• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pakar: Vaksin untuk Penyintas Autoimun Diperbolehkan

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 22 Agustus 2021 - 23:15
in Nasional
Tangkapan layar Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Iris Rengganis di Jakarta, Ahad (22/8/2021). Foto: Antara/Indriani

Tangkapan layar Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Iris Rengganis di Jakarta, Ahad (22/8/2021). Foto: Antara/Indriani

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Iris Rengganis mengatakan vaksinasi untuk penyintas autoimun diperbolehkan jika kondisinya sudah stabil sesuai dengan rekomendasi dokter yang merawat.

“Jika sudah terkontrol atau stabil diperbolehkan untuk mendapatkan vaksinasi. Akan tetapi jika belum terkontrol tidak boleh, tidak ada vaksin yang spesifik untuk autoimun,” ujar Iris dalam webinar yang dipantau di Jakarta, Minggu (22/8).

BacaJuga:

Seskab Teddy Aktif Turun ke Lapangan, Pengamat Ingatkan Risiko “AsKabPi”

Kapolri Kawal Ketat Mudik 2026, Fatalitas Kecelakaan Turun 30,41 Persen

Operasi Ketupat 2026 Ditutup, Polri Tancap Gas KRYD Hadapi Arus Balik

Dia menambahkan penyintas autoimun biasanya lebih ringkih atau lebih mudah sakit dibandingkan dengan orang yang sehat. Jika penyintas autoimun tersebut terinfeksi Covid-19, maka kemungkinan besar akan mengalami infeksi yang lebih parah dibandingkan dengan orang sehat yang belum mendapatkan vaksinasi.

“Penyintas autoimun dapat dilakukan vaksinasi, jika dalam kondisi stabil atau penyakitnya sudah terkontrol secara klinis dan laboratoris. Untuk obat, sudah minimal atau sudah berhenti mengonsumsi obat sama sekali,” terang dia.

Pasien sebaiknya dinyatakan stabil oleh dokternya masing-masing. Penyintas autoimun perlu mendapatkan edukasi apakah diperbolehkan untuk mendapatkan vaksinasi atau tidak. Sebelum divaksinasi, penyintas autoimun juga perlu melakukan pengecekan kekentalan darah di dalam tubuh, karena biasanya pada penyintas autoimun kekentalan darahnya meningkat.

Rekomendasi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) juga menyebutkan bahwa individu dengan penyakit autoimun layak untuk autoimun jika penyakitnya sudah dinyatakan stabil. Biasanya, lanjut Iris, dokter tidak akan mengatakan tidak boleh divaksinasi tapi belum diperbolehkan vaksinasi.

“Perlu diingat bahwa tidak ada vaksin yang spesifik untuk autoimun. Reaksi dari vaksin itu individual. Vaksin mana saja bisa saja untuk autoimun,” terang Iris.

Iris menjelaskan bahwa vaksin Moderna maupun Pfizer diperbolehkan digunakan untuk autoimun dikarenakan tidak menggunakan adjuvant dan virus lainnya seperti Astrazeneca dan Sinovac.

Meskipun demikian, Iris mengingatkan belum ada vaksin yang benar-benar spesifik untuk autoimun. Untuk efek simpang, lanjut dia, bisa saja terjadi karena. efek tersebut sangat individual. (mg3)

Tags: PAPDIpenyintas autoimunvaksinVaksinasi

Berita Terkait.

Operasi Ketupat 2026 Ditutup, Polri Tancap Gas KRYD Hadapi Arus Balik
Nasional

Seskab Teddy Aktif Turun ke Lapangan, Pengamat Ingatkan Risiko “AsKabPi”

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:01
AMMAN Tahan Guncangan 2025, Bidik Stabilitas Smelter di 2026
Nasional

Kapolri Kawal Ketat Mudik 2026, Fatalitas Kecelakaan Turun 30,41 Persen

Kamis, 26 Maret 2026 - 17:45
Operasi Ketupat 2026 Ditutup, Polri Tancap Gas KRYD Hadapi Arus Balik
Nasional

Operasi Ketupat 2026 Ditutup, Polri Tancap Gas KRYD Hadapi Arus Balik

Kamis, 26 Maret 2026 - 16:22
Prabowo
Nasional

Zero Blunder Harga Mati, Pengamat Ingatkan Prabowo Soal Persepsi Publik

Kamis, 26 Maret 2026 - 12:23
GT-Kalikangkung
Nasional

Hadapi Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Pemerintah Siapkan Strategi Ini

Kamis, 26 Maret 2026 - 10:01
Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%
Nasional

Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

Kamis, 26 Maret 2026 - 05:53

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1100 shares
    Share 440 Tweet 275
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    827 shares
    Share 331 Tweet 207
  • BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2676 shares
    Share 1070 Tweet 669
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.