• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Mengapa Harus Senegal, Kenapa Bukan Mesir?

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Selasa, 8 Februari 2022 - 03:57
in Headline
Pemain Mesir Marwan Hamdy Mehany berduel melawan pemain Senegal Abdou Diallo dalam final Piala Afrika 2021 di Stadion Olembe, Yaounde, Kamerun, 6 Februari 2022. Foto : Antara/Reuters/Thaier Al-Sudani

Pemain Mesir Marwan Hamdy Mehany berduel melawan pemain Senegal Abdou Diallo dalam final Piala Afrika 2021 di Stadion Olembe, Yaounde, Kamerun, 6 Februari 2022. Foto : Antara/Reuters/Thaier Al-Sudani

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Mesir bersumpah akan membalas kekalahan dari Senegal pada final Piala Afrika 2021 beberapa jam lalu dengan mengalahkan negara Afrika barat itu dalam pertandingan dua leg playoff Piala Dunia Qatar 2022 bulan depan.

Mesir kalah adu penalti 2-4 sehingga memupus impian meraih gelar Afrika kedelapan sekaligus memperpanjang penantian merebut kembali trofi yang terakhir kali mereka dapatkan pada 2010.

BacaJuga:

KPK Sita Rp1,9 Miliar dan Tong Penyimpanan Uang dalam OTT Bupati Klaten

KPK Ungkap 5 Klaster Korupsi yang Jerat Bupati Klaten

Prabowo Lantik 9 Pejabat dalam Reshuffle Ke-8, Ini Daftar Lengkapnya

Sebaliknya Senegal akhirnya masuk elite sepak bola Afrika yang kini sudah 14 negara menjuarai Africa Cup of Nations sejak 1957. Mesir masih dominan dengan tujuh kali juara dan tiga kali runner up, disusul Kamerun lima kali juara dan dua kali runner up, kemudian Ghana empat kali juara dan lima kali runner up, serta Nigeria tiga kali juara dan empat kali runner up.

Apakah sesumbar Mesir itu akan terwujud atau justru Senegal yang makin mengukuhkan diri sebagai raja Afrika era ini? Sulit untuk menjawabnya karena sepak bola kadang tidak bisa ditebak dari performa ciamik atau apalagi jika performa itu hanya dengan melihat faktor ada megabintang di situ.

Tetapi justru karena sulit ditebak itu, maka pertemuan kedua negara dalam memperebutkan salah satu dari lima jatah Afrika untuk Piala Dunia bulan depan itu akan sangat menarik untuk diikuti.

Meskipun demikian, kalau mau jujur, terlepas kemenangan itu diraih dari adu penalti, Senegal memang tim yang lebih baik dalam final AFCON 2021 di Stade d’Olembe, Yaounde, Kamerun, Senin dini hari WIB lalu itu.

Sebaliknya Mesir menjadi tim yang lebih beruntung karena selama 120 menit menjadi pihak yang lebih tertekan. Beruntung mereka memiliki kiper sehebat Mohamed Abou Gabal. Tak heran kiper ini pula yang dinobatkan sebagai man of the match dalam partai puncak turnamen kontinental sebenua hitam itu.

Gawang Mesir terancam delapan kali dibobol Senegal yang total melepaskan 13 percobaan gol, sedangkan Tim Firaun hanya bisa tiga kali membuat peluang emas dalam pertandingan yang memacu adrenalin itu.

Kedua tim sama-sama memiliki bomber yang merajalela tidak saja dalam Liga Premier Inggris tetapi juga dalam pentas Eropa di Liga Champions, pada diri Sadio Mane dan Mohamed Salah.

Lebih Lengkap

Tetapi ada satu faktor yang membuat Mane terlihat lebih bisa mengerahkan segala kemampuannya ketimbang Mo Salah yang kerap seperti memanggul nasib sebuah tim di pundaknya seorang. Faktor itu adalah dukungan tim.

Memang baik Mane maupun Salah tak berhasil menciptakan gol dalam pertandingan final sebelum adu penalti tersebut. Tetapi Mane terlihat lebih nyaman bermain dalam teamwork yang kuat dan memiliki asisten-asisten yang hampir dia dapatkan di Liverpool.

