    818 shares
    Share 327 Tweet 205
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    791 shares
    Share 316 Tweet 198
  • Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.