• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Pekerja Apple Mengeluh, Lembaga Tenaga Kerja AS Turun Tangan

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 3 September 2021 - 23:59
in Internasional
Siluet pengguna ponsel terlihat di samping proyeksi layar logo Apple dalam ilustrasi gambar yang diambil pada Rabu (28/3/2018). Foto : Antara/Reuters/Dado Ruvic/AWW/sa/am.

Siluet pengguna ponsel terlihat di samping proyeksi layar logo Apple dalam ilustrasi gambar yang diambil pada Rabu (28/3/2018). Foto : Antara/Reuters/Dado Ruvic/AWW/sa/am.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Badan ketenagakerjaan nasional Amerika Serikat sedang menginvestigasi dua tuduhan terhadap raksasa teknologi Apple Inc yang diajukan oleh para pekerjanya, menurut catatan di laman daring.

Penyelidikan itu dilakukan di tengah gelombang aktivisme pekerja di perusahaan yang dikenal dengan budaya kerahasiaannya itu.

BacaJuga:

DPR Usulkan 3 Jurus Lindungi Indonesia dari Krisis Pangan di Tengah Konflik Global

PDIP Tegaskan Politik Luar Negeri Bebas Aktif di Tengah Gejolak Global

Kapal Tempur Rusia Sandar di Tanjung Priok, Siap Latihan Bersama TNI AL

Tuduhan-tuduhan yang diajukan pada 26 Agustus dan 1 September itu tengah ditinjau oleh kantor Dewan Hubungan Tenaga Kerja Nasional AS di Oakland, California. Lembaga tersebut menolak untuk memberikan komentar.

“Kami menanggapi semua kekhawatiran dengan serius dan kami melakukan investigasi secara menyeluruh kapan pun ada kekhawatiran,” kata perusahaan Apple, yang berbasis di Cupertino, California, dalam sebuah pernyataan yang merujuk pada kebijakan privacy pekerja saat menolak untuk memberikan keterangan rinci.

Manajer program teknik senior di Apple, Ashley Gjovik, mengatakan pada Reuters bahwa dirinya mengajukan tuduhan pada 26 Agustus.

Menurut dokumen berisi keluhan itu, seorang manajer antara lain melakukan pelecehan, pengurangan tanggung jawab dan peningkatan beban kerja yang tidak menguntungkan.

Adapun tuduhan yang diajukan pada 1 September dilayangkan oleh Cher Scarlett, teknisi perangkat lunak yang mengatakan perusahaan tersebut berulang kali menghentikan diskusi terkait upah di antara para pekerja.

Dokumen yang dia kirimkan kepada lembaga tersebut, yang juga diberikan kepada Reuters, menyebutkan bahwa Apple “terlibat dalam aksi pemaksaan dan penindasan yang memungkinkan terjadinya penyalahgunaan dan pelecehan terhadap penyelenggara aktivitas bersama yang dilindungi.”

Lembaga hubungan tenaga kerja itu menginvestigasi semua tuduhan yang diterima, dan meluncurkan tuntutan terhadap pihak perusahaan jika dirasa pantas.

Para pekerja di Silicon Valley, khususnya di Apple, diketahui menghindari publisitas, yang mencerminkan keinginan perusahaan untuk merahasiakan produk baru.

Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah pekerja Apple dan mantan pekerja telah mengkritik budaya perusahaan di Twitter, menggunakan tagar #AppleToo.

Undang-undang AS mengizinkan karyawan untuk mendiskusikan topik tertentu secara terbuka, termasuk terkait kondisi kerja.

Selain itu, para pekerja terlibat dalam perdebatan sengit di platform pesan Slack tentang langkah Apple yang memindai telepon dan komputer pelanggan AS untuk memeriksa gambar pornografi anak, menurut laporan Reuters melalui Antara.

Dalam sebuah surat yang menyertai tuntutan NRLB-nya, Scarlett menulis bahwa karyawan Apple memulai survei ekuitas gaji pada April, namun perusahaan memblokir mereka, dengan alasan masalah privasi.

Perusahaan juga menghentikan survei selanjutnya, termasuk yang bertujuan untuk mengatasi masalah privasi, tambah Scarlett.

Pada akhir Agustus, Apple menolak permintaan karyawan untuk membuat channel di program Slack untuk membahas kesetaraan upah, yang disebut Scarlett kepada Reuters sebagai “kejadian terbaru” yang mendorongnya mengajukan keluhan.

Gjovik mengatakan pada Reuters bahwa setelah Apple mulai menyelidiki keluhan-keluhannya, serta tuduhan seksisme, manajer-manajernya mulai mengalihkan pekerjaannya kepada rekan-rekan lain serta membebaninya dengan tugas-tugas yang tak diinginkan.

Gjovik mengatakan dirinya merasa terdorong usai melihat lebih banyak pekerja berbicara terkait budaya perusahaan dalam beberapa pekan terakhir.

“Hambatan terbesar untuk membuat kemajuan di Apple adalah budaya kerahasiaan dan pengasingan,” ujarnya. (aro)

Tags: amerikaappleAShplaptop

Berita Terkait.

riyono
Internasional

DPR Usulkan 3 Jurus Lindungi Indonesia dari Krisis Pangan di Tengah Konflik Global

Senin, 30 Maret 2026 - 06:06
hasto
Internasional

PDIP Tegaskan Politik Luar Negeri Bebas Aktif di Tengah Gejolak Global

Senin, 30 Maret 2026 - 05:05
kapall
Internasional

Kapal Tempur Rusia Sandar di Tanjung Priok, Siap Latihan Bersama TNI AL

Senin, 30 Maret 2026 - 04:40
wo
Internasional

Harapan dan Haru Diaspora Warnai Sambutan Hangat untuk Prabowo di Tokyo

Senin, 30 Maret 2026 - 02:20
jepang
Internasional

Tiba di Jepang, Presiden Prabowo Perkuat Kerja Sama Strategis RI-Jepang

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:55
kings
Internasional

Gelombang Aksi “No Kings” Kembali Warnai Jalan-jalan di Seluruh Amerika Serikat

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:58

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    953 shares
    Share 381 Tweet 238
  • Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

    849 shares
    Share 340 Tweet 212
  • DPR Minta OJK yang Baru Segera Tangani Kasus Dana Syariah Rp2,47 Triliun

    722 shares
    Share 289 Tweet 181
  • Start Meyakinkan, Timnas Indonesia Incar Final Sempurna FIFA Series 2026

    682 shares
    Share 273 Tweet 171
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.