• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kementan: Pertanian Terpadu Tingkatkan Pendapatan Petani

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Kamis, 2 Desember 2021 - 20:05
in Nasional
kementan

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menyatakan, penerapan pertanian terpadu bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan seluruh potensi sumberdaya. Foto: BPPSDMP

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Pertanian RI (Kementan) saat ini tengah menggencarkan sistem pertanian Integrated Farming atau Pertanian Terpadu, khususnya untuk tanaman jagung.

Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pertanian terpadu merupakan pola baru untuk memberikan nilai tambah bagi petani, sehingga dapat mengupayakan pendapatan lain dari sektor pendukung tanaman utamanya.

BacaJuga:

Remisi Nyepi Diberikan ke 1.506 Narapidana, Ini Rinciannya

Mudik 2026: Angka Fatalitas Turun Drastis, Korban Luka Berat Justru Naik

Puncak Arus Mudik 2026: Kakorlantas Klaim Pelabuhan Merak-Ciwandan Terkendali

“Pertanian Terpadu merupakan pola satu areal banyak sektor yang bisa dimanfaatkan. Selain menopang tanaman utama petani, juga memberikan nilai tambah,” kata Mentan.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi menambahkan, Pertanian Terpadu mengintegrasikan beberapa komiditas.

Baca Juga: Kementan & Taipei Technical Mission Kembangkan Inovasi Pemasaran

“Sistem Pertanian Terpadu adalah sistem pertanian yang artinya di sana ada jagung, ada sayuran bahkan di situ ada kolam bisa juga ada lele, ada unggas,” tutur Dedi.

Harapannya, Pertanian Terpadu dapat memenuhi segala kebutuhan petani mulai dari tanaman, pupuk dan mampu meningkatkan SDM petani.

“Sebetulnya, arahnya adalah zero wise. Misalkan dari kandang, ada pupuk kandang, dari lahan ada biomas, di situ ada kompos. Dari situ dikembalikan ke rumahnya agar produktivitasnya meningkat,” ujar Dedi.

Nantinya, lanjut dia, jagung bisa dibuat untuk pakan, sehingga dapat digunakan untuk menopang satu sama lain. Sistemnya berputar tidak ada yang terbuang, makanya diarahkan zero wise. Keuntungan petani akan lebih maksimal.

“Ini yang kita akan bangun di Priangan Selatan, Pangandaran, Banjar dan Ciamis,” katanya.

Dedi berharap tahun ini sudah dapat diimplementasikan di masing-masing kabupaten. “Programnya 20 hektare saja dulu, kalau berjalan sesuai target, produktivitas mungkin bisa di atas 6 ton, bahkan 7 ton per hektare. Harga jagung sekarang kan bagus, Rp6.000 hingga Rp7.000 per kilogram. Itu dari jagung, belum dari komposnya,” tandasnya.

Menurut Dedi, pupuk kompos yang dihasilkan dapat meningkatkan produktivitas musim tanam berikutnya, yang terus berputar hingga nanti skala ekonominya meningkat.

“Kalau sudah meningkat, nanti di sini harus ada industri yang mengelola produknya,” katanya. (ibs)

Tags: BPPSDMPKementanmentan

Berita Terkait.

Remisi Nyepi Diberikan ke 1.506 Narapidana, Ini Rinciannya
Nasional

Remisi Nyepi Diberikan ke 1.506 Narapidana, Ini Rinciannya

Rabu, 18 Maret 2026 - 14:03
Mudik 2026: Angka Fatalitas Turun Drastis, Korban Luka Berat Justru Naik
Nasional

Mudik 2026: Angka Fatalitas Turun Drastis, Korban Luka Berat Justru Naik

Rabu, 18 Maret 2026 - 13:13
Puncak Arus Mudik 2026: Kakorlantas Klaim Pelabuhan Merak-Ciwandan Terkendali
Nasional

Puncak Arus Mudik 2026: Kakorlantas Klaim Pelabuhan Merak-Ciwandan Terkendali

Rabu, 18 Maret 2026 - 11:33
Hingga Selasa Malam Ini, 1,1 Juta Kendaraan Meninggalkan Jakarta
Nasional

Hingga Selasa Malam Ini, 1,1 Juta Kendaraan Meninggalkan Jakarta

Rabu, 18 Maret 2026 - 11:03
LPM Dompet Dhuafa Ajak Disabilitas Mental Semarakkan Ramadan
Nasional

LPM Dompet Dhuafa Ajak Disabilitas Mental Semarakkan Ramadan

Rabu, 18 Maret 2026 - 10:53
Kendaraan Tinggalkan Jakarta via MBZ Naik 101 Persen
Nasional

Kendaraan Tinggalkan Jakarta via MBZ Naik 101 Persen

Rabu, 18 Maret 2026 - 10:33

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2228 shares
    Share 891 Tweet 557
  • Dinilai Sakit Jiwa Fans ENHYPEN Dikecam karena Rencana Aksi Gangguan Terkait Hengkangnya Heeseung

    804 shares
    Share 322 Tweet 201
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    780 shares
    Share 312 Tweet 195
  • Ingin Urus Sertifikat Saat Cuti Bersama, Ini Jam Operasional di BPN Kabupaten Bekasi

    692 shares
    Share 277 Tweet 173
  • Oknum TNI Ditangkap Usai Diduga Jual Senjata Organik ke Papua Nugini

    691 shares
    Share 276 Tweet 173
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.