• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Buntu Panjang

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 1 April 2022 - 08:00
in Disway
disway

disway

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Mulai hari ini Singapura bebas masker: untuk apa pun acara di luar ruangan. Tentu juga bebas karantina bagi mereka yang datang ke Singapura.

Di Indonesia tidak ada penegasan apa-apa, tapi juga tidak ada larangan baru apa-apa. Status quo. Orang-orang di kota masih disiplin pakai masker. Tapi di desa-desa sudah sangat longgar.

BacaJuga:

Weda Bay

Bali Lombok

Rocky Gerung

Setelah menghadiri peresmian pabrik bata ringan di Sragen, saya mampir ke kampung halaman ayah saya: Gedangan, Jogorogo, Ngawi.

Lokasi pabrik bata ringan itu di Sragen, tapi di sebuah desa yang sudah dekat dengan wilayah Ngawi. Gubernur Ganjar Pranowo yang meresmikan pabrik itu –lalu bertemu secara khusus dengan puluhan pengusaha yang hadir.

Di desa kelahiran ayah saya itu tidak satu pun yang terlihat pakai masker. “Di sini tidak ada Covid,” kata sepupu saya.

Dulu desa itu terisolasi karena sungai berbatu. Di lereng Gunung Lawu. Kini sudah ada jembatan. Saya ke makam kakek dari jalur ayah. Cungkup –bangunan yang menaungi batu nisan– sudah roboh. Sudah dibersihkan. Kami tahlil di kuburan itu –semua tanpa masker.

Rasanya pelan-pelan masker akan hilang dari penglihatan. Dimulai dari pedesaan.

Tapi di kota-kota masih banyak yang disiplin. Kemarin saya menghadiri acara di Universitas Negeri Malang (d/h IKIP Malang). Protokol kesehatannya masih ketat. Satu sofa masih harus hanya untuk satu orang. Yang mencoba diisi dua orang didatangi panitia: di tegur, diingatkan, dan dilarang.

UM memang baru saja berduka. Ketua Wali Amanat UM Dr Ir Sugiharto meninggal dunia beberapa hari lalu. Akibat Covid. Ternyata Omicron juga bisa menimbulkan kematian.

Belakangan ini pembicaraan tentang Covid sudah begitu hambar. Yang banyak jadi wacana adalah recovery. Seolah pandemi benar-benar sudah selesai –tinggal jadi endemi.

Bagaimana dengan pabrik antigen/PCR? “Pasar kami habis. Tinggal 10 persen. Bahkan tidak sampai 10 persen,” ujar salah seorang pemilik pabrik antigen di Jakarta.

Saya menghubungi teman pengusaha itu tadi malam. Ia lagi ingin mengalihkan usahanya ke alat tes yang lain. Misalnya alat tes untuk narkoba. Yang bisa dilakukan sendiri di rumah.

Tentu ide itu baik sekali. Para orang tua bisa mendeteksi anak-anak mereka secara ilmu pengetahuan.

Saya sendiri ternyata masih harus menjalani test antigen. Selasa lalu. Di Jakarta. Itulah syarat yang masih harus dipenuhi untuk bisa bertemu orang penting di pemerintahan. Saya memang harus bertemu Menko Polhukam Moh. Mahfud MD di kantornya.

Bisnis antigen, PCR, masker, APD, dan yang terkait Covid kelihatannya segera berakhir.

Tiongkok, satu-satunya negara yang punya kebijakan ”tidak ada toleransi” Covid kini jadi perhatian dunia. Tiongkok masih tetap mempertahankan kebijakan itu. Di sana, setiap kali muncul ada penderita baru Covid, langsung dilakukan lockdown di kota itu. Tidak peduli kota kecil atau besar.

Sudah banyak kota yang di-lockdown secara bergantian selama setahun terakhir.

Minggu lalu giliran kota besar Shanghai. Awalnya hanya Shanghai bagian timur: jutaan penduduknya dilarang keluar rumah. Dua hari lalu giliran Shanghai bagian barat.

Itu karena terjadi ledakan penderita Covid di Shanghai. Varian Omicron.

Selama bulan Maret ini saja, tercatat 20.000 orang Shanghai terjangkit Omicron. Angka sebulan itu sudah melebihi jumlah penderita Covid selama dua tahun terakhir dijadikan satu.

Maka dunia kini mempertanyakan kebijakan Tiongkok yang zero tolerance Covid itu. Selama ini Tiongkok menjadi yang terbaik dalam mencegah penularan Covid. Di negara yang penduduknya 1,3 miliar itu, hanya kurang 200.000 yang terkena Covid. Bandingkan dengan Indonesia yang mencapai 6 juta orang.

Kini ketika dunia sudah mulai mengakhiri pandemi, Tiongkok masih berkutat dengan lockdown. Masih begitu sedikit yang terkena Covid di Tiongkok. Sehingga dikhawatirkan masih banyak yang berpotensi akan terkena Covid.

Padahal imunisasi begitu meluas di Tiongkok. Toh Omicron masih mengancam –meski tingkat yang meninggal dunia memang nyaris 0.

Bagi kita yang siap-siap meninggalkan pandemi memang masih ada PR yang harus diselesaikan. Yakni dampak Covid terhadap penurunan kemampuan penderitanya yang sembuh.

