• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Rupiah Melemah di Tengah Kekhawatiran Meluasnya Varian Delta

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 23 Juli 2021 - 19:52
in Ekonomi
Ilustrasi. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS. Foto: Antara

Ilustrasi. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS. Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan rupiah melemah di tengah kegelisahan pelaku pasar terhadap meluasnya varian Delta Covid-19.

Rupiah ditutup melemah 10 poin atau 0, 07 persen ke posisi Rp14. 493 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14. 483 per dolar AS.

BacaJuga:

Strategi Baru Kilang Cilacap: Jurus “Block Mode” Jaga BBM Aman saat Lebaran

Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah Diminta Siapkan Strategi Hemat BBM

Safari Ramadan PTBA Tebar Ribuan Bantuan, Perkuat Ikatan Perusahaan dan Masyarakat

Analis pasar uang Bank Mandiri Rully Arya saat dihubungi di Jakarta, Jumat (23/7) menjelaskan, selama pekan ini rupiah cenderung mengalami volatilitas yang tinggi dengan rentang Rp14. 480 per dolar AS hingga Rp14. 560 per dolar AS.

“Dua hal yang menjadi penopang rupiah saat ini. Dari sisi domestik, situasi ekonomi secara umum relatif normal, jika melihat dari surplus neraca perdagangan serta defisit neraca transaksi berjalan yang masih normal dan inflasi yang juga normal,” ucap Rully, dilansir Antara.

Sementara itu dari sisi global, lanjut Rully, perkembangan rupiah dan juga sebagian mata uang negara berkembang lainnya ditopang oleh kebijakan moneter bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) yang masih akomodatif serta likuiditas global yang masih cukup tinggi.

“Namun memang market disaat ini dengan sedang tingginya ketidakpastian akan dampak pandemi serta kekhawatiran gelombang pandemi yang baru dari varian Delta dan ada kecenderungan pergerakan ke arah flight to quality, menyebabkan dolar AS masih cukup kuat dibanding beberapa mata uang utama lainnya,” tutur Rully.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar terhadap mata uang utama lainnya saat ini terletak di level 92, 911, naik dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yaitu di posisi 91,822.

Sedangkan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun saat ini berada di level 1,293 persen, naik dibandingkan posisi penutupan sebelumnya 1,267 persen.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14. 500 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.489 per dolar AS hingga Rp14.508 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat menguat ke posisi Rp14.501 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.508 per dolar AS. (mg2)

Tags: nilai tukar rupiahrupiah

Berita Terkait.

Perwira
Ekonomi

Strategi Baru Kilang Cilacap: Jurus “Block Mode” Jaga BBM Aman saat Lebaran

Selasa, 17 Maret 2026 - 18:48
SPBU
Ekonomi

Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah Diminta Siapkan Strategi Hemat BBM

Selasa, 17 Maret 2026 - 18:28
PTBA
Ekonomi

Safari Ramadan PTBA Tebar Ribuan Bantuan, Perkuat Ikatan Perusahaan dan Masyarakat

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:25
Penelitian
Ekonomi

Manfaatkan Fasilitas Bebas Cukai, PT Kharisma Serasi Jaya Tembus Ekspor ke Kamboja

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:34
DL
Ekonomi

PDC Dorong Transformasi Digital melalui QT-PIE #9

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:23
pertamina
Ekonomi

Produksi Minyak Limau Field Melonjak, Zona 4 Tancap Gas Awal 2026

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:37

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    1749 shares
    Share 700 Tweet 437
  • Dinilai Sakit Jiwa Fans ENHYPEN Dikecam karena Rencana Aksi Gangguan Terkait Hengkangnya Heeseung

    803 shares
    Share 321 Tweet 201
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    732 shares
    Share 293 Tweet 183
  • Ingin Urus Sertifikat Saat Cuti Bersama, Ini Jam Operasional di BPN Kabupaten Bekasi

    686 shares
    Share 274 Tweet 172
  • Sejak Usia 4 Tahun Kenalin Tata Surya, 5 Kali Raih Juara Olimpiade Sains Nasional

    957 shares
    Share 383 Tweet 239
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.