• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Mengenal Sejarah Terpendam di Sanliurfa, Turki

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 10 Oktober 2021 - 12:28
in Internasional
indoposco

Para arkeolog dan penggali di situs bersejarah Gobeklitepe di Sanliurfa, Turki. Foto : Antara/Arnidhya Nur Zhafira

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Saat mengunjungi Turki, Sanliurfa mungkin tak terlalu santer didengar menjadi salah satu destinasi wisata. Tapi, siapa yang menyangka bahwa Sanliurfa memiliki banyak warisan sejarah dan budaya yang unik dan kaya. Terletak di Mesopotamia utara, Sanliurfa adalah tujuan yang harus dilihat oleh para pelancong di tenggara Turki.

Pemerintah Turki sendiri kini mendorong provinsi ini untuk lebih dilirik oleh para pengunjung terutama dari mancanegara yang tertarik untuk menggali warisan sejarah dan peradaban manusia.

BacaJuga:

Tiongkok Usulkan Pusat Riset Padi Bersama di Merauke, Mentrans Iftitah: Kita Konkretkan Kerja Samanya

Guru Besar FH Untar Berkontribusi dalam Pembahasan Reformasi Investasi di Forum PBB

Pimpin Komite ASEAN di Ottawa, Indonesia Pacu Kemitraan Ekonomi ASEAN-Kanada

Berikut adalah rangkuman dari sejumlah tempat bersejarah dan kaya akan budaya di salah satu provinsi terbesar di tenggara Turki. Sejak 11.500 tahun yang lalu, Göbeklitepe terletak 15 km timur laut Provinsi Sanliufra. Tempat ini kerap disebut sebagai “rumah bagi “kuil tertua di dunia”, dan merupakan salah satu pusat terpenting dari periode Neolitik yang diketahui di dunia.

Komunitas yang hidup dalam keajaiban kuno ini, beralih dari berburu, lalu mengumpul ke sedentisme, dan membangun struktur megalitik yang monumental. Pilar batu kapur berbentuk T yang terletak di tengah struktur adalah salah satu manifestasi pertama dari arsitektur monumental buatan manusia.

Monumen-monumen tersebut diyakini telah digunakan selama acara sosial dan ritual. Tiang-tiang yang beberapa di antaranya setinggi 5,50 meter ini dihiasi dengan penggambaran hewan liar, pola geometris, dan sedikit penggambaran abstrak manusia.

Tertulis dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO pada 2018, Göbeklitepe yang misterius dan mengesankan menjanjikan pengunjung perjalanan waktu kembali ke periode yang paling tidak diketahui dalam sejarah manusia.

“Simbolisme dan penggambaran pada monumen di Gobeklitepe memberi tahu kita tentang kompleksitas masyarakat prasejarah saat ini,” kata arkeolog sekaligus dosen peneliti arkeologi prasejarah di Institut Arkeologi Jerman di Istanbul Dr Lee Clare.

Karahantepe adalah salah satu situs terbaru di Sanliurfa. Terletak di Taman Nasional Gunung Tek Tek, Karahantepe pertama kali ditemukan oleh tim peneliti yang dipimpin oleh arkeolog Jerman Klaus Schmidt selama survei permukaan pada 1997.

Sejak penggalian situs seluas 140 ribu mil persegi pertama kali dimulai pada tahun 2019, para peneliti telah menemukan lebih dari 250 pilar batu kapur berbentuk T, mirip dengan yang ditemukan di dekat Gobeklitepe, rumah bagi bangunan monumental tertua di dunia.

Meskipun Karahantepe sendiri lebih besar dari Gobeklitepe, kedua situs tersebut berusia kurang lebih sama, yaitu sekira 10 ribu hingga 11.600 tahun lamanya.

Berdasarkan apa yang peneliti pelajari dari Gobeklitepe dan Karahantepe, diyakini bahwa situs dan artefaknya akan lebih berkontribusi pada pemahaman kita tentang zaman Neolitik dan dampaknya terhadap sejarah manusia.

“Ini adalah penemuan arkeologi yang spektakuler. Bangunan-bangunan itu sangat penting bagi orang-orang pada saat itu,” jelas kepala penggalian situs Karahantepe sekaligus akademisi Universitas Istanbul, Necmi Karul dilansir Antara.

Karahantepe sendiri diperkenalkan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Turki bersama Badan Promosi dan Pengembangan Pariwisata Turki (TGA) sebagai salah satu situs yang termasuk di proyek Tas Tepeler. Pusat pengunjung formal di Karahantepe pun direncanakan akan dibuka pada 2022.

Museum terbesar di Turki terdiri dari Museum Arkeologi Sanliurfa, Museum Mosaik Haleplibahçe, dan Archaeopark. Warisan budaya kawasan ini ditampilkan di 14 ruang pameran utama yang mencakup periode Neolitik hingga era Ottoman.

