• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

“Stasiun Jamu” Siap Tembus Pasar Lokal dan Internasional

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 24 April 2022 - 12:21
in Ekonomi
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Indonesia memiliki tingkat biodiversitas tertinggi kedua di dunia setelah Brasil. Fakta ini menunjukkan tingginya keanekaragaman sumber daya alam hayati yang dimiliki negara kita, dimana sumber kekayaan alam telah menjadi tulang punggung perkembangan ekonomi yang berkelanjutan atau yang biasa disebut green economy.

Karena banyaknya sumber daya tersebut maka para pelaku usaha banyak memanfaatkan sumber daya alam hayati tersebut menjadi beberapa ramuan tradisional dan ramuan ini memiliki peluang yang sangat besar untuk menjangkau pasar lokal serta internasional.

BacaJuga:

Grow Tanpa Kehilangan Diri: PDC Bongkar Rahasia Mental Tangguh di Tempat Kerja

Kesetaraan Bukan Sekadar Angka: Cara Industri Sawit Memberi Ruang bagi Perempuan

Mudik Nyaman, Konsumsi Pertamax Series Naik Tajam di Lebaran 2026

Dengan kemajuan teknologi informatika saat ini menembus pasar lokal maupun internasional bukanlah sebuah masalah, kendala terbesar justru adalah bagaimana membentuk pasar dengan karakteristik yang kita butuhkan.

Peluang usaha dalam masa pandemi Covid 19 yang akan kita lewati ini membuktikan bahwa bidang penunjang kesehatan masih mendominasi bisnis yang diminati pelaku usaha. Salah satunya adalah usaha minuman kesehatan berupa jamu.

Bahan pembuatan olahan jamu adalah 100 persen berasal dari sumber daya alam yang dapat diperbaharui, itulah sebabnya bisnis jamu sangat sustainable dengan ketersediaan material yang melimpah di tanah nusantara yang sejak dahulu kala.

“Stasiun Jamu” hadir di tengah-tengah bisnis online kuliner yang siap memburu market place di jagad dunia maya, memberikan sebuah pilihan alternatif “hidup sehat dengan minuman sehat” tradisi turun temurun dari nenek moyang bangsa indonesia.

“Stasiun jamu” hadir untuk menerima tantangan PARAMPAH INDONESIA untuk menelurkan para PERACIK REMPAH Nusantara, dimana para peramu rempah ini juga merupakan aset bangsa yang perlu kita lestarikan.

PARAMPAH INDONESIA itu sendiri adalah hasil prakarsa DR Aries Muftie Ketua Pembina (Gerakan Desa Emas) dan Subagiyo S.T Ketua/founder (Aliansi Kuliner Indonesia) yang tergabung dalam kemitraan yaitu Kuliner Indonesia Desa Emas (KULINDES).

Peresmian gerai Statsiun Jamu ini dihadiri oleh Charles dan Bambang (up normal), Eka Fuadi (pemerhati pariwisata/pemilik resto etnik). Mereka memberikan motivasi dan berbagi kiat sukses serta pengalaman, khususnya dalam bisnis kuliner.

Terobosan yang dilakukan oleh Stasiun Jamu adalah kombinasi layanan pesan antar daring yang diteruskan dengan keselarasan audio visual di media sosial. Hal ini dimaksudkan untuk membentuk trust dimata costumer sehingga terbentuk sebuah gimmick: “Pesan antar anda sampai di tangan anda, unggahan videonya bisa anda lihat di IG @stasiun.jamu”

Pesan yang ingin disampaikan adalah Peracikan minuman rempah di “Stasiun jamu” berada pada pola kebersihan yang dapat dipercaya, memakai sumber bahan campuran yang higienis dan layak konsumsi, serta dibantu dengan peralatan food grade yang memadai.

Dengan mengangkat kearifan lokal yang di miliki Indonesia, melalui kekayaan lokal hasil bumi rempah-rempah kelak Indonesia akan kembali di kenal di dunia.

“Karena sesungguhnya bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki dan mempertahankan jati dirinya sendiri,” tutup Rudy Octave selaku owner Statsiun Jamu. (ibs)

Tags: Pasar InternasionalPasar LokalStatsiun Jamu

Berita Terkait.

Dedi-Setiawan
Ekonomi

Grow Tanpa Kehilangan Diri: PDC Bongkar Rahasia Mental Tangguh di Tempat Kerja

Kamis, 26 Maret 2026 - 14:05
Pekerja
Ekonomi

Kesetaraan Bukan Sekadar Angka: Cara Industri Sawit Memberi Ruang bagi Perempuan

Kamis, 26 Maret 2026 - 11:22
Mudik Nyaman, Konsumsi Pertamax Series Naik Tajam di Lebaran 2026
Ekonomi

Mudik Nyaman, Konsumsi Pertamax Series Naik Tajam di Lebaran 2026

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:13
Ekspor
Ekonomi

3.702 Boks Pakaian Dalam PT Busana Agracipta Remaja 1 Meluncur ke Jepang dan Jerman

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:45
KKS-Malacca-Strait
Ekonomi

EMP Temukan Sumber Minyak Baru di Riau, Gas Bentu Ikut “Hidup” Lagi

Rabu, 25 Maret 2026 - 13:34
Bhima
Ekonomi

Celios Prediksi Ekonomi Tumbuh 5,05 Persen Berkat Musim Lebaran

Rabu, 25 Maret 2026 - 11:12

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1010 shares
    Share 404 Tweet 253
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2676 shares
    Share 1070 Tweet 669
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    757 shares
    Share 303 Tweet 189
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.