• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Kenapa Turki Usulkan Ataturk Jadi Nama Jalan Jakarta, Ini Kata Pengamat

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 20 Oktober 2021 - 12:00
in Headline
ataturk

Ilustrasi - Jalan di Jakarta. ( Antara)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Penamaan jalan dengan nama MKA sebagai bentuk resiprokal dari nama jalan Ahmed Soekarno di Ankara. Pernyataan tersebut diungkapkan Pengamat politik internasional Arya Sandhiyudha melalui gawai, Rabu (20/10/2021).

Menurut dia, penamaan tokoh politik untuk jalan selamanya akan menemui perdebatan pro-kontra. “Prinsip yang perlu dipahami, ketika misalnya ada kesempatan penamaan jalan biasanya penentuan nama jalan dari Turki ke Indonesia yang menentukan adalah pemerintah Turki,” ujarnya.

BacaJuga:

KPK Gelar OTT di Tulungagung, Tangkap Bupati

1,5 Tahun Menjabat, Penyelamatan Keuangan Negara era Prabowo Tembus Rp31,3 Triliun

State Loss Recovery Reaches Rp31.3 Trillion Under Prabowo Administration After 1.5 Years

Menurut pria penerima ijazah Doktor bidang Hubungan Internasional dari İstanbul University, Turki ini mengatakan, dari sisi Indonesia pengusulan nama Ahmet Soekarno, tentu resiprokal paling logis bagi Turki dengan mengusulkan Mustafa Kemal Atatürk. Sama-sama Presiden pertama era Republik.

“Sementara, kalau ada sebagian kita di Indonesia maunya nama yang diusulkan Turki itu Fatih Sultan Mehmet, cocoknya usulan kita bukan Bung Karno, tapi Gajahmada atau Sultan Agung atau tokoh lain pra-Republik. Kalau ada yang mengharapkan nama jalannya adalah Presiden Turki sekarang, Recep Tayyip Erdoğan menjadi nama usulan jalan, tentu usulan yang pas dari kita adalah Presiden Jokowi atau Presiden SBY. Logika kesekufuan diplomasi penamaan jalannya akan lebih mudah begitu,” terangnya.

Baca Juga : Rencana Nama Jalan Ataturk, Kerjasama Indonesia-Turki

Menurut Arya, Turki merupakan negara demokratik yang pemerintahannya punya kecenderungan tidak ada koalisi partai politik. Artinya, sebuah keputusan eksekutif apalagi terkait luar negeri umumnya tidak akan diputuskan secara main-main, termasuk soal pemilihan nama jalan sebagai simbol diplomasi Turki di sebuah negara.

Soal asumsi sebagian kalangan bahwa tidak mungkin usulan tersebut keluar dari Recep Tayyip Erdoğan (RTE), menurut Arya, meski RTE punya perbedaan haluan politik dengan MKA, posisi RTE selama ini tetap menghormati simbol-simbol MKA.

“Bahkan selalu di semua ruang utama gedung pemerintahan, aksi massa kampanye Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), RTE pasti meletakkan foto Mustafa Kemal Atatürk minimal sebesar foto dirinya,” ungkapnya.

“Secara sistem politik negara Turki, sepertinya AKP dan Erdoğan sebagai negarawan otomatis akan bersikap seperti itu terhadap Atatürk. Tidak bisa dipungkiri Ataturkist itu jadi salah satu pilar kebangsaan Turki, selain Secularism- Sunnist- Turk. Bahkan tiap tanggal lahir dan wafat, RTE selalu ziarah ke makam MKA meletakkan bunga dan pidato mengenang sosok MKA,” imbuhnya.

Arya menyebut, meski dalam politik dan masyarakat Turki terdapat keragaman aliran politik, semuanya satu persepsi konsepsi bahwa Mustafa Kemal sebagai Ataturk alias Bapak Turki.

“Adanya usulan nama MKA pasti karena konsensus Turki bahwa sosok ini dilihat sebagai founding fathers Turki. Siapa pun tokoh yang dipilih Pemerintah Turki secara etika pastilah Indonesia akan cenderung menerimanya, begitu pula sebaliknya,” katanya.

Dia menuturkan, MKA dipandang sebagai tokoh yang identik mewariskan pendekatan sekulerisme asertif. Oleh karena itu, wajar kalau terdapat kontroversi. Namun, tidak dapat dihilangkan fakta bahwa bagi Turki sosok MKA juga aksiomatik sebagai Bapak Turki yang sebagian pandangan dan kebijakannya menjadi prinsip yang terwariskan, dihormati, dan dijaga.

Ini diwujudkan melalu peringatan terkait MKA dan kutipan MKA yang menginspirasi setiap kebijakan. “Bahkan di kantor kepresidenan tetap ada simbol MKA. Jadi, melihat MKA dari sisi Indonesia tidak akan mudah dipahami kalau tidak dipahami juga dari sisi Turki melihat MKA sebagai Bapak Turki,” ujarnya.

“Perspektif Turki dan Presiden Recep Tayyip Erdoğan terhadap sosok Mustafa Kemal Atatürk masih mempunyai nilai sakral bagi masyarakat Turki. Sehingga, apabila ada bilateral tentang penamaan jalan di masing-masing negara, usulan nama MKA sangat logis.” tambahnya. (nas)

Tags: AtaturkJalan Jakartaturki

Berita Terkait.

KPK
Headline

KPK Gelar OTT di Tulungagung, Tangkap Bupati

Sabtu, 11 April 2026 - 04:09
Prabowo
Headline

1,5 Tahun Menjabat, Penyelamatan Keuangan Negara era Prabowo Tembus Rp31,3 Triliun

Jumat, 10 April 2026 - 20:02
Presiden-RI
Headline

State Loss Recovery Reaches Rp31.3 Trillion Under Prabowo Administration After 1.5 Years

Jumat, 10 April 2026 - 20:02
Bhudi
Headline

Ahmad Sahroni Diperas Rp300 Juta KPK Gadungan, Polisi Turun Tangan

Jumat, 10 April 2026 - 17:09
Sahroni
Headline

Ahmad Sahroni Reports Rp300 Million Extortion by Fake KPK Officers, Police Launch Investigation

Jumat, 10 April 2026 - 17:09
Budi-P
Headline

Four Fake KPK Officers Arrested, USD 17,400 Seized

Jumat, 10 April 2026 - 16:08

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Jajan Sembarangan Berujung Operasi, Abew Alami Pembesaran Amandel Parah

    682 shares
    Share 273 Tweet 171
  • Jakarta Mati Lampu Massal, Operasional MRT Sempat Lumpuh Total

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.