• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Ini Tips Menjadikan Jangkrik sebagai Sumber Pangan Kaya Protein

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 27 Mei 2022 - 11:43
in Gaya Hidup
jangkrik

Produk jangkrik dalam wujud asli dan bubuk yang diperlihatkan dalam perhelatan THAIFEX - Anuga Asia 2022, di Bangkok, Kamis (26/5/2022). (ANTARA/Lia Wanadriani Santosa)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Serangga semisal jangkrik sebagai salah satu sumber makanan yang tersedia di sejumlah negara termasuk Thailand kini disajikan dalam berbagai bentuk makanan sehingga orang-orang tak perlu bertatap mata dengan wujud asli serangga itu saat ingin menyantapnya.

Jangkrik tersedia dalam versi tepung atau bubuk untuk kemudian ditambahkan ke dalam berbagai makanan semisal produk roti, sup, minuman, protein bar. Tak hanya makanan dan minuman, serangga ini juga dijadikan salah satu bahan dalam produk kecantikan.

BacaJuga:

Chen, Baekhyun dan Xiumin Akhiri Kontrak dengan INB100

Bos Big Planet Made Bantah Tuduhan, Siap Gugat Rp1,1 Triliun atas “Informasi Jahat”

IU, Byeon Woo Seok dan Lainnya Penuh Tawa di Lokasi Syuting “Perfect Crown”

“Anda bisa coba dalam bentuk produk jadi seperti protein bar. Anda tak perlu melihat langsung wujud jangkrik karena kami menghindari menunjukkannya dalam gambar (di kemasan),” ujar Chief Executive Officer Global Bugs Asia, Kanitsanan Thanthitiwat saat diwawancara di sela perhelatan pameran THAIFEX-Anuga Asia 2022, Bangkok, Kamis (26/5).

Berbicara kandungan nutrisi pada jangkrik, protein termasuk salah satunya. Jangkrik diketahui memiliki kandungan protein lebih banyak ketimbang daging sapi, ayam dan babi.

Studi memperlihatkan, jangkrik bubuk mengandung sekitar 65,5 persen protein, sementara jangkrik dewasa menyediakan 13,2-20,3 gram protein per 100 gram. Beberapa spesies jangkrik juga mengandung sembilan asam amino esensial dalam proporsi yang ideal.

Sebuah ulasan pada tahun 2020 seperti dikutip dari Healthline, menemukan, tubuh dapat mencerna proporsi protein dari jangkrik daripada dari telur, susu, atau daging sapi. Ini menunjukkan tubuh mencerna protein jangkrik lebih baik daripada sumber protein nabati.

Jangkrik memiliki rangka luar keras mengandung kitin atau sejenis serat yang sulit dicerna. Ketika rangka ini dihilangkan, angka kecernaan protein dari jangkrik meningkat secara dramatis.
Selain protein, jangkrik juga mengandung banyak nutrisi lain, termasuk lemak, kalsium, kalium, zinc, magnesium, biotin, asam pantotenat dan zat besi. Satu studi menemukan, kandungan zat besi jangkrik 180 persen lebih tinggi daripada daging sapi. Plus, jangkrik juga lebih tinggi kalsium dan vitamin B riboflavin daripada produk daging seperti ayam, babi, dan sapi.

Terlebih lagi, jangkrik termasuk sumber serat yang kaya. Studi menunjukkan, kandungan serat jangkrik bisa mencapai 13,4 persen dalam porsi 100 gram. Selain itu, jangkrik menyediakan lemak yang sebagian besar dalam bentuk asam lemak tak jenuh ganda. Studi telah menghubungkan ini dengan manfaat kesehatan, termasuk perbaikan dalam faktor risiko penyakit jantung.

Masyarakat di negara Afrika, Asia dan Amerika Latin bahkan menjadikan konsumsi serangga termasuk bagian budaya masyarakat mereka. Orang-orang menggunakan sekitar 2100 spesies serangga untuk dijadikan makanan dengan jangkrik menjadi sumber makanan serangga paling umum di seluruh dunia.

