• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

ASEAN Diminta Hadapi Krisis Myanmar seperti EU Hadapi Krisis Ukraina

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 9 Maret 2022 - 10:20
in Internasional
ASEAN Speaking UP

Para pakar hubungan internasional dari negara-negara ASEAN berdialog dalam diskusi daring yang bertajuk “Speaking-Up: ASEAN Reactions to the Ukraine Crisis” di Jakarta, Selasa (8/3) malam. Foto: Antara/Juwita Trisna Rahayu

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) diminta menghadapi krisis Myanmar seperti Uni Eropa (EU) menghadapi krisis di Ukraina pascainvasi Rusia.

“Bagaimana respons ASEAN terhadap krisis Myanmar, kita harus berkaca. Mari lupakan sejenak respons ASEAN untuk Ukraina, bagaimana respons ASEAN terhadap krisis di Myanmar. Kita harus belajar dari Uni Eropa, responsnya sangat baik untuk Ukraina,” kata Menteri Kerja Sama Internasional pemerintah bayangan Myanmar (NUG) Dr. Sasa dalam diskusi daring yang bertajuk “Speaking-Up: ASEAN Reactions to the Ukraine Crisis” di Jakarta, Rabu (9/3/2022), seperti dilansir Antara.

BacaJuga:

Krisis Mengintai, Tanker Australia Gagal Berlayar Imbas Konflik Teluk

Update Perang Timur Tengah: Korban Sipil di Iran Tembus 1.407 Jiwa

Konflik Israel–Hizbullah Memanas, Ribuan Warga Lebanon Mengungsi

Dia menyebutkan sebanyak 1,2 juta warga Ukraina sudah mengungsi ke negara-negara tetangga hanya dalam beberapa hari, sementara ada banyak jutaan pengungsi juga di Myanmar akibat krisis yang disebabkan militer di Myanmar selama bertahun-tahun.

Baca Juga : Rusia Tawarkan Koridor Kemanusiaan dari Lima Kota Ukraina

“Hingga saat ini, banyak dari mereka tidak diakui sebagai pengungsi karena tetangga kami tidak mengakuinya. Masyarakat internasional pun tidak dapat memberikan bantuan kemanusiaan,” ujarnya.

Karena itu, menurut dia, ASEAN harus belajar dari EU dalam menghadapi krisis yang serupa dan tindakan masyarakat internasional yang sangat terkoordinasi dengan baik untuk Ukraina yang konfliknya baru berlangsung 12 hari.

“Sanksi internasional untuk Federasi Rusia sangat terkoordinasi dan keras, bahkan Singapura juga menjatuhkan sanksi. Tapi kenapa tidak ada yang menjatuhkan sanksi untuk junta militer Myanmar,” katanya.

Sasa menyebutkan ada sekitar 2.000 warga yang tewas Februari tahun lalu di bawah junta militer Myanmar dan sebanyak 25.000 warga Rohingya yang kehilangan nyawanya.

“Saatnya ASEAN untuk mengambil kepemimpinannya dalam menegakkan keadilan dan respons yang jelas. Ini tentang tirani versus kebebasan, demokrasi versus kediktatoran,” ujarnya.

ASEAN telah merumuskan Konsensus Lima Poin yang disepakati dalam ASEAN Leaders Meeting di Jakarta pada 24 April 2021, namun belum sepenuhnya diimplementasikan oleh junta militer Myanmar.

ASEAN, dalam pernyataannya, menegaskan kembali komitmen dan kesiapan mereka untuk membantu Myanmar sesuai kehendak rakyat Myanmar berdasarkan Konsensus Lima Poin dan Piagam ASEAN.

ASEAN juga meminta semua pihak untuk segera mengembalikan situasi ke kondisi normal dan mencegah penderitaan berkepanjangan bagi rakyat Myanmar.

Perdamaian dan rekonsiliasi nasional hanya dapat dicapai melalui solusi politik inklusif dengan melibatkan semua pihak terkait, kata ASEAN.

ASEAN menyambut baik dukungan berkelanjutan dari mitra eksternal terkait implementasi Konsensus Lima Poin.(mg3)

Tags: MyanmarRusiatag: aseanukraina

Berita Terkait.

Krisis Mengintai, Tanker Australia Gagal Berlayar Imbas Konflik Teluk
Internasional

Krisis Mengintai, Tanker Australia Gagal Berlayar Imbas Konflik Teluk

Senin, 23 Maret 2026 - 14:31
Update Perang Timur Tengah: Korban Sipil di Iran Tembus 1.407 Jiwa
Internasional

Update Perang Timur Tengah: Korban Sipil di Iran Tembus 1.407 Jiwa

Senin, 23 Maret 2026 - 13:33
Trump Ancam Iran, Teheran Siap Serang Balik Infrastruktur Energi AS
Internasional

Konflik Israel–Hizbullah Memanas, Ribuan Warga Lebanon Mengungsi

Minggu, 22 Maret 2026 - 23:56
Iran Ajukan Inisiatif Keamanan Regional dan Syarat Perdamaian Konflik
Internasional

Iran Ajukan Inisiatif Keamanan Regional dan Syarat Perdamaian Konflik

Minggu, 22 Maret 2026 - 18:26
Anak-Palestina
Internasional

Baznas RI Bangun Kelas Darurat untuk Pendidikan Anak Palestina

Minggu, 22 Maret 2026 - 16:05
WNI
Internasional

Dubes RI Ajak WNI di Jepang Perkuat Persahabatan Pada Moment Idul Fitri 2026

Minggu, 22 Maret 2026 - 14:33

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2667 shares
    Share 1067 Tweet 667
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    937 shares
    Share 375 Tweet 234
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    864 shares
    Share 346 Tweet 216
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    830 shares
    Share 332 Tweet 208
  • Oknum TNI Ditangkap Usai Diduga Jual Senjata Organik ke Papua Nugini

    714 shares
    Share 286 Tweet 179
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.