Sebaliknya, Mo Salah tidak mendapatkan kemewahan seperti itu. Dia acap harus berjuang sendirian di sepertiga lapangan terakhir dan berulang kali tak bisa mencari jalan keluar dari kepungan bek-bek Senegal begitu menguasai bola, sebagian karena tiadanya rekan satu tim yang bisa memecah konsentrasi lawan seperti dia memiliki Sadio Mane atau Roberto Firmino di Liverpool.

Mesir memang tangguh di lini belakang, terutama kipernya yang tidak saja pandai memposisikan diri namun juga pintar membaca jalan pikiran tim serang Senegal sehingga beberapa kali menyelamatkan gawang Mesir, termasuk saat menggagalkan tendangan penalti pemain sekaliber Sadio Mane pada menit ketujuh babak pertama.

Tetapi mereka kedodoran di lapangan tengah dan ini membuatnya menjadi tim yang lebih didikte lawan ketimbang Senegal. Performa rendah di lapangan tengah ini membuat barisan belakang Senegal sering mudah saja menghalau tusukan-tusukan Mahmoud Trezegue, Mostafa Mohamed, dan Omar Marmoush yang sesekali mengancam gawang Singa Teranga.

Ancaman paling besar bagi Senegal tentu saja Mohamed Salah. Dia menjadi pemain Mesir yang paling sering menguji ketangguhan kuartet pertahanan Senegal yang dipimpin bek Napoli Kalidou Koulibaly, dan sekaligus beberapa kali membuat was-was kiper Senegal yang juga kiper utama Chelsea, Edouard Mendy.

Bayangkan jika Salah mendapatkan pasokan bola selancar yang dia dapatkan ketika memiliki rekan-rekan satu tim yang jago menghegemoni sektor kanan dan tengah lapangan seperti bek kanan Trent Alexander Arnold, trio gelandang Jordan Henderson, Fabinho, dan Thiago Alcantara, selain memiliki mitra serang semaut Mane dan Firmino? Mungkin apa yang dilakukannya saat merangsek daerah pertahanan Senegal bisa menciptakan gol yang mungkin lebih dari satu.

Oleh karena itu, dengan fakta dia masih bisa sangat merepotkan barisan pertahanan Senegal yang sangat tangguh itu walau tanpa mendapatkan mitra yang suportif buat dia, maka Mo Salah bisa dibilang lebih hebat dari Sadio Mane.

Kenyataannya pula statistik kedua tim selama di Liverpool memang menempatkan Salah sedikit di atas Mane. Paling tidak itu terlihat dari jumlah gol yang dibuat kedua pemain sepanjang bersama Liverpool. Salah 148 gol, Mane 107 gol, padahal Mane setahun lebih lama bersama The Reds.

Sayang, Mo Salah tidak memiliki tim sekomplit yang mendampingi Mane di Senegal. Singa Terang mungkin tim yang lebih lengkap dan lebih merata kekuatannya, baik pertahanan, lapang tengah maupun lini serang. Mereka di atas rata-rata tim Afrika yang bertarung dalam turnamen AFCON edisi 2021 di Kamerun ini.

Terbiasa Level Tinggi

Senegal sangat tajam kala menyerang, mereka pemenang saat bertarung di lapangan tengah, dan tangguh dalam menjaga pertahanan.

Mereka bisa begitu karena skuad mereka dibangun di atas fondasi kuat yang semua sektornya diisi pemain-pemain kenyang berkompetisi dalam atmosfer dan level tinggi, mengingat kebanyakan dari mereka bermain di klub-klub raksasa di liga-liga paling kompetitif di Eropa.

Lihat saja skuad mereka saat final melawan Mesir itu. Selain semuanya produk asing, sembilan dari 14 pemain mereka yang bertanding dalam final Piala Afrika 2021 itu adalah juga pemain tujuh klub raksasa Eropa.

Ketujuh klub raksasa itu adalah Chelsea (kiper Edouard Mendy), Bayern Muenchen (bek Bouna Sarr), Napoli (bek tengah Kalidou Koulibaly), Paris Saint Germain (bek Abdou Diallo dan gelandang Idrissa Gana Gueye), Leicester City (gelandang Nampalys Mendy), Olimpique Marseille (Bamba Dieng dan Pape Gueye), dan Liverpool (Sadio Mane).

