• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Cegah Ponpes Terafiliasi Jaringan Terorisme, DPR: Kurikulumnya Harus Transparan

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 31 Januari 2022 - 14:15
in Headline
Ponpes

Para santri belajar di Pondok Pesantren. Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pendekatan persuasif harus dilakukan pemerintah pada kasus ratusan pondok pesantren (Ponpes) yang diduga terafiliasi jaringan terorisme. Pernyataan tersebut diungkapkan Anggota Komisi VIII DPR RI Lisda Hendrajoni melalui gawai, Senin (31/1/2022).

Legislator Fraksi Partai NasDem ini menuturkan, pada kasus tersebut tidak semudah membalik telapak tangan. Pasalnya pemahaman yang diterima para santri berasal dari guru atau tenaga pengajar Ponpes.

BacaJuga:

Luncurkan Rudal ke Wilayah Israel, Houthi Resmi Terlibat Eskalasi Konflik Amerika dan Iran

Arus Balik Dijaga Ketat, Korlantas Siapkan Skenario One Way Berlapis

Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Penumpang Kereta Tembus 250 Ribu per Hari

“Kita bisa telusuri gurunya belajar dimana? Dan memotong mata rantai masalah ini,” kata Lisda.

Baca Juga : Meski Herry Wirawan Dituntut Mati, Kemenag Tetap Evaluasi dan Awasi Ponpes

Dikatakan dia, pemerintah harus merangkul semua ponpes yang diduga terafiliasi jaringan terorisme tersebut. Sebab, pemahaman yang diyakini mereka anggap benar.

“Kita bisa memberikan kepada mereka pemahaman-pemahaman yang benar, agar pemahaman mereka tidak menjadi salah dan menjadi radikal,” terang Lisda.

“Ini perlu waktu, kita harus duduk bersama. Karena pemahaman kita mereka anggap salah, sementara pemahaman mereka kita anggap salah,” imbuhnya.

Lisda menambahkan, ajaran agama Islam tidak mengajarkan kepada umatnya untuk menyakiti orang lain. Kendati, dari satu ayat saja, kerap menimbulkan pemahaman yang berbeda-beda.

“Kita harus satukan pemahaman dulu, bahwa Islam itu Rahmatan Lil ‘Alamin,” ujarnya.

“Ini yang harus kita dudukkan bersama. Tidak bisa langsung diselesaikan cepat,” sambungnya.

Untuk ke depam, lanjut Lisda, pemerintah harus memastikan ponpes sesuai dengan paham di Indonesia. Selain harus didukung sarana dan infrastruktur yang memadai.

“Kita harus lihat infrsatruktur ponpes, jangan sampai Ponpes kemudian menjadi tempat kejahatan pencabulan kepada anak-anak kita,” tegasnya.

“Kurikulum ponpes juga harus transparan dan harus bermuatan kebangsaan,” imbuhnya.

Ia berharap, pada kasus tersebut pemerintah harus segera mengambil tindakan, karena ini menyangkut keberlangsungan generasi bangsa. Apaila memang ada pemahaman yang menyimpang, menurut dia, harus segera diluruskan.(nas)

Tags: DPR RIpondok pesantrenTerorisme

Berita Terkait.

selat
Headline

Luncurkan Rudal ke Wilayah Israel, Houthi Resmi Terlibat Eskalasi Konflik Amerika dan Iran

Sabtu, 28 Maret 2026 - 20:44
oneway
Headline

Arus Balik Dijaga Ketat, Korlantas Siapkan Skenario One Way Berlapis

Sabtu, 28 Maret 2026 - 17:53
Akhir Pekan Ini Jakarta Masih Berpotensi Diguyur Hujan
Headline

Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Penumpang Kereta Tembus 250 Ribu per Hari

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:46
Bekuk Saint Kitts & Nevis 4-0, Indonesia Kirim Sinyal Bahaya ke Final FIFA Series
Headline

Bekuk Saint Kitts & Nevis 4-0, Indonesia Kirim Sinyal Bahaya ke Final FIFA Series

Jumat, 27 Maret 2026 - 22:22
Bertemu di Istana Negara, Prabowo dan Anwar Ibrahim Bahas Konflik Global hingga Stabilitas Kawasan
Headline

Bertemu di Istana Negara, Prabowo dan Anwar Ibrahim Bahas Konflik Global hingga Stabilitas Kawasan

Jumat, 27 Maret 2026 - 21:16
Sebut Mundurnya Kabais TNI jadi Contoh Baik, Komisi I Minta Ungkap Aktor Intelektual Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Headline

Sebut Mundurnya Kabais TNI jadi Contoh Baik, Komisi I Minta Ungkap Aktor Intelektual Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Jumat, 27 Maret 2026 - 21:03

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1237 shares
    Share 495 Tweet 309
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    952 shares
    Share 381 Tweet 238
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    739 shares
    Share 296 Tweet 185
  • Kasus Pembunuhan di Tambrauw Terungkap, Polisi Tetapkan Satu Tersangka dari 12 Saksi

    672 shares
    Share 269 Tweet 168
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.