• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Respons Hidung

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Kamis, 22 Juli 2021 - 05:05
in Disway
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

INDOPOSCO.ID – Dari begitu banyak reaksi soal ”Cuci Hidung” (Disway, 19 Juli 2021: Protokol Rakyat), ada tulisan seorang dokter ahli THT (Telinga Hidung Tenggorokan) yang cukup panjang. Tulisan itu dikirim ke saya lewat Ketua IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Surabaya: Dr dr Brahmana.

BacaJuga:

Pengusaha Pilihan

Weda Bay

Bali Lombok

Nama ahli THT itu Budi Sutikno. Saya membacanya dengan teliti. Ia sangat kompeten. Ia spesialis THT-KL, konsultan rinologi.

Dokter Budi juga mengajar di Departemen Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Jawa Timur. Juga, berdinas di RSUD dr Soetomo, Surabaya.

Maka, saya pun memperhatikan respons itu. Dan menggunakannya untuk tulisan hari ini.

”Protokol Rakyat cuci hidung dengan larutan garam fisiologis itu telah dikenal dan digunakan sejak zaman Hindu kuno,” tulis dr Budi. Sebutannya jala neti. Yaitu, larutan garam fisiologis yang dimasukkan ke salah satu lubang hidung dengan bantuan teko kecil.

Itu disebut garam fisiologis karena konsentrasi larutan garam setara (isotonis) dengan konsentrasi cairan tubuh: praktis berada di konsentrasi garam 0,9 persen.

Konsentrasi kurang dari itu (hipotonis) berpotensi merusak selaput lendir (hidung). Konsentrasi lebih dari itu (hipertonis) berpotensi merusak selaput lendir secara reversible (sementara). Bisa juga irreversible (permanen) seiring dengan meningkatnya konsentrasi.

”Penggunaan cuci hidung seperti itu juga telah dipakai di dunia medis,” tulis dr Budi. Itu didukung banyak penelitian ilmiah. Itu bagian dari upaya menjaga kesehatan hidung dari penyakit-penyakit flu, infeksi saluran napas atas, dan sebangsanya.

”Pasien sinusitis yang menderita alergi hidung atau pascaoperasi hidung juga memakai cara itu,” tulis dr Budi.

Itu, katanya, telah bertahun-tahun dijalankan. Bukan baru dalam dua tahun terakhir.

Menurut dr Budi, pasien Covid-19 bisa diasumsikan mendapat manfaat dari pola hidup sehat tersebut. ”Namun, hingga saat ini, WHO (World Health Organization atau Badan Kesehatan Dunia) belum menyatakan bahwa penggunaan cuci hidung dengan larutan garam fisiologis dapat menyembuhkan infeksi Covid-19,” katanya.

Semua komentar dr Budi itu dibenarkan drh Indro, si ‘penemu’ Protokol Rakyat. ”Memang bukan saya yang menemukan NaCl kadar 0,9,” ujar drh Indro. ”Saya menemukan cara melepas virus Covid-19 dari mukosa di hidung dengan NaCl 0,9,” tegas drh Indro.

Ada juga reaksi yang mengingatkan saya: drh Indro itu sudah bukan anggota Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI). Lalu, melampirkan surat Pengurus Besar (PB) PDHI tentang keanggotaan itu. Juga, yang menyatakan bahwa pendapat drh Indro adalah tanggung jawab pribadinya.

Kepada pengirimnya itu, saya jawab dengan guyon: orang seperti drh Indro tidak peduli dengan segala macam formalitas seperti itu. Jangankan keanggotaan. Gelar S-2 dari University of Adelaide saja tidak ia ambil.

Yang Indro pedulikan hanya rokok. Sejak di SMAN 3 Semarang, Jawa Tengah, ia sudah merokok. Katanya: ketularan teman sekolah. Sampai sekarang.

Di musim Covid ini pun istrinya tetap mengizinkan Indro merokok. Agar bahagia. Agar imunnya naik.

Itu kata-kata istrinya sendiri. Yang kelihatannya ikut nimbrung bicara di telepon sang suami. Sang istri, sesama mahasiswa kedokteran hewan UGM (Universitas Gajah Mada) Yogyakarta, masih terdengar bicara sambil mendekat ke HP sang suami: Mas Indro itu pemberontak!

Dia wanita Jogja. Dari Parangtritis.

Saya pun membesarkan hati Indro –setengah meledeknya: banyak orang yang sedang olahraga meninggal, tapi belum ada orang yang sedang merokok meninggal.