Tiga dari lima pemain sisanya juga bukan dari klub sembarangan karena ada Boulaye Dia yang membela Villareal, Cheikhou Kouyate yang biasa bermain untuk Crystal Palace, dan Ismaila Sarr yang menjadi andalan Watford.

Itu berbeda dengan Mesir yang hanya lima dari 15 pemain yang bermain dalam final AFCON 2021 itu berasal dari klub-klub luar Mesir. Dan dari lima itu hanya Mohamed Salah dan Mahmoud Trezegue yang berasal dari tim raksasa Eropa. Salah dari Liverpool, Trezegue dari Aston Villa.

Dengan komposisi skuad yang dihuni pemain-pemain yang terbiasa bermain dalam level tinggi seperti itu Senegal pun menjadi batu sandungan siapa pun di Afrika.

Omong-omong, mereka juga menjadi tim dengan peringkat FIFA paling tinggi di Afrika. Senegal peringkat 20, Mesir peringkat 45. Bahkan peringkat kedua terbaik di Afrika yakni Maroko saja masih delapan level di bawah Senegal.

Pada level Piala Dunia, Senegal pun lebih baik ketimbang Mesir. Senegal pernah mencapai perempat final pada edisi 2002 dari dua kali mencapai putaran final turnamen olahraga terbesar kedua setelah Olimpiade itu, sedangkan Mesir belum pernah lolos ke fase knockout selama tiga kali mengikuti putaran final Piala Dunia.

Oleh karena itu, kecuali Mesir menyediakan mitra-mitra yang kuat di tengah dan depan untuk Mo Salah, Senegal bakal akan sesulit dihadapi seperti final Piala Afrika 2021. (mg1)

Tags: mesirpiala afrikaSenegal

Berita Terkait.

klaten
Headline

KPK Sita Rp1,9 Miliar dan Tong Penyimpanan Uang dalam OTT Bupati Klaten

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:45
bupati
Headline

KPK Ungkap 5 Klaster Korupsi yang Jerat Bupati Klaten

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:11
bowo
Headline

Prabowo Lantik 9 Pejabat dalam Reshuffle Ke-8, Ini Daftar Lengkapnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:45
sianturi
Headline

Prabowo Lantik Kristomei Sianturi Jadi Kepala BNPB, Gantikan Suharyanto

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:16
KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi BNPB, Salah Satunya Adik Suharyanto
Headline

KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi BNPB, Salah Satunya Adik Suharyanto

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:07
Mendagri Minta Pemda Perkuat Peran Diskominfo dalam Komunikasi Strategis dan Efektivitas Kebijakan Publik
Headline

Terima Aspirasi Pemakzulan Gibran, PKS Minta Fraksi Jalin Komunikasi Lintas Partai

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:42

OLAHRAGA

gp
Olahraga

Fasilitas dari Bea Cukai Ini Bantu Kesuksesan Penyelenggaraan Moto GP Mandalika 2026

Editor Laurens Dami
Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:42

INDOPOSCO.ID - Kesuksesan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 atau MotoGP Mandalika turut didukung oleh kelancaran logistik lintas negara....

SelengkapnyaDetails
super

Jadwal Super League Pekan 5: Persija Diuji Persita, Persib Hadapi Ancaman Persik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:01
psm

Jamu PSM Makassar di Bantul, PSIM Jogjakarta Usung Misi Raih Tiga Poin Perdana

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:40
esi

PB ESI 2026-2030 Fokus Ubah Potensi Generasi Digital Jadi Prestasi Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:07
Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

Hasil Liga Champions: Liverpool Pesta Gol, PSG Mengamuk di Markas City

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:57

BERITA POPULER

  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    1172 shares
    Share 469 Tweet 293
  • Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

    1017 shares
    Share 407 Tweet 254
  • Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

    984 shares
    Share 394 Tweet 246
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    947 shares
    Share 379 Tweet 237
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    812 shares
    Share 325 Tweet 203
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.