• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Ulama dan Khotib Turut Edukasi Umat Taat Prokes

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 31 Juli 2021 - 18:23
in Nasional
indoposco

Khotib berceramah saat salat Jumat. (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah terus menggenjot program vaksinasi nasional untuk mewujudkan herd imunity. Salah satunya dengan melibatkan peran tokoh agama.

Sekretaris Bidang Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Saeful Bahri mengatakan, Islam Kebangsaan adalah corak Islam moderat dan wasathiyah yang berupaya untuk membumikan Ajaran Islam Rahmatan Lil Alamin.

BacaJuga:

Polri Antisipasi Lonjakan Mudik Lokal dan Arus Balik Lebaran 2026

Idulfitri 2026: Menteri P2MI Ajak Stakeholder Perkuat Perlindungan Pekerja Migran

Mendagri Dampingi Presiden Rayakan Idul Fitri di Aceh Tamiang

“Dengan cara menguatkan pandangan terkait Islam yang “Shalil likulli zaman wa makan” sehingga menghasilkan ajaran Islam yang solutif, memberikan kemudahan dan dapat di implementasikan dengan baik pada setiap kondisi keadaan,” ujar Saeful Bahri dalam acara daring, Sabtu (31/7/2021).

Ia mengatakan, keterkaitan regulasi pemerintah dengan syariat Islam dalam membentuk peraturan di Indonesia tidak melanggar hukum perundang-undangan itu sendiri dan nilai-nilai keagamaan atau syariat Islam.

“Khotib harus memberikan pemahaman dalam dakwahnya untuk mengimplementasikan dan mensosialisasikan program pembangunan nasional dalam bidang keagamaan dan kemasyaraktan terutama dalam menanggulangi pandemi Covid-19,” terangnya.

Hal yang sama diungkapkan, Pengasuh Ma’had Arrohimiyyah Cengkareng dan Serang KH M Ishom El Saha. Dia mengatakan, pada masa pandemi Covid-19 para khotib perlu memakai kaidah ushul fiqih yaitu “Maa laa yudraku kulluh laa yudroku kulluh”.

“Jadi dalam menjalankan ibadah, tidak perlu untuk meninggalkan seluruhnya, akan tetapi dengan menyesuaikan kondisi yang ada, seperti memperbolehkan sholat Jumat dengan mematuhi protokol kesehatan (Prokes) yaitu menjaga jarak dan memakai masker,” tuturnya.

Dalam mengisi khutbah, menurutnya, Khotib harus berkualitas dan singkat (waktu 15 menit), dengan tetap memperhatikan syarat dan rukun salat Jumat. Sehingga materi yang di sampaikan dapat mudah di terima dan sah menurut syariat agama terutama pada situasi pandemi Covid-19.

“Khotib harus bisa memanfaatkan waktu 15 menit tanpa mengurangi kualitas isi khutbah,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Wasekjend MUI KH Arif Fachrudin mengatakan, Wasathi mengusulkan dan menggagas untuk mengadakan Kurikulumisasi Khutbah Jum’at. Bukan berarti seragamisasi.

“Kurikulumisasi ini dengan membuat silabus secara umum saja dan nanti disesuaikan dengan kebutuhan serta tantangan yang ada pada setiap daerah,” katanya.

Menurut Ketua Pembina Wasathi ini, dengan kurikulumisasi tersebut Khotib Jumat menjadi solutif dengan berbagai tantangan yang ada pada setiap lapis masyarakat di daerah. “Pemerintah dan ulama harus bersinergi dalam penanganan Covid-19 ini. Dengan cara pemerintah membuat regulasi yang mendukung pada pencegahan Covid-19 seperti pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan memberikan bantuan sosial,” terangnya.

Ia juga menuturkan, peran para ulama harus memberikan edukasi dalam setiap agenda ritual keagamaan untuk mematuhi aturan pemerintah. Karena inilah bentuk sinergisitas pemerintah dan ulama dalam penanggulangan Covid-19.

“Khutbah jumat harus bisa memberikan solusi di lingkungan sekitar. Ulama dan khotib harus berjalan bersama dengan pemerintah,” ucapnya. (nas)

Tags: covid-19EdukasiMUIProkesulama

Berita Terkait.

Polri Antisipasi Lonjakan Mudik Lokal dan Arus Balik Lebaran 2026
Nasional

Polri Antisipasi Lonjakan Mudik Lokal dan Arus Balik Lebaran 2026

Sabtu, 21 Maret 2026 - 20:41
Idulfitri 2026: Menteri P2MI Ajak Stakeholder Perkuat Perlindungan Pekerja Migran
Nasional

Idulfitri 2026: Menteri P2MI Ajak Stakeholder Perkuat Perlindungan Pekerja Migran

Sabtu, 21 Maret 2026 - 19:15
Mendagri
Nasional

Mendagri Dampingi Presiden Rayakan Idul Fitri di Aceh Tamiang

Sabtu, 21 Maret 2026 - 13:05
Bantuan
Nasional

Dompet Dhuafa Gulirkan Pasokan Logistik Bagi 500 Jiwa Penyintas Di Sudan

Sabtu, 21 Maret 2026 - 12:34
Mendes
Nasional

Mendes Ajak Kades di Kedurang Sukseskan Kopdes dan BUMDes

Sabtu, 21 Maret 2026 - 12:14
Presiden-RI
Nasional

Prabowo Salat Id di Aceh, Gibran di Masjid Istiqlal Jakarta

Sabtu, 21 Maret 2026 - 09:21

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2657 shares
    Share 1063 Tweet 664
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    829 shares
    Share 332 Tweet 207
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    813 shares
    Share 325 Tweet 203
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    753 shares
    Share 301 Tweet 188
  • Oknum TNI Ditangkap Usai Diduga Jual Senjata Organik ke Papua Nugini

    712 shares
    Share 285 Tweet 178
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.