Pengunjung juga dapat melihat 95 persen artefak yang ditemukan di Karahantepe tahun ini dalam “Pameran Manusia Karahantepe dan Neolitik” (“Karahantepe and Neolithic Human Exhibition”) di Museum Arkeologi Sanliurfa.

Pusat kota Sanliurfa memiliki banyak spot untuk dijelajahi. Di tengah kota, Anda bisa melihat dengan jelas tempat-tempat yang bisa dikunjungi dan begitu kaya akan nilai sejarah dan ekstetika. Salah satunya adalah Kastil Sanliurfa.

Kastil Sanliurfa diperkirakan dibangun di atas gundukan Neolitik yang berasal dari 9.500 sebelum masehi. Dua kolom Korintus di sini didirikan sebagai struktur peringatan pada abad ke-3 masehi dan menonjol dari kejauhan.

Balikligöl (Danau Halil ur-Rahman atau Kolam Abraham). Selain warisan sejarah Neolitik, Sanliurfa juga dikenal sebagai “tempat kelahiran Nabi”.

Menurut legenda, Nabi Ibrahim (Abraham), bapak dari tiga agama monoteistik utama dunia, dihadang oleh Raja Nimrod saat menghancurkan berhala-berhala pagan. Nimrod menyuruh Abraham, dikorbankan di atas tumpukan kayu pemakaman tetapi Tuhan mengubah api menjadi air dan bara api menjadi ikan.

Abraham terlempar ke udara dari tempat kastil itu berdiri, mendarat dengan selamat di hamparan mawar. Dua kolam air berbentuk persegi panjang, Balikligöl dan Ayn-i Zeliha, diisi dengan apa yang diyakini sebagai ikan mas keramat, sedangkan area di sebelah timur ditanami taman mawar yang mekar.

Gua dan Masjid Mevlid-i Halil. Gua kecil ini adalah salah satu situs ziarah terpenting di Turki. Diyakini oleh banyak umat Islam sebagai tempat kelahiran Nabi Ibrahim, patriark agama-agama Ibrahim, yaitu Yudaisme, Kristen, dan Islam.

Menurut tradisi setempat, Nabi Ibrahim lahir dan disembunyikan dari Raja Nimrod di sini, yang telah menyatakan bahwa semua bayi yang baru lahir harus dibunuh setelah menerima ramalan bahwa kerajaannya akan dihancurkan oleh bayi yang baru lahir. Di dekat gua, ada masjid Ottoman dengan dekorasi kaligrafi dan ubin yang indah. (aro)

Tags: museumSanliurfasejarahturki

Berita Terkait.

Kredit BCA Tembus Rp1.017 Triliun, Pembiayaan UKM Tumbuh 6,9 Persen
Internasional

Tiongkok Usulkan Pusat Riset Padi Bersama di Merauke, Mentrans Iftitah: Kita Konkretkan Kerja Samanya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:07
Guru Besar FH Untar Berkontribusi dalam Pembahasan Reformasi Investasi di Forum PBB
Internasional

Guru Besar FH Untar Berkontribusi dalam Pembahasan Reformasi Investasi di Forum PBB

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:17
Pimpin Komite ASEAN di Ottawa, Indonesia Pacu Kemitraan Ekonomi ASEAN-Kanada
Internasional

Pimpin Komite ASEAN di Ottawa, Indonesia Pacu Kemitraan Ekonomi ASEAN-Kanada

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:57
aidi
Internasional

BKSAP DPR Soroti Larangan Jilbab di Azerbaijan: Bukan Simbol Ekstremisme

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:14
riyadh
Internasional

Houthi Serang Bandara Riyadh, DPR Desak Pemerintah Pastikan Keselamatan WNI

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:01
Resepsi-Diplomatik
Internasional

Pesan Prabowo Menggema di Montreal, Indonesia Bidik Kursi Dewan ICAO

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:57

OLAHRAGA

esi
Olahraga

PB ESI 2026–2030 Fokus Ubah Potensi Generasi Digital Jadi Prestasi Dunia

Editor Laurens Dami
Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:07

INDOPOSCO.ID - Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) resmi melantik kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2030. Langkah itu menjadi momentum...

SelengkapnyaDetails
Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

Hasil Liga Champions: Liverpool Pesta Gol, PSG Mengamuk di Markas City

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:57
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Mandalika Mendunia, Pertamina Apresiasi Kolaborasi di Balik Sukses MotoGP 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:51
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:40
Tobat Ekologis, Menag Ajak Umat Bersahabat dengan Alam

5 Emas Asian Games Jadi Alarm Evaluasi, Okto Dorong Pembenahan Sistem Olahraga

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:30

BERITA POPULER

  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    945 shares
    Share 378 Tweet 236
  • Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

    937 shares
    Share 375 Tweet 234
  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    773 shares
    Share 309 Tweet 193
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    744 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Pengusaha Pilihan

    727 shares
    Share 291 Tweet 182
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.