Walau begitu, pada kenyataannya, menurut Thanthitiwat, kebanyakan masyarakat di berbagai belahan dunia masih belum bisa menerima serangga sebagai salah satu pilihan bahan pangan sumber alternatif. Penelitian menunjukkan, orang-orang di negara-negara Barat tidak sepenuhnya nyaman memakan serangga karena mereka cenderung memandang serangga sebagai sesuatu yang najis atau berpotensi berbahaya,

Namun, seiring waktu lebih banyak orang mulai menerima konsumsi jangkrik, karena perusahaan makanan menciptakan produk berbasis jangkrik dengan bentuk dan kemasan yang lebih menarik seperti bubuk dan protein bar.

“Semua orang takut (mencicipi jangkrik) tetapi bila Anda membuka pikiran dan paham ini sangat terkait dengan konsep keberlanjutan, hanya membutuhkan sedikit sumber daya untuk membuat 1 kg jangkrik, buka hatimu dan cobalah,” kata dia.

Walau begitu, mencoba langsung jangkrik dalam wujud aslinya, mungkin bukan ide buruk. Bela (bukan nama sebenarnya), seorang jurnalis dari Jakarta, Indonesia termasuk salah satu sosok yang akhirnya memberanikan diri mencicipi hidangan jangkrik. Dalam percobaan kali pertama, dia bahkan menyantap langsung jangkrik dalam wujud aslinya.

“Ini kali pertama saya mencoba, rasanya mirip seperti ikan teri. Renyah, saya suka,” ujar dia yang akhirnya membawa pulang hidangan jangkrik yang telah dibumbui rasa barbekyu.

Orang-orang dengan riwayat alergi terhadap jenis kerang-kerangan dan tungau debu perlu waspada bila ingin mengonsumsi jangkrik. Tetapi, penelitian di bidang ini masih kurang, dan para ilmuwan masih perlu melakukan lebih banyak studi untuk memahami sepenuhnya potensi reaksi alergi terkait konsumsi serangga. Beberapa peneliti mengingatkan, serangga seperti jangkrik dapat bertindak sebagai pembawa patogen yang dapat menginfeksi manusia dan hewan.

Berbicara harga produk berbasis jangkrik saat ini, Thanthitiwat menuturkan produk jangkrik dalam bentuk bubuk dibanderol 1300 Baht atau setara Rp555.190 per kg dan 250 baht atau 106.767 per 100 gram. Produk sudah tersedia dan bisa dipesan melalui internet.

Lalu, apakah ini akan tersedia di Indonesia dengan mayoritas penduduk muslim? Thanthitiwat mengatakan, sudah ada pembicaraan terkait ini dengan Duta Besar Indonesia untuk Bangkok. Menurut dia, produk ini halal bagi muslim.

“Duta Besar Indonesia sudah mengunjungi kami sebelum pandemi COVID-19 dan beliau berencana datang lagi dengan pebisnis asal Indonesia tahun ini, mungkin bulan depan dan beliau akan kembali ke negaranya, mencoba menyakinkan masyarakat Indonesia tentang konsumsi serangga, mungkin membawa jangkrik dari pulau Jawa,” demikian kata dia. (mg2)

Tags: jangkrikkesehatanproteintips

Berita Terkait.

Chen
Gaya Hidup

Chen, Baekhyun dan Xiumin Akhiri Kontrak dengan INB100

Sabtu, 11 April 2026 - 06:22
Bigbos-Planet
Gaya Hidup

Bos Big Planet Made Bantah Tuduhan, Siap Gugat Rp1,1 Triliun atas “Informasi Jahat”

Sabtu, 11 April 2026 - 02:18
Drakor
Gaya Hidup

IU, Byeon Woo Seok dan Lainnya Penuh Tawa di Lokasi Syuting “Perfect Crown”

Jumat, 10 April 2026 - 23:25
Hyuna
Gaya Hidup

HyunA Resmi Berpisah dengan Agensi AT AREA

Jumat, 10 April 2026 - 21:03
Lee-Jin-Ho
Gaya Hidup

Komedian Lee Jin Ho Dirawat di RS usai Pingsan Akibat Pendarahan Otak

Jumat, 10 April 2026 - 05:41
Grupband
Gaya Hidup

Grup Band Korea Selatan Xdinary Heroes Umumkan Rangkaian Pemberhentian Tur di Eropa

Jumat, 10 April 2026 - 03:09

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2424 shares
    Share 970 Tweet 606
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    826 shares
    Share 330 Tweet 207
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    787 shares
    Share 315 Tweet 197
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    770 shares
    Share 308 Tweet 193
  • Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.