• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

DPR Minta Pemerintah Lakukan Pendekatan Edukasi Bagi Korban NII

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 9 Oktober 2021 - 14:55
in Nasional
indoposco

Ilustrasi pemuda (Antara)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah memang harus menggunakan pendekatan edukasi konstitusi agar mereka mau menyalurkan aspirasi atas keyakinannya lewat jalur formal. Karena ekspresi keagamaan apapun itu dijamin UUD 1945

Pernyataan tersebut diungkapkan Wakil Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih melalui gawai, Sabtu (9/10/2021).

BacaJuga:

Dua Prajurit Gugur, TNI Tingkatkan Pengamanan di Maybrat

DPD RI Soroti Pembunuhan Nakes di Tambrauw, Minta Proses Hukum Dipercepat

Arus Mudik Lebaran 2026 Aman dan Terkendali, Strategi Komprehensif Jadi Kunci

Dengan demikian, menurut Politisi PKS ini, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai karya para Ulama dahulu ada penerusnya. Ada yang mengawal yakni generasi muda.

“Negara dalam hal ini pemerintah mesti punya peta sejarah gerakan ekstra kanan dan ekstra kiri kemudian punya grand desain untuk membawa mereka ke tengah sebagaimana kesepakatan para pendiri bangsa,” katanya.

“Sampai tumbuh keyakinan bahwa merekalah pewaris dan pengisi kemerdekaan republik yang kita cintai ini,” imbuhnya.

Dikatakan dia, hingga saat ini pemerintah terkesan hanya mestigma negatif (seolah melestarikan) saja tanpa membuat roadmap bagaimana merangkul mereka. Terutama para generasi muda.

“Untuk generasi muda Indonesia dimanapun dan dengan latar belakang sejarah orang tua seperti apapun, bahwa ke depan NKRI ini sangat tergantung potensi pemuda,” ujarnya.

Ia menuturkan, dahulu para pemuda sanggup menjadi penyebab dan katalisator kemerdekaan negara Indonesia. Dan sukses diproklamasikan oleh Bung Karno dan Bung Hatta pada 17 Agustus 1945.

“Maka wahai generasi muda rajin-rajinlah untuk belajar sejarah bangsanya sendiri,” ucapnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, di era sekarang dan ke depan para generasi muda akan menghadapi problematika yang semakin rumit yang disebut sebagai VUCA (volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity).

“Kita tidak bisa hidup sendiri. Apakah kita sebagai komunitas suku, agama, daerah. Kita ini butuh orang lain,” ungkapnya.

“Maka kolaborasi dengan elemen lain menjadi kata kunci kesuksesan. Kalau ini dipahami benar maka kita memang harus hidup bersama (inklusif), bukan hidup sendiri (eksklusif),” imbuhnya.

Khusus bagi generasi muda Islam, masih ujar Faqih, Pancasila adalah produk para ulama. Demikian pula UUD 1945 juga merupakan produk kesepakatan ulama dengan elemen lain dari bangsa ini.

Bahkan, lanjut dia, NKRI juga merupakan kesepakatan. Bila umat Islam lengah, maka bisa berubah sebagaimana dahulu 1945 merdeka sebagai NKRI, namun lantas berubah jadi RIS (Republik Indonesia Serikat).

“Lantas siapakah yang mengembalikan menjadi NKRI di 17 Agustus 1950? Tidak lain adalah tokoh, komunitas, parpol representasi dari umat Islam lewat wakilnya yakni Mr. Mohammad Natsir,” katanya.

“Sehingga kita harus tahu bahwa kembalinya negeri ini menjadi NKRI adalah lantaran adanya “Mosi Integral Nasir”. Bila generasi muda Islam sekarang lengah atau malah terbius dengan konsep lain, maka sesungguhnya kita sedang menghancurkan umat Islam sendiri dan NKRI,” jelasnya. (nas)

Tags: DPR RINegara Islam IndonesiaNII

Berita Terkait.

DPD RI Soroti Pembunuhan Nakes di Tambrauw, Minta Proses Hukum Dipercepat
Nasional

Dua Prajurit Gugur, TNI Tingkatkan Pengamanan di Maybrat

Minggu, 22 Maret 2026 - 22:54
DPD RI Soroti Pembunuhan Nakes di Tambrauw, Minta Proses Hukum Dipercepat
Nasional

DPD RI Soroti Pembunuhan Nakes di Tambrauw, Minta Proses Hukum Dipercepat

Minggu, 22 Maret 2026 - 21:35
Yaqut Placed Under House Arrest, KPK Supervisory Board Urged to Probe Alleged Ethics Breach
Nasional

Arus Mudik Lebaran 2026 Aman dan Terkendali, Strategi Komprehensif Jadi Kunci

Minggu, 22 Maret 2026 - 19:46
Menag-RI
Nasional

Menag Ajak Jadikan Idul Fitri Momen Perkuat Empati dan Kepedulian Sosial

Minggu, 22 Maret 2026 - 11:20
hujan
Nasional

BMKG imbau masyarakat waspadai hujan lebat di hari ke-2 Lebaran

Minggu, 22 Maret 2026 - 10:19
Polri Antisipasi Lonjakan Mudik Lokal dan Arus Balik Lebaran 2026
Nasional

Polri Antisipasi Lonjakan Mudik Lokal dan Arus Balik Lebaran 2026

Sabtu, 21 Maret 2026 - 20:41

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2665 shares
    Share 1066 Tweet 666
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    912 shares
    Share 365 Tweet 228
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    859 shares
    Share 344 Tweet 215
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    830 shares
    Share 332 Tweet 208
  • Oknum TNI Ditangkap Usai Diduga Jual Senjata Organik ke Papua Nugini

    713 shares
    Share 285 Tweet 178
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.