• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Mengenal Jenis Hepatitis dan Penanggulangannya

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 28 Juli 2021 - 11:55
in Gaya Hidup
indoposco

Ilustrasi penyakit hepatitis. Foto: Antara/Shutterstock

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Hepatitis adalah penyakit menular yang dapat menyebabkan kematian, bahkan lebih dari satu juta jiwa meninggal setiap tahunnya karena virus ini.

Tema Hari Hepatitis Sedunia tahun ini adalah “Hepatitis Tidak Bisa Menunggu”, untuk menyampaikan seruan urgensi sebagai upaya membebaskan masyarakat dunia dari hepatitis pada 2030.

BacaJuga:

Coffee Pairing Jadi Strategi Baru Pelaku F&B Ciptakan Transaksi Lebih Bernilai

Dorong Fleksibilitas Produksi, Epson Perkenalkan Printer UV Flatbed SureColor V4000

Momen 10.10, ShopeePay Siapkan Beragam Promo untuk Kebutuhan Sehari-hari

Ada lima jenis hepatitis yang dikenal di dunia yakni A, B, C, D dan E. Kelima virus tersebut memiliki sejumlah perbedaan dalam penyebaran dan masalah kesehatan yang dihasilkannya.

Untuk lebih mengetahui tentang virus hepatitis, berikut ini adalah penjelasan mengenai jenis, penyebab, gejala dan pengobatan mengutip laman resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada Rabu.

Hepatitis A

Hepatitis A adalah infeksi hati yang dapat dicegah dengan vaksin yang disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV). HAV ditemukan dalam tinja dan darah orang yang terinfeksi.

Hepatitis A sangat menular. Ini menyebar ketika seseorang tanpa sadar menelan virus bahkan dalam jumlah mikroskopis- melalui kontak pribadi yang dekat dengan orang yang terinfeksi atau melalui makan- makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Gejala hepatitis A dapat bertahan hingga 2 bulan termasuk kelelahan, mual, sakit perut, dan penyakit kuning. Hepatitis A kebanyakan tidak akan menjadi penyakit jangka panjang.

Cara terbaik untuk mencegah hepatitis A adalah dengan mendapatkan vaksinasi.

Hepatitis B

Ini adalah infeksi hati yang dapat dicegah dengan vaksin yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Hepatitis B menyebar ketika darah, air mani, atau cairan tubuh lain dari orang yang terinfeksi virus masuk ke tubuh orang yang tidak terinfeksi.

Hal ini bisa terjadi melalui kontak seksual, berbagi jarum suntik, alat suntik, atau dari ibu ke bocah dikala lahir. Tidak semua orang yang baru terinfeksi HBV memiliki gejala, tetapi bagi mereka yang mengalaminya, gejalanya bisa berupa kelelahan, nafsu makan buruk, sakit perut, mual, dan penyakit kuning.

Bagi sebagian besar orang, hepatitis B adalah penyakit jangka pendek. Namun bisa juga menjadi infeksi kronis jangka panjang yang dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius, bahkan mengancam jiwa seperti sirosis atau kanker hati.

Risiko infeksi kronis terkait dengan usia saat terinfeksi. Sekitar 90 persen bayi dengan hepatitis B terus berkembang menjadi infeksi kronis, sedangkan orang dewasa yang terkena hepatitis B hanya 2-6 persen yang menjadi infeksi kronis.

Cara terbaik untuk mencegah hepatitis B adalah dengan mendapatkan vaksinasi.

Hepatitis C

Ini adalah infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Hepatitis C menyebar melalui kontak dengan darah dari orang yang terinfeksi.

Saat ini, kebanyakan orang terinfeksi virus hepatitis C dengan berbagi jarum suntik atau peralatan lain yang digunakan untuk menyiapkan dan menyuntikkan narkoba.

Untuk beberapa orang hepatitis C adalah penyakit jangka pendek, namun bagi yang lainnya akan menjadi infeksi kronis jangka panjang. Hepatitis C kronis dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang serius, apalagi mengancam jiwa seperti sirosis dan kanker hati.

Orang dengan hepatitis C kronis kebanyakan tidak memiliki gejala dan tidak merasa sakit. Jika gejala muncul, seringkali merupakan tanda penyakit hati lanjut.

Tidak ada vaksin untuk hepatitis C. Cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan menghindari perilaku yang dapat menyebarkan penyakit, terutama penggunaan narkoba jarum suntik.

Melakukan tes hepatitis C sangatlah penting, karena perawatan dini dapat menyembuhkan pasien dalam 8 sampai 12 minggu.

Hepatitis D

Hepatitis D juga dikenal sebagai “hepatitis delta” yang merupakan infeksi hati oleh virus hepatitis D (HDV). Hepatitis D hanya terjadi pada orang yang juga terinfeksi virus hepatitis B.

