• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Usai Greenback Jatuh dan Ekonomi As Melorot, Emas Naik USD 3,8

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 29 Oktober 2021 - 11:25
in Ekonomi
emas

Emas batangan dan koin emas yang diperdagangkan PT Aneka Tambang di Makassar, Sulawesi Selatan. Foto: Antara/Suriani Mappong/am

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Harga emas sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Kamis (29/10/2021) atau Jumat (29/10/2021) pagi WIB, kembali bertengger di atas level psikologis USD 1.800, karena permintaan terhadap aset safe- haven terangkat oleh dolar yang melemah dan data pertumbuhan ekonomi AS yang paling rendah dalam lebih dari satu tahun terakhir.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terkerek 3,8 dolar AS atau 0,21 persen menjadi ditutup pada 1.802,60 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Rabu( 27/ 10/ 2021), emas berjangka menguat 5,4 dolar AS atau 0,3 persen menjadi 1.798,80 dolar AS.

BacaJuga:

3.702 Boks Pakaian Dalam PT Busana Agracipta Remaja 1 Meluncur ke Jepang dan Jerman

EMP Temukan Sumber Minyak Baru di Riau, Gas Bentu Ikut “Hidup” Lagi

Celios Prediksi Ekonomi Tumbuh 5,05 Persen Berkat Musim Lebaran

Emas berjangka merosot 13,4 dolar AS atau 0,74 persen menjadi 1,793,40 dolar AS pada Selasa (26/10/2021), setelah meningkat 10,5 dolar AS atau 0,58 persen menjadi 1.806,80 dolar AS pada Senin (25/10/2021), dan meningkat 14,4 dolar AS atau 0,81 persen menjadi 1.796,30 dolar AS pada Jumat (22/10/2021).

“Pertumbuhan ekonomi melambat di AS dan itu akan mendukung pasar emas dalam perspektif bahwa Federal Reserve akan cenderung mengurangi pembelian aset lebih cepat atau prospek suku bunga yang lebih tinggi akan dibatasi,” ucap David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures dilansir Antara.

Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Kamis(28/10/2021) bahwa Produk Domestik Bruto AS hanya naik 2,0 persen pada kuartal ketiga, turun dari pertumbuhan 6,7 persen pada kuartal kedua, karena kebangkitan kasus Covid-19 semakin memperketat rantai pasokan global, yang membatasi pengeluaran konsumen.

Emas menemukan dukungan tambahan karena indeks dolar AS turun 0,6 persen terhadap sejumlah mata uang utama lainnya, terendah satu bulan, membuat emas lebih murah bagi konsumen luar negeri.

“Emas dianggap sebagai salah satu lindung nilai klasik terhadap tekanan inflasi, merupakan faktor pendukung yang mendasari pasar emas bergerak maju, dan kami melihat harga emas dan perak bergerak lebih tinggi dalam beberapa minggu ke depan,” ujar Meger.

Bank Sentral Eropa pada Kamis (28/10/2021) memutuskan untuk membiarkan kebijakan moneternya tidak berubah, sedangkan Bank Sentral Kanada mengatakan akan mengakhiri program pelonggaran kuantitatif, mengincar untuk akhirnya menaikkan suku bunga.

Pasar sekarang fokus pada pertemuan Federal Reserve AS pada 2-3 November, yang akan lebih penting untuk emas setelah komentar kepala Jerome Powell baru-baru ini tentang pengurangan pembelian aset.

“Tapering seharusnya sudah baik dan benar-benar diabaikan, meskipun pasti ada reaksi spontan yang berumur pendek terhadap pernyataan Fed Rabu depan – selalu ada,” ujar analis StoneX, Rhona O’Connell.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 7,1 sen atau 0,29 persen, menjadi ditutup pada 24,12 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 4,6 dolar AS atau 0,45 persen, menjadi ditutup pada 1.023,90 dolar AS per ounce. (mg4)

Tags: dolaremasharga emas

Berita Terkait.

Ekspor
Ekonomi

3.702 Boks Pakaian Dalam PT Busana Agracipta Remaja 1 Meluncur ke Jepang dan Jerman

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:45
KKS-Malacca-Strait
Ekonomi

EMP Temukan Sumber Minyak Baru di Riau, Gas Bentu Ikut “Hidup” Lagi

Rabu, 25 Maret 2026 - 13:34
Bhima
Ekonomi

Celios Prediksi Ekonomi Tumbuh 5,05 Persen Berkat Musim Lebaran

Rabu, 25 Maret 2026 - 11:12
KPK Kembalikan Eks Menag Yaqut ke Rutan, MAKI: Jangan Main-Main!
Ekonomi

KPK Kembalikan Eks Menag Yaqut ke Rutan, MAKI: Jangan Main-Main!

Selasa, 24 Maret 2026 - 22:14
Menkomdigi
Ekonomi

Menkomdigi Ungkap Kecepatan Internet Bali Capai 105 Mbps

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:13
Pengabdian Tahun Ketiga, MIND ID Perluas Peran Indonesia dan kontribusi Global
Ekonomi

Pengabdian Tahun Ketiga, MIND ID Perluas Peran Indonesia dan kontribusi Global

Selasa, 24 Maret 2026 - 10:42

BERITA POPULER

  • DPRD DKI Ingatkan Pendatang Baru: Jangan ke Jakarta Hanya Modal Nekat

    Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2674 shares
    Share 1070 Tweet 669
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    713 shares
    Share 285 Tweet 178
  • Polri Naikkan Pangkat 47 Perwira, Ini Daftar Jenderal Baru

    667 shares
    Share 267 Tweet 167
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.