• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Epidemiolog: Kasus Covid-19 Turun, tapi Masih Waswas

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 14 September 2021 - 15:39
in Nasional
indoposco

Pasien Covid-19 di rumah sakit. Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Epidemiolog Tri Yunis Miko Wahyono menegaskan, keputusan pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level sudah tepat. Namun, kebijakan tersebut harus diikuti dengan ukuran standar.

Ukuran standar tersebut, menurut dia, di antaranya jumlah testing standar satu per seribu populasi, kontak tracing pun standar.

BacaJuga:

DPR Desak Pemerintah Tetapkan KLB Karhutla, Sediakan Ruang Udara Bersih bagi Warga

Dari Penggerak Zakat hingga Jurnalis Hilang, BAZNAS Hadirkan Apresiasi Penuh Makna

Kemenpar Ajak Agen Perjalanan Singapura Eksplorasi Wisata Berkualitas Jogjakarta Lewat Famtrip

“Standar WHO 20, tapi sebaiknya 15 atau 10,” ungkap Tri Yunis Miko Wahyono dalam acara daring, Selasa (14/9/2021).

Menurut dia, dua indikator tersebut baru DKI Jakarta yang telah memenuhinya. Sementara daerah lainnya belum memenuhi. Baik testing atau kontak tracing mingguan atau harian.

“Bulan ini saya sepakat kasus di Indonesia turun. Tapi harus diukur dengan benar. Sebab kasus ditemukan masih mengalami penurunan dan kenaikan,” katanya.

“Data di kabupaten/ kota masih hancur. Semua harus distandarisasikan. Kan SK mendagri sudah standarisasikan itu,” imbuhnya.

Ia menyebut, standarisasi harus dilakukan oleh kabupaten/ kota. Sebab, merekalah yang memiliki wilayah. Sementara pusat dan provinsi tidak memiliki wilayah.

“Sejak akhir September 2020 data kita masih kacau balau. Ada penurunan oke, tapi kita masih waswas,” ujarnya.

“Ada penurunan sangat rendah sekali, tapi angka kematiannya masih kacau. Banyak kasus yang tidak terdeteksi, karena testing dan tracing kurang,” imbuhnya. (nas)

Tags: covid-19EpidemiologKasus Covid-19PPKM

Berita Terkait.

DPR Desak Pemerintah Tetapkan KLB Karhutla, Sediakan Ruang Udara Bersih bagi Warga
Nasional

DPR Desak Pemerintah Tetapkan KLB Karhutla, Sediakan Ruang Udara Bersih bagi Warga

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:34
Dari Penggerak Zakat hingga Jurnalis Hilang, BAZNAS Hadirkan Apresiasi Penuh Makna
Nasional

Dari Penggerak Zakat hingga Jurnalis Hilang, BAZNAS Hadirkan Apresiasi Penuh Makna

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:00
menpar
Nasional

Kemenpar Ajak Agen Perjalanan Singapura Eksplorasi Wisata Berkualitas Jogjakarta Lewat Famtrip

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:23
pangan
Nasional

Hari Pangan Sedunia 2026, FKBI Desak Pemerintah Evaluasi Tujuh Masalah Krusial Pangan Nasional

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:03
asap
Nasional

Atasi Asap Karhutla Sumsel, BNPB Terapkan Penyemaian Dry Ice

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:22
hutla
Nasional

Soal Status Bencana Nasional Karhutla, Kepala BNPB Bilang Begini

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:21

OLAHRAGA

gp
Olahraga

Fasilitas dari Bea Cukai Ini Bantu Kesuksesan Penyelenggaraan Moto GP Mandalika 2026

Editor Laurens Dami
Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:42

INDOPOSCO.ID - Kesuksesan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 atau MotoGP Mandalika turut didukung oleh kelancaran logistik lintas negara....

SelengkapnyaDetails
super

Jadwal Super League Pekan 5: Persija Diuji Persita, Persib Hadapi Ancaman Persik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:01
psm

Jamu PSM Makassar di Bantul, PSIM Jogjakarta Usung Misi Raih Tiga Poin Perdana

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:40
esi

PB ESI 2026-2030 Fokus Ubah Potensi Generasi Digital Jadi Prestasi Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:07
Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

Hasil Liga Champions: Liverpool Pesta Gol, PSG Mengamuk di Markas City

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:57

BERITA POPULER

  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    1319 shares
    Share 528 Tweet 330
  • Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

    1040 shares
    Share 416 Tweet 260
  • Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

    987 shares
    Share 395 Tweet 247
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    947 shares
    Share 379 Tweet 237
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    829 shares
    Share 332 Tweet 207
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.