• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Bakar Sate dengan Aman di Masa Pandemi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 19 Juli 2021 - 12:07
in Nasional
Bakar Sate Massal Jombang Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng membakar sate massal di halaman Ponpes Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (24/9). Tradisi bakar sate massal itu dilakukan setiap hari raya Iduladha, untuk mempererat rasa kebersamaan di antara para santri Ponpes Tebuireng dalam merayakan kebahagian Idul Kurban. Foto: Antara Jatim/Syaiful Arif/zk/15

Bakar Sate Massal Jombang Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng membakar sate massal di halaman Ponpes Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (24/9). Tradisi bakar sate massal itu dilakukan setiap hari raya Iduladha, untuk mempererat rasa kebersamaan di antara para santri Ponpes Tebuireng dalam merayakan kebahagian Idul Kurban. Foto: Antara Jatim/Syaiful Arif/zk/15

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Tak terasa sebentar lagi umat Islam kembali merayakan Iduladha yang diperkirakan jatuh pada Selasa (20/ 7).

Ini juga kedua kalinya diselenggarakan di tengah-tengah pandemi.

BacaJuga:

JTT Perkuat Layanan Mudik, Ratusan Petugas “On Call” Siap Tangani Darurat

Lebaran Tanpa Pulang: Komitmen Perwira Pertamina di Garda Energi

Mudahkan Mustahik, Masyarakat Diajak Bayar Zakat Fitrah Secara Online

Beda dengan pada 2020, Iduladha kali ini di tengah-tengah gelombang penularan Covid-19 yang begitu tinggi sehingga membuat pemerintah memberlakukan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Pertanyaannya, amankah menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban di masa PPKM Darurat?

Bahkan masyarakat pun berharap masih bisa membakar sate di tengah pandemi.

Terkait hal itu, Pemprov DKI Jakarta sudah mengeluarkan panduan untuk penyelenggaraan penyembelihan hewan kurban di masa PPKM Darurat, termasuk kebijakan untuk Salat Iduladha dari rumah.

Anggota DPR DKI Jakarta, M. Taufik Zoekifli mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir untuk menyembelih hewan kurban di masa PPKM Darurat, panduan terkait hal itu sudah tersedia.

Menurutnya, tersedianya hewan kurban justru mampu menggerakkan ekonomi atau bahkan membantu masyarakat di tengah- tengah tekanan akibat pandemi Covid-19.

Taufik mengatakan sudah dua kali menyelenggarakan kurban selama pandemi sebenarnya tidak ada hal yang berubah, masyarakat dapat berpegang kepada panduan yang dikeluarkan Kementerian Agama RI dan juga rambu-rambu melalui instruksi No. 43 tahun 2021 dan seruan No. 11 tahun 2021.

Agar aman, masyarakat dapat memotong hewan kurban di rumah potong hewat (RPH) yang banyak tersebar di Jakarta.

Namun, apabila tidak memungkinkan dapat dilaksanakan di luar RPH, namun dengan berbagai persyaratan.

Lokasi menurut Taufik bukan di lingkungan yang padat penduduk, kemudian tidak diperkenankan untuk terjadinya kerumunan, petugas yang memotong hewan kurban harus dipastikan bebas Covid-19.

Caranya, bisa dengan melakukan tes dan memeriksa suhu tubuh, termasuk alat-alatnya dipastikan steril.

“Saya memastikan masyarakat masih dapat membuat sate dengan aman,” kata Taufik, dikutip dari Antara, Ahad (18/7).

Tebar daging

Sedangkan menurut Ketua Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa 2021, Ahmad Faqih Syarafaddin mengatakan, di tengah pandemi bukan hanya masyarakat yang mengalami kesulitan, tetapi juga peternak-peternak di daerah untuk menjual hewan ternaknya.

Kemudian yang juga menjadi persoalan dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban merupakan masalah pendistribusian. Seperti diketahui usai dipotong daging akan dibagi-bagikan baik kepada pekurban maupun masyarakat yang membutuhkan.

Persoalan dalam pelaksanaan kurban setiap tahunnya adalah pendistribusian daging yang tidak merata. Ada daerah-daerah yang surplus tetapi ada juga yang minus/defisit.

Hal itu menjadi catatan bagi Dompet Dhuafa sehingga dibuatlah unit tebar hewan kurban.

Kendala lain untuk daerah yang masih defisit adalah aksesnya yang sulit dijangkau sehingga kehadiran Dompet Dhuafa di sini dapat menjembatani untuk menjangkau saudara-saudara yang membutuhkan.

Dengan tebar hewan kurban, Dompet Dhuafa ingin menjembatani peternak di Indonesia juga, pekurban serta pendistribusian kepada masyarakat-masyarakat yang membutuhkan.

Di DKI sendiri, Faqih memperkirakan terdapat 22 ribu ton daging kurban pada Iduladha kali ini, satu rumah diperkirakan mendapat 5 sampai 10 kantong daging yang berarti dapat dikonsumsi dalam waktu tiga bulan ke depan, tetapi ada pula daerah-daerah yang masih defisit sampai dengan 4.000 ton.