Hepatitis D menyebar ketika darah atau cairan tubuh lain dari orang yang terinfeksi virus masuk ke tubuh seseorang yang tidak terinfeksi. Hepatitis D bisa menjadi infeksi akut jangka pendek atau menjadi infeksi kronis jangka panjang.

Hepatitis D dapat menyebabkan gejala parah dan penyakit serius yang dapat menyebabkan kerusakan hati seumur hidup dan bahkan kematian. Orang dapat terinfeksi virus hepatitis B dan hepatitis D secara bersamaan atau dikenal sebagai” koinfeksi” atau terkena hepatitis D setelah pertama kali terinfeksi virus hepatitis B (dikenal sebagai” superinfeksi”).

Tidak ada vaksin untuk mencegah hepatitis D. Namun, pencegahan hepatitis B dengan vaksin hepatitis B juga melindungi terhadap infeksi hepatitis D.

Hepatitis E

Ini merupakan infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis E (HEV). HEV ditemukan dalam tinja orang yang terinfeksi.

Hepatitis E menyebar ketika seseorang tanpa sadar menelan virus- bahkan dalam jumlah mikroskopis. Di negara berkembang, orang paling sering terkena hepatitis E dari air minum yang terkontaminasi feses dari orang yang terinfeksi virus.

Di Amerika Serikat dan negara maju lainnya di mana hepatitis E jarang terjadi, seseorang bisa menderita sakit hepatitis E setelah makan daging babi mentah atau setengah matang, daging rusa, daging babi hutan, atau kerang.

Dulu, sebagian besar kasus di negara maju melibatkan orang yang baru saja bepergian ke negara- negara di mana hepatitis E biasa terjadi. Gejala hepatitis E dapat mencakup kelelahan, nafsu makan yang buruk, sakit perut, mual, dan penyakit kuning.

Namun, banyak orang dengan hepatitis E, terutama anak kecil, tidak menunjukkan gejala. Kecuali untuk hepatitis E kronis yang terjadi pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah. Kebanyakan orang akan pulih sepenuhnya dari penyakit tanpa komplikasi. Tidak ada vaksin untuk hepatitis E saat ini. (mg1)

Sumber: Antara

Tags: hepatitiskesehatan

Berita Terkait.

Bukan Cuma Makan Gratis, Menko PMK Buka Suara Soal PR Besar Sekolah di Bogor
Gaya Hidup

Coffee Pairing Jadi Strategi Baru Pelaku F&B Ciptakan Transaksi Lebih Bernilai

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:09
Dorong Fleksibilitas Produksi, Epson Perkenalkan Printer UV Flatbed SureColor V4000
Gaya Hidup

Dorong Fleksibilitas Produksi, Epson Perkenalkan Printer UV Flatbed SureColor V4000

Kamis, 8 Oktober 2026 - 04:44
shopee
Gaya Hidup

Momen 10.10, ShopeePay Siapkan Beragam Promo untuk Kebutuhan Sehari-hari

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:26
“Amazing 24: The Power of Comedy”, Pesta Komedi dan Kolaborasi Musik Spektakuler Meriahkan HUT ke-24 GTV
Gaya Hidup

“Amazing 24: The Power of Comedy”, Pesta Komedi dan Kolaborasi Musik Spektakuler Meriahkan HUT ke-24 GTV

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:44
Kabinet Makin Gemuk, Senator Tagih Bukti Efisiensi Prabowo
Gaya Hidup

Absolute Batman #23 Punya Cover Khusus Indonesia, Karya Yasmine Putri Diburu Kolektor

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:33
mobil
Gaya Hidup

Sokong Mobil Balap Kencang GEN4 Formula E, Bridgestone Buat Ban dari Sekam Padi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:28

OLAHRAGA

Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid
Olahraga

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Editor Ali Rachman
Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:23

INDOPOSCO.ID - Perjalanan menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 ternyata tidak dimulai saat mesin motor menderu di Pertamina Mandalika...

SelengkapnyaDetails
novendra

Novendra Priasmoro Berjaya, Percasi DKI Siapkan Skuad Terbaik untuk Kejurnas 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:13
PB FORKI

GGK Indonesia Diperkuat, PB FORKI Siapkan Program Bela Diri untuk Perempuan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:35
elkan

Elkan Baggott Usai Indonesia Juara: Kami adalah Raja Asia Tenggara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:07
timnas

Soal Bonus Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Kata Prabowo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:06

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2714 shares
    Share 1086 Tweet 679
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1212 shares
    Share 485 Tweet 303
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    973 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Pernyataan SBY Gugatan PHPU Salah Alamat, Analis: MK Bisa Nilai Keabsahan Pencalonan Gibran

    873 shares
    Share 349 Tweet 218
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.