• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

BRIvolution 2.0, Transformasi BRI untuk Bertahan dan Tumbuh di Masa Datang

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Minggu, 18 Juli 2021 - 14:23
in Ekonomi
Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sunarso, pada acara webinar CEO Talk yang mengambil tema “Cracking The Transformation Secret”, Kamis (15/7).

Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sunarso, pada acara webinar CEO Talk yang mengambil tema “Cracking The Transformation Secret”, Kamis (15/7).

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ledakan pandemi saat ini di Indonesia, memberikan dampak perekonomian yang berbeda dibandingkan dengan krisis-krisis ekonomi yang pernah terjadi sebelumnya. Tahun 1998, Indonesia diterpa krisis multidimensi yang mempengaruhi pasar keuangan, ekonomi, sosial dan politik. Hal ini mengakibatkan rupiah melemah 540% dan banyak usaha korporasi melemah.

Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sunarso menjelaskan, krisis ekonomi karena pandemi kali ini berbeda dengan masalah ekonomi pada 1998, 2008, atau 2013 lalu. Krisis ekonomi 1998 dipicu nilai tukar di Korea Selatan, masuk ke Asia Tenggara dan memukul Indonesia.

BacaJuga:

KPK Kembalikan Eks Menag Yaqut ke Rutan, MAKI: Jangan Main-Main!

Menkomdigi Ungkap Kecepatan Internet Bali Capai 105 Mbps

Pengabdian Tahun Ketiga, MIND ID Perluas Peran Indonesia dan kontribusi Global

Pada 2008 krisis terjadi di Amerika Utara dan Eropa yang dipicu kegagalan korporasi di Amerika Serikat untuk membayar kewajibannya. Hal itu berpengaruh terhadap suku bunga, besaran inflasi dan nilai tukar.
Adapun pada 2013 krisis dipicu kegagalan di Eropa yang berpengaruh juga pada inflasi, nilai tukar, suku bunga dan yang paling terdampak adalah korporasi.

Pada 2020 krisis merata di seluruh dunia yang disebabkan pandemi. Non performing loan (NPL) naik terutama pada nasabah di segmen pelaku UMKM. Di sisi lain, UMKM adalah tulang punggung BRI.

Hal tersebut dijelaskan oleh Sunarso pada acara webinar CEO Talk yang mengambil tema “Cracking The Transformation Secret”, Kamis (15/7). Acara webinar CEO Talk yang diselanggarakan oleh Indonesia Finance Learning Institute tersebut merupakan langkah kolaborasi learning center dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor keuangan dibawah binaan Kementerian BUMN.

Sunarso mengatakan, pada 2016 pihaknya sudah merancang strategi untuk menjaga pertumbuhan perseroan melalui konsep besar BRIvolution 1.0. Program tersebut diuji coba pada 2017 dan telah dilaksanakan sejak tahun 2018.

BRI menyadari bahwa pada saat ini rata rata umur perusahaan kelas dunia (S&P 500) menurun dari tahun ke tahun, dan pada tahun 2025 rata rata umur perusahaan hanya 12 – 15 tahun. Salah satu faktor utama pendorong perubahan yakni kecepatan perkembangan teknologi yang mengalahkan kecepatan perubahan individu manusia, organisasi bisnis dan pemerintahan.

“Oleh karenanya semua perusahaan, termasuk BRI harus waspada agar tidak masuk dalam tahap tahap kemunduran. Strateginya yakni dengan melakukan transformasi,” urai Sunarso.

Saat itu, berlandaskan BRIvolution 1.0 pihaknya ingin mencapai target The Most Valuable Bank in Southeast Asia dan Home to The Best Talent. Namun, sejak awal 2020 masalah pandemi Covid-19 mulai melanda Indonesia. Tak ayal krisis ekonomi yang dipicu masalah kesehatan itu memukul perekonomian dunia termasuk Indonesia.

“Itu (UMKM, red) yang dulu tidak kena krisis sekarang kena krisis. Maka kita harus me-review transformasi kita. BRIvolution 1.0 itu menjadi BRIvolution 2.0. Kami tetapkan mulai 2020,” ujarnya.

Hal tersebut mengubah kebijakan jangka pendek manajemen BRI yang kemudian menetapkan business follow stimulus. Sebabnya, kata Sunarso, ekonomi yang terpukul pandemi sangat mengandalkan stimulus dari Pemerintah. Di sisi lain, BRI terus memperkuat fundamental bisnis untuk tumbuh.

Visi besar BRI pun turut diubah menjadi The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia & Champion of Financial Inclusion. Pihaknya sadar hadirnya tantangan ini mendorong BRI harus semakin melibatkan seluruh komponen anak perusahaan.

Fokus bank dengan jejaring terluas di Tanah Air tersebut akan dikembalikan pada khittahnya di segmen UMKM termasuk usaha Ultra Mikro (UMi). Champion of Financial Inclusion pun dimaksudkan untuk menjaga pertumbuhan berkesinambungan BRI. Pihaknya mencari sumber pertumbuhan baru dengan prinsip go smaller, dengan fokus pada usaha kecil.

Tentunya dengan tenor pendek sesuai kebutuhan atau go shorter. BRI pun memperkuat digitalisasi layanan jasa keuangannya atas prinsip go faster, sehingga prinsip go cheaper atau berbiaya murah dan efisien tercipta.

“Maka Champion of Financial Inclusion kita terjemahkan sebagai BRI harus mampu melayani rakyat sebanyak mungkin, nasabah sebanyak mungkin, dengan biaya semurah mungkin,” tuturnya. (adv)

Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sunarso, pada acara webinar CEO Talk yang mengambil tema “Cracking The Transformation Secret”, Kamis (15/7).

Tags: briBRIvolution 2.0Strategi Perusahaantransformasi

Berita Terkait.

KPK Kembalikan Eks Menag Yaqut ke Rutan, MAKI: Jangan Main-Main!
Ekonomi

KPK Kembalikan Eks Menag Yaqut ke Rutan, MAKI: Jangan Main-Main!

Selasa, 24 Maret 2026 - 22:14
Menkomdigi
Ekonomi

Menkomdigi Ungkap Kecepatan Internet Bali Capai 105 Mbps

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:13
Pengabdian Tahun Ketiga, MIND ID Perluas Peran Indonesia dan kontribusi Global
Ekonomi

Pengabdian Tahun Ketiga, MIND ID Perluas Peran Indonesia dan kontribusi Global

Selasa, 24 Maret 2026 - 10:42
Emas-Batangan
Ekonomi

Selasa Ini Harga Emas Antam Tak Bergerak Tetap Rp2,843 juta/gr

Selasa, 24 Maret 2026 - 10:02
fb
Ekonomi

Haisawit dan BPDP Perkuat Kapasitas UMKM Desa Wisata Melalui Produk Turunan Sawit

Senin, 23 Maret 2026 - 16:22
PHI
Ekonomi

Jaga Ketahanan Energi, Ribuan Pekerja PHI Tetap Siaga Selama Libur Idulfitri 2026

Senin, 23 Maret 2026 - 14:16

BERITA POPULER

  • DPRD DKI Ingatkan Pendatang Baru: Jangan ke Jakarta Hanya Modal Nekat

    Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    975 shares
    Share 390 Tweet 244
  • BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2671 shares
    Share 1068 Tweet 668
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    703 shares
    Share 281 Tweet 176
  • Polri Naikkan Pangkat 47 Perwira, Ini Daftar Jenderal Baru

    664 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.