• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Varian Omicron Kemungkinan Tak Terdeteksi Tes PCR

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 17 Desember 2021 - 20:30
in Headline
amin

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Dr Amin Soebandrio.( ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Peneliti Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman Badan Riset dan Inovasi Nasional(BRIN) Prof dr Amin Soebandrio W Kusumo, PhD, SpMK (K) mengatakan varian Omicron virus SARS-Cov-2 penyebab Covid-19 bersifat lebih cepat menular dan memiliki kemungkinan lolos atau tak terdeteksi pemeriksaan laboratorium berbasis polymerase chain reaction(PCR).

“Omicron lebih cepat menular meski hal itu masih perlu dibuktikan lebih lanjut,” tuturnya seperti dikutip Antara, Jumat (17/12/2021).

BacaJuga:

Yaqut Tak Terlihat di Rutan saat Lebaran, KPK Akhirnya Buka Suara

Pejabat hingga Mantan Presiden Hadiri “Open House” Prabowo di Istana Merdeka

Diskon Tol 30 Persen Arus Balik, Polri Minta Pemudik Atur Waktu Pulang

Ia menjelaskan Omicron memiliki kemungkinan lolos dari pemeriksaan laboratorium berbasis PCR karena banyak mutasi di daerah spike varian itu. Selain itu, Omicron tidak memiliki perbandingan gejala klinis yang menonjol dengan varian-varian lain, namun gejala klinis yang diakibatkan Omicron pada sebagian besar penderita atau orang yang terinfeksi terkategori tidak berat.

Baca Juga: Wisma Atlet Kemayoran Lockdown, Kebutuhan Logistik Harus Terpenuhi

Menurut dia Omicron kemungkinan bisa lolos dari antibodi, baik yang berasal dari pasca vaksinasi, pada penyintas atau yang diberikan sebagai pengobatan. “Itu empat sifat yang dikhawatirkan ada di Omicron ini,” tuturnya.

Hingga saat ini, tuturnya, Omicron tidak menyebabkan gejala berat. Dibandingkan dengan varian Delta, dari aspek klinisnya varian Omicron memang tidak mengakibatkan gejala lebih berat dan memadamkan.

Namun, kata dia, varian Omicron lebih cepat menular dan gejala klinisnya bersifat ringan. Meskipun Omicron menyerang orang yang sudah divaksinasi, tapi gejala klinis yang ditimbulkan bersifat ringan. Secara teoritis, varian itu juga bisa menginfeksi semua umur.

Karena gejala klinisnya ringan, tuturnya, bisa saja orang yang tidak merasa sakit atau membuktikan gejala sakit sebenarnya sudah membawa virus itu di dalam tubuhnya dan beraktifitas seperti biasa di tengah masyarakat.

“Itu juga menjadi salah satu faktor pendukung yang menyebabkan penyebaran Omicron lebih cepat bahkan antarnegara,” demikian Amin Soebandrio W Kusumo. (mg4)

Tags: covid-19Tes PCRVarian Omicron

Berita Terkait.

Yaqut Tak Terlihat di Rutan saat Lebaran, KPK Akhirnya Buka Suara
Headline

Yaqut Tak Terlihat di Rutan saat Lebaran, KPK Akhirnya Buka Suara

Sabtu, 21 Maret 2026 - 23:15
Polri Antisipasi Lonjakan Mudik Lokal dan Arus Balik Lebaran 2026
Headline

Pejabat hingga Mantan Presiden Hadiri “Open House” Prabowo di Istana Merdeka

Sabtu, 21 Maret 2026 - 22:01
Diskon Tol 30 Persen Arus Balik, Polri Minta Pemudik Atur Waktu Pulang
Headline

Diskon Tol 30 Persen Arus Balik, Polri Minta Pemudik Atur Waktu Pulang

Sabtu, 21 Maret 2026 - 21:45
Cerita Warga Masuk Istana saat “Open House” Lebaran, Sampai Menangis Haru
Headline

Cerita Warga Masuk Istana saat “Open House” Lebaran, Sampai Menangis Haru

Sabtu, 21 Maret 2026 - 20:21
DPRD DKI Ingatkan Pendatang Baru: Jangan ke Jakarta Hanya Modal Nekat
Headline

Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

Sabtu, 21 Maret 2026 - 19:45
Operation Ketupat 2026: Eid Exodus Traffic Up 4.26 Percent Year-on-Year
Headline

Operation Ketupat 2026: Eid Exodus Traffic Up 4.26 Percent Year-on-Year

Sabtu, 21 Maret 2026 - 18:40

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2657 shares
    Share 1063 Tweet 664
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    829 shares
    Share 332 Tweet 207
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    813 shares
    Share 325 Tweet 203
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    751 shares
    Share 300 Tweet 188
  • Oknum TNI Ditangkap Usai Diduga Jual Senjata Organik ke Papua Nugini

    712 shares
    Share 285 Tweet 178
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.