• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

AS Larang Warganya Kunjungi Jerman dan Denmark

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 23 November 2021 - 15:43
in Internasional
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Senin menyarankan warga mereka agar tidak bepergian ke Jerman dan Denmark karena meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di kedua itu.

CDC meningkatkan status peringatan perjalanannya ke “Tingkat Empat: Sangat Tinggi” untuk kedua negara Eropa itu dan memberi tahu warga Amerika agar mereka menghindari perjalanan ke Jerman dan Denmark.

BacaJuga:

Ironi Ultimatum Trump: Sempat Singgung Akhiri Perang, Kini Ancam Lumpuhkan Energi Iran

Laporan Sebut Trump Bahas Rencana Kirim Pasukan Darat ke Iran

Di Tengah Badai Perang, Iran Ajak Negara Muslim Bersatu Lawan Kepentingan Zionis

Sementara Departemen Luar Negeri AS juga mengeluarkan imbauan paralel (dengan CDC) untuk warga” Tidak Bepergian” ke kedua negara itu.

CDC saat ini mencantumkan sekitar 75 negara tujuan di seluruh dunia dalam daftar status peringatan perjalanan Level Empat.

Banyak negara Eropa masuk dalam daftar itu termasuk Austria, Inggris, Belgia, Yunani, Norwegia, Swiss, Rumania, Irlandia, dan Republik Ceko.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan kepada para pemimpin partai konservatif bahwa langkah-langkah yang diambil untuk menghentikan penyebaran virus corona di negara dengan ekonomi terbesar di Eropa itu tidak cukup.

Merkel mengatakan bahwa tindakan yang lebih tegas perlu dilakukan, menurut berita Reuters pada Senin (23/11/2021).

Jumlah kasus Covid-19 di Jerman telah melonjak, terutama di antara warga lansia yang telah menerima dua suntikan pertama vaksin Covid-19 pada awal 2021, dan di antara anak- anak yang tidak memenuhi syarat untuk vaksinasi.

Pada awal November, Organisasi Kesehatan Dunian (WHO) mengatakan negara- negara Eropa harus berupaya lebih keras untuk mencegah penyebaran virus corona lebih lanjut saat jumlah kematian dan kasus baru melonjak.

Tingkat penularan saat ini di 53 negara Eropa menjadi “keprihatinan besar” dan jumlah kasus baru mendekati tingkat rekor serta diperburuk oleh varian virus Delta yang lebih menular, kata Hans Kluge dari WHO memperingatkan.

“Kita harus mengubah taktik kita, dari bereaksi terhadap lonjakan Covid-19, menjadi pencegahan sejak awal,” katanya.

Jerman telah memutuskan untuk membatasi sebagian besar kegiatan publik di area-area di mana rumah sakit dipenuhi pasien Covid-19.

Tetangga Jerman, Austria, pada Senin memberlakukan penguncian( lockdown) penuh setelah mengumumkan beberapa pembatasan baru pekan lalu.

Penjabat Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn pada Jumat (19/11) memperingatkan bahwa Jerman kemungkinan akan mengikuti langkah Austria itu.

CDC AS secara terpisah menurunkan status imbauan perjalanan Covid-19 dari Level Empat menjadi” Level Tiga: Rendah” untuk Israel, Aruba, Kepulauan Virgin AS, Curacao, dan Guadeloupe. (mg3)

Tags: AS LarangDenmarkJermanKunjungiWarganya

Berita Terkait.

Trump
Internasional

Ironi Ultimatum Trump: Sempat Singgung Akhiri Perang, Kini Ancam Lumpuhkan Energi Iran

Minggu, 22 Maret 2026 - 11:00
Laporan Sebut Trump Bahas Rencana Kirim Pasukan Darat ke Iran
Internasional

Laporan Sebut Trump Bahas Rencana Kirim Pasukan Darat ke Iran

Sabtu, 21 Maret 2026 - 23:33
Di Tengah Badai Perang, Iran Ajak Negara Muslim Bersatu Lawan Kepentingan Zionis
Internasional

Di Tengah Badai Perang, Iran Ajak Negara Muslim Bersatu Lawan Kepentingan Zionis

Sabtu, 21 Maret 2026 - 22:15
Tragedi Pabrik Otomotif di Korsel, 10 Orang Dilaporkan Tewas
Internasional

Tragedi Pabrik Otomotif di Korsel, 10 Orang Dilaporkan Tewas

Sabtu, 21 Maret 2026 - 21:34
20 Maskapai Global Rugi Hampir Rp900 Triliun Akibat Konflik Timur Tengah
Internasional

Permintaan AS Ditolak, Sri Lanka Tak Izinkan Dua Jet Tempur Mendarat

Sabtu, 21 Maret 2026 - 21:03
Iran Tegaskan Selat Hormuz Terbuka bagi Navigasi Internasional, Ini Ketentuannya
Internasional

Iran Tegaskan Selat Hormuz Terbuka bagi Navigasi Internasional, Ini Ketentuannya

Sabtu, 21 Maret 2026 - 19:35

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2658 shares
    Share 1063 Tweet 665
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    889 shares
    Share 356 Tweet 222
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    848 shares
    Share 339 Tweet 212
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    829 shares
    Share 332 Tweet 207
  • Oknum TNI Ditangkap Usai Diduga Jual Senjata Organik ke Papua Nugini

    712 shares
    Share 285 Tweet 178
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.