• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Peraih Nobel Perdamaian Desmond Tutu Wafat

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 26 Desember 2021 - 19:49
in Internasional
tutu

Uskup Agung Desmond Tutu memberi isyarat pada peluncuran kampanye hak asasi manusia yang menandai peringatan 60 tahun penandatanganan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, 10 Desember 2007.(ANTARA/Reuters)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Uskup Agung Desmond Tutu, peraih Nobel Perdamaian dan veteran perjuangan Afrika Selatan melawan kewenangan minoritas kulit putih, meninggal dunia pada usia 90 tahun pada Minggu (26/12/2021).

Pada 1984, Tutu memenangi Hadiah Nobel Perdamaian atas gerakan penentangan tanpa kekerasan terhadap apartheid. Satu dekade kemudian, dia melihat berakhirnya rezim Afsel itu dan memimpin Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi yang dibangun untuk mengungkap kekejaman yang dilakukan selama masa suram tersebut.

BacaJuga:

Thailand Berencana Beli Minyak ke Rusia untuk Penuhi Kebutuhan Domestik

Tamparan Keras bagi Trump: Direktur Kontraterorisme Mundur, Tolak Dukung Perang Pesanan di Iran

Permintaan Donald Trump Sepi Dukungan, Inggris Sebut Operasi Pengamanan Selat Hormuz Bukan Misi NATO

Tutu yang terang-terangan dianggap sebagai hati nurani bangsa oleh orang berkulit hitam dan putih– sebuah bukti kekal atas iman dan semangat rekonsiliasinya di negara yang terbagi.

Tutu dinyatakan mengidap kanker prostat pada akhir 1990-an dan dalam beberapa tahun terakhir dia beberapa kali dirawat di rumah sakit untuk menyembuhkan infeksi terkait penyembuhan kankernya.

“Meninggalnya Uskup Agung Emeritus Desmond Tutu adalah babak lain dari duka dalam perpisahan bangsa kita dengan generasi Afrika Selatan luar biasa yang telah mewariskan kepada kita Afrika Selatan yang bebas. Desmond Tutu adalah seorang patriot yang tak tertandingi,” tutur Presiden Cyril Ramaphosa, seperti dikutip Antara, Minggu (26/12/2021).

Tutu berkhotbah menentang tirani minoritas kulit putih dan bahkan setelah berakhir, dia tidak pernah goyah berjuang untuk Afrika Selatan yang lebih adil dengan memanggil elit politik kulit hitam untuk bertanggung jawab dengan penuh semangat seperti halnya orang Afrika kulit putih.

Di tahun-tahun terakhirnya, dia menyesali mimpinya tentang”Bangsa Pelangi” yang belum menjadi kenyataan.

“Akhirnya, pada usia 90, dia meninggal dunia dengan tenang di Oasis Frail Care Center di Cape Town pagi ini,” tutur Dr Ramphhela Mamphele, penjabat ketua Uskup Agung Desmond Tutu IP Trust dan Koordinator Kantor Uskup Agung, dalam sebuah pernyataan atas nama keluarga Tutu.

Dijuluki sebagai”kompas moral bangsa”, kegagahan Tutu dalam membela keadilan sosial, meski harus mempertaruhkan dirinya sendiri, selalu terpancar bukan hanya selama masa apartheid.

Dia sering berselisih dengan mantan sekutunya di partai Kongres Nasional Afrika(ANC) yang berdaulat atas kegagalan mereka menanggulangi kemiskinan dan ketidaksetaraan yang mereka janjikan untuk diberantas.

Tutu membantu membangkitkan kampanye pangkal rumput di seluruh dunia yang berjuang untuk mengakhiri apartheid melalui boikot ekonomi dan budaya.

Berbicara dan bepergian tanpa letih sepanjang tahun 1980-an, Tutu menjadi wajah gerakan anti apartheid di luar negeri, sementara banyak pemimpin disiden ANC, seperti Nelson Mandela, berada di balik jeruji besi. (mg4)

Tags: afrika selatandesmond tutuNobel Perdamaian

Berita Terkait.

Thailand Berencana Beli Minyak ke Rusia untuk Penuhi Kebutuhan Domestik
Internasional

Thailand Berencana Beli Minyak ke Rusia untuk Penuhi Kebutuhan Domestik

Rabu, 18 Maret 2026 - 10:03
Tamparan Keras bagi Trump: Direktur Kontraterorisme Mundur, Tolak Dukung Perang Pesanan di Iran
Internasional

Tamparan Keras bagi Trump: Direktur Kontraterorisme Mundur, Tolak Dukung Perang Pesanan di Iran

Rabu, 18 Maret 2026 - 08:55
SELAT
Internasional

Permintaan Donald Trump Sepi Dukungan, Inggris Sebut Operasi Pengamanan Selat Hormuz Bukan Misi NATO

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:04
wondo
Internasional

Perkuat Diplomasi Parlemen, BKSAP DPR Dukung Aksesi Indonesia ke OECD

Selasa, 17 Maret 2026 - 11:11
aviv
Internasional

Sesumbar Operasi Terperinci, Israel Abaikan Fakta Tel Aviv yang Lumpuh Total

Selasa, 17 Maret 2026 - 05:05
kazakstan
Internasional

Hasil Referendum di Kazakhstan: 87 Persen Lebih Warga Dukung Konstitusi Baru

Selasa, 17 Maret 2026 - 04:44

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2151 shares
    Share 860 Tweet 538
  • Dinilai Sakit Jiwa Fans ENHYPEN Dikecam karena Rencana Aksi Gangguan Terkait Hengkangnya Heeseung

    804 shares
    Share 322 Tweet 201
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    772 shares
    Share 309 Tweet 193
  • Ingin Urus Sertifikat Saat Cuti Bersama, Ini Jam Operasional di BPN Kabupaten Bekasi

    691 shares
    Share 276 Tweet 173
  • Oknum TNI Ditangkap Usai Diduga Jual Senjata Organik ke Papua Nugini

    685 shares
    Share 274 Tweet 171
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.