”Kalau merokoknya di tengah jalan, ya pasti meninggal juga, Pak,” jawabnya.

Dokter hewan Indro ingin menegaskan: ia tidak pernah mengeklaim garam krosok sebagai obat virus. Yang ia sebar luaskan adalah: garam krosok dengan konsentrasi 0,9 persen bisa melepaskan virus dari mukosa di hidung.

Dengan demikian, virus tersebut tidak akan masuk ke paru-paru atau organ lain.

Dokter hewan Indro juga menegaskan, ”Kalau virus sudah telanjur melewati hidung, protokol rakyat itu sudah tidak berguna.”

Untuk melahirkan protokol rakyat itu, Indro berbulan-bulan di laboratorium (lab). Bacalah catatannya di bawah ini. Ia sendiri menyebut protokol rakyat itu sebagai rumus konyol. Menarik. Terutama bagi yang suka tenggelam di lab:

Semua berawal setelah kami bekerja empat bulan di dalam lab. Kami berhasil menumbuhkan virus Covid-19 di sel vero. Kami sangat gembira saat itu.

Setelah itu, kegembiraan tersebut langsung berubah menjadi kebingungan: kami TIDAK BISA melepaskan ikatan virus dengan sel vero itu. Virus+hancuran sel MENEMPEL sangat erat di dasar tabung tissue culture flask.

Dalam kondisi normal, ikatan virus ke sel vero bisa dengan mudah dilepas. Yakni dengan menggunakan metode COLD SHOCK: tabung dibekukan di suhu -80°C, lalu dicairkan kembali. Sebanyak tiga kali. Kami pun melakukan itu. Tapi, metode tersebut tidak berhasil. Virus dan sel tetap menempel. Tidak bisa dilepas.

Kami menghabiskan tiga bulan lagi begadang di lab. Kami pun mencoba menggunakan listrik 20 V. Tidak berhasil. Kami coba gunakan enzim. Juga gagal. Kami coba tripsin. Tetap tidak mau lepas.

Di saat di ujung stres, saya jalan kaki berkeliling perumahan. Lalu, nongkrong di bekas pemancingan. Saya pun merokok. Sendirian. Seperti orang gila.

Tiba-tiba saya ingat: dasar tabung tissue culture flask itu kan di-coating dengan ion (+). Sehingga jika virus memiliki muatan (-) yang besar, virus akan menempel kuat di dasar tabung flask.

Berarti untuk melepas virus itu saya harus menggunakan reagen khusus. Yakni yang memiliki ikatan ionik (+) & (-) sekaligus. Itu untuk mengganggu kestabilan ikatan virus dengan sel di dasar tabung flask.

Pilihan pertama saya menggunakan cairan NaCl 0,9 persen (NaCl fisiologis). Itu karena dia memiliki ikatan (+) & (-) sekaligus. Saya merendam dan membilas flask berisi tempelan virus itu menggunakan NaCl 0,9 persen.

Pada setiap bilasan saya ukur loading virus di dasar flask. Dua kali saya menggunakan mikroskop untuk mengecek cell scrapper dan sisa hancuran sel yang berisi virus.

Loading virusnya saya cek dengan menggunakan RT-PCR dengan 4 primer (green = primer E, orange = primer RdRp, red = primer N, & yellow = Internal Control).

Bilasan pertama (PCR A1 + A2) range CTV virus 28–38. Di bilasan kedua (PCR B1 + B2) range CTV virus 32->40. Berarti sudah negatif. Pada bilasan ketiga (PCR C1 + C2) range CTV virus 43. Negatif

Bilasan keempat (PCR D1 + D2) range CTV semua negatif. (video akhir menunjukkan debris sel dan virus yang terlepas setelah bilasan ketiga).

Metode pemberian NaCl terbukti berhasil melepaskan virus dari sel. Sehingga kami bisa melanjutkan penelitian dan propagasi virus.

Kemudian sebuah ide terlintas, jika NaCl 0,9 persen bisa melepas ikatan virus-sel apakah mungkin bisa dilakukan sebagai aplikasi lapangan untuk membantu mencegah paparan virus di rongga hidung.

Kemudian, kami melakukan uji coba menggunakan cairan infus sodium chloride (NaCl 0,9 persen) yang ada di pasaran. Itu saya cobakan mencuci hidung + kumur untuk kawan-kawan yang ter-swab PCR positif.