Dengan demikian, menjadi kewajiban bagi Dompet Dhuafa untuk menjangkau daerah-daerah yang selama ini masih defisit hewan kurban.

Ditiadakan

Seperti diketahui perayaan Iduladha tahun ini masih dirayakan di tengah pandemi Covid-19 sehingga semua kegiatan keagamaan termasuk Shalat Iduladha terpaksa ditiadakan dan prosesi penyembelihan korban harus dilakukan dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19.

Kondisi demikian membuat Iduladha tidak bisa dirayakan dengan berkumpul bersama keluarga dan teman-teman karena adanya PPKM Darurat.

Namun hal ini dapat disiasati dengan teknologi internet sehingga jalinan silaturahmi juga tetap terjaga. Untuk pendistribusian daging juga dapat memanfaatkan layanan daring yang aplikasinya banyak tersedia.

Ahmad Faqih Syarafaddin menambahkan, dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban harus memperhatikan tiga hal pokok, yaitu, kesehatan dari hewan yang akan dikurbankan, proses penyembelihan hewan kurban dan distribusi daging hewan kurban kepada mustahiq.

Menurut Faqih, kurban merupakan momen yang spesial. Karena dengan adanya kurban, orang yang tidak bisa menikmati daging, maka pada hari Iduladha jadi bisa menikmati daging.

“Apalagi pada pandemi ini, distribusi hewan kurban menjadi lebih banyak secara volume, dan lebih luas secara wilayah. Sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, untuk tahun ini pihaknya menargetkan tebar 52 ribu hewan kurban ke pelosok nusantara hingga negara konflik Palestina.

Target tersebut berdasarkan perhitungan sebaran produksi populasi peternakan- peternakan Dompet Dhuafa di 11 titik sentra ternak di seluruh Indonesia.

Selain itu, pihaknya juga memiliki mitra-mitra peternak di setiap daerah untuk membantu memasok hewan kurban, sekaligus membantu peternak yang kurang mampu.

Justru karena pandemi terjadi, maka Dompet Dhuafa harus bekerja lebih keras untuk memastikan kurban berjalan dengan sangat baik.

“Harus benar-benar bisa memanfaatkan sedikit kesempatan yang ada untuk meringankan beban masyarakat,” jelas Faqih.

Pada kesempatan yang sama, IDEAS Manager PT Asianagro Agungjaya, Fajar Marhaendra menambahkan, Iduladha identik dengan kurban maka pihaknya memberikan beberapa tips pengolahan makanan lebih sehat.

Karena kalau terlalu berlebihan memakan olahan daging pada Iduladha, bisa jatuh sakit, imun turun dan lebih berisiko terpapar virus Covid-19.

Biasanya, saat Hari Raya Iduladha masyarakat Indonesia mengolah makanan yang mengandung lemak tinggi, seperti daging kambing. Kalau daging tersebut diolah sesuai dengan kaedah tertentu tidaklah masalah.

Agaknya ini menjadi penting agar masyarakat dapat mengolah daging kurban dengan bijak dengan tidak terlalu berlebihan yang justru membuat sakit.

Mengingat di tengah pandemi sekarang ini rumah sakit masih penuh untuk penanganan pasien Covid-19.

Mari bijak menikmati sate atau jenis makanan olahan kurban lainnya tahun ini karena situasi masih pandemi. (mg3)

Tags: bakar sateIduladhaidulqurbanpandemi covid-19

Berita Terkait.

Personel-JTT
Nasional

JTT Perkuat Layanan Mudik, Ratusan Petugas “On Call” Siap Tangani Darurat

Kamis, 19 Maret 2026 - 02:45
Perwira
Nasional

Lebaran Tanpa Pulang: Komitmen Perwira Pertamina di Garda Energi

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:22
Beras
Nasional

Mudahkan Mustahik, Masyarakat Diajak Bayar Zakat Fitrah Secara Online

Rabu, 18 Maret 2026 - 22:11
BRI-Peduli
Nasional

Berbagi Makna untuk Indonesia, BRI Gelar Kegiatan Santunan bagi 8.500 Anak Indonesia dan Tegaskan Komitmen Peduli Negeri

Rabu, 18 Maret 2026 - 21:40
Dudy
Nasional

“one way” Trans Jawa Disambut Antusias, Pemudik Optimistis Cepat Sampai

Rabu, 18 Maret 2026 - 21:00
Aher
Nasional

PermenPANRB 19/2025 Terbit, Komisi II Tegaskan Sistem Merit Kunci Birokrasi Profesional

Rabu, 18 Maret 2026 - 20:19

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2376 shares
    Share 950 Tweet 594
  • Dinilai Sakit Jiwa Fans ENHYPEN Dikecam karena Rencana Aksi Gangguan Terkait Hengkangnya Heeseung

    804 shares
    Share 322 Tweet 201
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Oknum TNI Ditangkap Usai Diduga Jual Senjata Organik ke Papua Nugini

    699 shares
    Share 280 Tweet 175
  • Ingin Urus Sertifikat Saat Cuti Bersama, Ini Jam Operasional di BPN Kabupaten Bekasi

    695 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.