• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Awas, Emas di Perdagangan Asia Cenderung Menurun

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 23 April 2022 - 01:37
in Ekonomi
Harga Emas

Emas batangan. ANTARA/Reuters

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Harga emas mengalami penurunan di perdagangan Asia pada Jumat (22/4/2022) sore, dan berada di jalur untuk kerugian mingguan pertama dalam tiga pekan terakhir. Penurunan tersebut diakibatkan adanya kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan dolar yang lebih kuat.

Emas spot terpangkas 0,2 persen, jadi 1.947,36 dolar AS per ounce pada pukul 08.29 GMT. Sementara itu, emas berjangka AS menguat 0,2 persen dan diperdagangkan di 1.952,10 dolar AS per ounce.

BacaJuga:

Hilirisasi Digeber, Energi Diperkuat: Strategi Besar Pemerintah di Era Baru

Grow Tanpa Kehilangan Diri: PDC Bongkar Rahasia Mental Tangguh di Tempat Kerja

Kesetaraan Bukan Sekadar Angka: Cara Industri Sawit Memberi Ruang bagi Perempuan

“Prospek emas lemah karena kenaikan suku bunga jelas membebani, tetapi sampai kita menembus kisaran perdagangan (antara 1.930 dolar AS hingga di bawah 2.000 dolar AS) dengan cara yang meyakinkan … kita benar-benar tidak memiliki banyak arah untuk emas,” kata Chief Strategy Officer, Michael McCarthy seperti dikutip Antara, Jumat (22/4/2022).

Baca Juga : Dua Perampok Bersenjata Api di Tangerang Bawa Kabur 16 Karat Emas

Imbal hasil obligasi pemerintah AS memperpanjang kenaikan karena pejabat Federal Reserve mengambil nada hawkish pada kebijakan pengetatan, memperkuat pandangan bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga secara agresif dalam memerangi inflasi yang melonjak.

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga jangka pendek AS dan imbal hasil yang lebih tinggi. Ini meningkatkan peluang kerugian pemegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Dolar AS yang lebih kuat juga dapat menekan emas, sementara ketidakpastian geopolitik tetap menjadi dukungan; harga emas terjebak di tengah dua arus yang saling bertentangan itu, kata McCarthy. Penguatan dolar membuat emas jadi kurang menarik.

Emas turun sekitar 1,3 persen sejauh minggu ini. Harga naik mendekati level kunci 2.000 dolar AS per ounce pada Senin (18/4/2022) karena permintaan safe-haven dan meningkatnya kekhawatiran atas inflasi, namun mencapai level terendah dua minggu ini.

“Dengan stagflasi yang bergerak dari risiko potensial menjadi kenyataan, investor di seluruh dunia beralih ke emas sebagai diversifikasi portofolio yang tajam,” ujar Managing Partner di SPI Asset Management, Stephen Innes.

Logam mulia lainnya di pasar spot juga mengalami penurunan, seperti perak turun 1,3 persen menjadi 24,32 dolar AS per ounce, sementara platinum turun 0,6 persen menjadi 962,53 dolar AS.(wib)

Tags: emasMenurunPerdagangan Asia

Berita Terkait.

Alat-Berat
Ekonomi

Hilirisasi Digeber, Energi Diperkuat: Strategi Besar Pemerintah di Era Baru

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:16
Dedi-Setiawan
Ekonomi

Grow Tanpa Kehilangan Diri: PDC Bongkar Rahasia Mental Tangguh di Tempat Kerja

Kamis, 26 Maret 2026 - 14:05
Pekerja
Ekonomi

Kesetaraan Bukan Sekadar Angka: Cara Industri Sawit Memberi Ruang bagi Perempuan

Kamis, 26 Maret 2026 - 11:22
Mudik Nyaman, Konsumsi Pertamax Series Naik Tajam di Lebaran 2026
Ekonomi

Mudik Nyaman, Konsumsi Pertamax Series Naik Tajam di Lebaran 2026

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:13
Ekspor
Ekonomi

3.702 Boks Pakaian Dalam PT Busana Agracipta Remaja 1 Meluncur ke Jepang dan Jerman

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:45
KKS-Malacca-Strait
Ekonomi

EMP Temukan Sumber Minyak Baru di Riau, Gas Bentu Ikut “Hidup” Lagi

Rabu, 25 Maret 2026 - 13:34

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1047 shares
    Share 419 Tweet 262
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    782 shares
    Share 313 Tweet 196
  • BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2676 shares
    Share 1070 Tweet 669
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.