Hasilnya sangat menggembirakan: kawan-kawan bisa melepaskan virus setelah melakukan cuci hidung + kumur sehari 3x selama tiga sampai empat hari. Saat diuji ulang swab PCR menjadi negatif. Itu berarti, ada harapan bisa mencegah paparan virus. Dengan demikian akan membantu mencegah infeksi virus ke dalam tubuh.

Masalah belum berhenti di situ. Beberapa kawan mengaku: hasil PCR tetap positif. Setelah kami cek, banyak yang memakai cairan infus NaCl 0,9 persen palsu.

Akhirnya, pilihan kami jatuh pada garam krosok. Yang mengandung garam murni. Garam non-yodium. Masalahnya, bagaimana rakyat bisa menakar NaCl 0,9 persen dari garam krosok.

Kami pun berpikir. Merokok lagi enam bungkus. Muncullah ide ini: kita bisa membuat larutan garam 10 gram + 1 liter air = NaCl 1 persen & 10 gram garam krosok = satu sendok makan munjung.

Maka, kami segera membuat larutan garam satu persen menggunakan garam krosok yang murah, meriah, dan mudah dibuat oleh seluruh rakyat di semua golongan pendidikan.

Hingga saat ini, rumus protokol rakyat itu sudah membantu jutaan orang terhindar dari stigma positif pembawa penyakit.

Kami tidak pernah menghitung berapa yang sudah terbantu. Kami juga tidak peduli dengan hak cipta. Atau apa pun. Yang kami pedulikan hanya dua hal: membuat temuan yang bermanfaat untuk rakyat dan membantu negara mengatasi wabah virus.

Kami tetap bekerja dan tetap melakukan penelitian. Kami juga tetap selalu membantu rakyat atas nama kemanusiaan dan persaudaraan.

Logika mengalahkan kepanikan. Pengetahuan mengalahkan ketakutan.

***

Begitulah tulisan drh Indro. Ternyata ia juga bisa menulis bagus. Hanya, katanya, selama menulis itu harus menghabiskan dua pak rokok.

Sampai-sampai, sebagai orang yang antirokok, saya risi. Apalagi kalau melihat videonya yang secara tidak langsung seperti menganjurkan rokok itu.

Pengin sekali saya tidak mau memuat tulisan perokok ini. Tapi, selalu ada alasan bagi perokok untuk tetap merokok. (*)

Tags: disway

Berita Terkait.

Kanan Dalam
Disway

Pengusaha Pilihan

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Weda Bay

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Bali Lombok

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Rocky Gerung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Polsek Baru

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Jumling Suyudi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:00

OLAHRAGA

Banjir Bandang Padang, Puan Desak Perlindungan Pengungsi hingga Pemulihan Ekonomi Warga Terdampak
Olahraga

Andra Soni Lepas Atlet Disabilitas Banten ke Ajang Nasional: Kalian Inspirasi Kita Semua

Editor Laurens Dami
Senin, 12 Oktober 2026 - 17:55

INDOPOSCO.ID — Momen haru dan penuh semangat mewarnai pelepasan kontingen Special Olympics Indonesia (SOIna) Provinsi Banten. Gubernur Banten Andra Soni...

SelengkapnyaDetails
Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:17
Bank Mandiri Borong Gelar Liga Jasa Keuangan 2026, Tim Putri Cetak Threepeat

Bank Mandiri Borong Gelar Liga Jasa Keuangan 2026, Tim Putri Cetak Threepeat

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:10
Dari Morbidelli hingga Veda Ega, Panggung Pertamina Jadi Magnet Penggemar MotoGP

Dari Morbidelli hingga Veda Ega, Panggung Pertamina Jadi Magnet Penggemar MotoGP

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:28
Kapolri Mutasi Jajaran Polda Banten, Ini Daftar Lengkapnya

Bukan Sekadar Rebut Gelar, Turnamen Biliar FWUMKM Perkuat Sinergi Wartawan dan Pemerintah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:34

BERITA POPULER

  • Sinergi Bea Cukai-Bareskrim Berbuah Manis, 5 Kg Sabu Berhasil Diamankan di Bogor

    Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1063 shares
    Share 425 Tweet 266
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    927 shares
    Share 371 Tweet 232
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    983 shares
    Share 393 Tweet 246
  • Pernyataan SBY Gugatan PHPU Salah Alamat, Analis: MK Bisa Nilai Keabsahan Pencalonan Gibran

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.