Tidak sedikit di antara mereka yang merasa daya ingatnya menurun. Ada juga yang merasa daya pendengarannya berkurang. “Pendengaran saya tidak bisa stereo lagi,” ujar seorang teman di Jakarta.

Tentu kita juga harus mengevaluasi bidang pendidikan. Selama dua tahun ini berapa banyak anak-anak kita yang mengalami ”defisit ilmu pengetahuan”. Akibat tidak sempurnanya proses belajar-mengajar.

Saya pernah berdialog dengan guru-guru di pesantren keluarga saya. Mereka bilang defisit pengetahuan itu bisa mencapai 40 persen. Kalau pandemi benar-benar berakhir maka defisit itu harus ditambal.

Pandemi, pun kalau sudah lewat, buntutnya masih panjang. (*)

Anda bisa menanggapi tulisan Dahlan Iskan dengan berkomentar http://disway.id/. Setiap hari Dahlan Iskan akan memilih langsung komentar terbaik untuk ditampilkan di Disway.

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Berjudul Harus 400 T

Amat Kasela

Ughhh… Sulitnya masuk, kaya mecahin perawan. Ini saja komentar hari ini. Capek. Tenaga udah banyak terkuras. Abang lemessss…

Mirza Mirwan

Sebelum Subuh tadi saya nengok Disway nggak bisa. Lewat pukul enam tetap nggak bisa. Oh, mungkin aplikasinya lagi error. Eh, mau makan kepikiran nengok lagi. Tetap nggak bisa. “Loading failed, try again,” tulis google. Iseng-iseng buka lewat browser. Kaget, sampai lewat tengah hari baru 19 komentar? Wah, Disway ini nyusahin pembacanya saja. Udah, gitu aja. Terkait target 400T untuk dia bulan, rasanya nggak muluk-muluk. Taruhlah yang 150T dibebankan pada 34 provinsi, sisanya dibebankan ke 514 kab/kota (416 kab. + 98 kota), harusnya tercapai.

alasroban

Nampaknya tim IT-nya tidak melakukan testing dulu sebelum upgrade. Jadi komentar hari ini agak kacau baliau. Paling tidak harusnya di UAT dulu upgradenya. Jika di rasa tak ada problem baru ke PRD. Lah ini langsung PRD dan problem 😀

Ade Rifelino

Membuka link artikel dan Log in comment sangat cepat….mantap . Artikel inspiratif…

Raudhatul Mawaddah

Alhamdulillah di saya cepat kok login… semoga makin sukses

Sutikno tata

Pertama login lansung cari catatan abah tetapi butuh 5-10 detik untuk menemukan linknya. Saya agak merasa aneh ketika membaca artikel abah dengan font yang serius, terlebih font pada komentar pilihan terlalu didramatisir, lebih suka seperti font dalam komentar pembaca lebih lues. #Longway

Enggar Estiko Handoko

Dengan hanya adanya opsi komentar dgn sign in akun google, patut ditunggu apakah para suhu suhu komentator akan berubah nama, atau tetap menggunakan nama lama. Sampai jam 9.48 masih belum pada muncul. Apakah mereka ngambek tidak mau komentar? Atau sedang sibuk mendaftarkan akun google baru sesuai identitas lamanya?

Johannes Kitono

Memakai produk dalam negeri memang hal yang bagus tapi jangan terlalu *dipaksakan* untuk semua produk.Nanti bisa jadi bumerang kalah spek produknya ternyata ngaco.Bisa mulai dengan produk sederhana.Misalnya, garam yang seharusnya tidak boleh diimpor karena 62 % wilayah NKRI dikelilingi laut. Kalau garam lokal lebih mahal dari impor tetap harus dibeli juga. Dan perbaiki cara proses produksinya biar lebih efisien dan murah harganya.. Percayalah baik garam impor maupun lokal rasanya pasti sama,yaitu Asiin.

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Weda Bay

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Bali Lombok

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Rocky Gerung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Polsek Baru

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Jumling Suyudi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Moral Pusbatara

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00

OLAHRAGA

Kapolri Mutasi Jajaran Polda Banten, Ini Daftar Lengkapnya
Olahraga

Bukan Sekadar Rebut Gelar, Turnamen Biliar FWUMKM Perkuat Sinergi Wartawan dan Pemerintah

Editor Laurens Dami
Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:34

INDOPOSCO.ID – Sebanyak 20 forum wartawan se-Jabodetabek berkumpul dalam ajang Media Billiards Tournament ‘Press & Pocket Tournament’ Piala Menteri UMKM...

SelengkapnyaDetails
Hadi-Tj

Hadi Tjahjanto Sebut Negara Eropa Jadi Pesaing Terberat Karateka Indonesia di Polandia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:48
forki

Bekal Juara di Vietnam, Hadi Tjahjanto Optimistis Timnas Karate Bidik 6 Emas di Polandia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:09
PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07
bri

Jelang MotoGP Mandalika, BRI Latih 500 Volunteer Kelola Sampah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:19

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2716 shares
    Share 1086 Tweet 679
  • Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1058 shares
    Share 423 Tweet 265
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    982 shares
    Share 393 Tweet 246
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1212 shares
    Share 485 Tweet 303
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    885 shares
    Share 354 Tweet 221
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.