• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Pemikiran Bung Hatta Merupakan Wawasan Berharga Pengembangan Koperasi

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 13 Juli 2021 - 09:21
in Ekonomi
indoposco

Menkop UKM Teten Masduki dalam acara webinar Bedah Buku Karya Lengkap Bung Hatta “Gerakan Koperasi dan Perekonomian Rakyat" yang diselenggarakan Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Senin (12/7/2021).

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sebagai Bapak Koperasi Indonesia, Bung Hatta memiliki banyak gagasan yang perlu dikaji dalam relevansinya dengan perkembangan koperasi saat ini. Pemikiran Bung Hatta memberi wawasan berharga bagaimana idealnya koperasi dibangun dan dikembangkan.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pada acara webinar Bedah Buku Karya Lengkap Bung Hatta “Gerakan Koperasi dan Perekonomian Rakyat” yang diselenggarakan Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Senin (12/7/2021).

BacaJuga:

Pemerintah Klaim Harga Kedelai Impor Masih Terkendali di Bawah Harga Acuan

Perkuat Rantai Pasok Biomassa, PLN EPI Ajak Pengusaha Daerah Kelola Sampah Jadi Barang Bernilai Ekonomis

PLN Icon Plus Tawarkan Solusi Digital dan Energi Hijau untuk Industri Hulu Migas

Menurut Teten, tulisan Bung Hatta banyak membahas tentang individualitas dan solidaritas, sebagai esensi dari koperasi. Yakni, upaya bagi orang/individu memberdayakan dirinya sendiri (self help) melalui kerja sama (berko-operasi), dan memiliki solidaritas tinggi antara satu dengan yang lain.

“Koperasi memiliki karakteristik khas sebagai suatu sistem nilai, falsafah, dan organisasi yang bekerja untuk mewujudkan kesejahteraan bagi anggotanya meskipun banyak permasalahan yang timbul, baik dari sisi tata kelola organisasi, usaha, ataupun bisnis,” papar MenkopUKM.

Bagi Teten, pemikiran Bung Hatta menekankan bahwa koperasi tidak hanya berperan sebagai lembaga ekonomi, namun juga sebagai lembaga pendidikan yang salah satunya terkait pendidikan antikorupsi bagi anggota.

“Semangat berkoperasi ditranslasikan sebagai bentuk resistensi terhadap praktik individualisme dan kapitalisme. Di mana dalam usaha koperasi, prinsip kekeluargaan dan gotong royong menjadi dasar guna mencapai kesejahteraan bersama,” tegas Teten.

Namun, seiring waktu, Teten mengakui bahwa banyak pemasalahan yang dihadapi koperasi sehingga cita-cita untuk mewujudkan koperasi sebagai sokoguru ekonomi Indonesia belum tercapai.

“Karena koperasi belum sepenuhnya menjadi pilihan utama kelembagaan ekonomi rakyat,” tandas Teten.

Untuk itu, lanjut Teten, perlu peningkatan partisipasi anggota, indeks pembangunan manusia, dan ekosistem usaha yang mendukung agar koperasi menjadi lembaga usaha pilihan masyarakat.

Seperti diketahui, partisipasi masyarakat Indonesia untuk menjadi anggota koperasi masih rendah dengan hanya sebesar 8,41%, masih di bawah rata-rata dunia yang mencapai 16,31%.

Meskipun ada juga daerah yang tingkat partisipasinya tinggi seperti di Provinsi NTT yang penduduknya sudah mencapai 50% dah juga Provinsi Kalimantan Barat.

“Saya ingin mengajak LP3ES untuk meneliti mengapa di Provinsi NTT dan Kalimantan Barat tingkat keinginan masyarakat untuk berkoperasi cukup tinggi,” ulas MenkopUKM.

Teten pun mencontohkan banyak koperasi yang sukses, bukan hanya sebagai lembaga usaha, juga sebagai entitas sosial bagi anggotanya. Di antaranya adalah Koperasi Produsen Baitul Qiradh Baburrayyan, yang menguasai pasar ekspor 345,6 ton Kopi Arabica Gayo ke pasar Amerika Serikat dan Eropa.

“Ini satu-satunya koperasi yang memiliki akses penjualan kopi langsung ke Starbucks,” ucap Teten.

Koperasi sukses lainnya adalah Koperasi Telekomunikasi Seluler (Kisel) yang pada 2018 menduduki peringkat 94 dari 300 koperasi besar dunia. Kisel dapat menjadi prototype koperasi modern dengan diversifikasi usaha tinggi dan memiliki 5 anak usaha berbentuk Perseroan Terbatas (PT) yang bergerak di bidang penyaluran tenaga outsourcing, MICE, office support, infrastruktur, telekomunikasi, dan digital business solution.

Ada juga Koperasi Benteng Mikro Indonesia yang tidak hanya sukses membesarkan bisnis/usaha, namun juga memberikan kontribusi sosial yang besar melalui program Hibah Rumah Siap Huni/HRSH. Dari tahun 2015 hingga akhir Maret 2021 sebanyak 293 rumah diserahkan kepada anggota dan non anggota.

Oleh karena itu, Teten menegaskan bahwa upaya rebranding koperasi sebagai entitas bisnis yang modern, kontributif, dan kompetitif, terus dillakukan melalui beberapa strategi pengembangan koperasi.

Antara lain pengembangan model bisnis koperasi melalui korporatisasi pangan, pengembangan Factory Sharing dengan kemitraan terbuka agar terhubung dalam rantai pasok, hingga pengembangan Koperasi Multi Pihak.

“Juga, penguatan kelembagaan dan usaha anggota koperasi melalui strategi amalgamasi atau spin off dan split off,” jelas Teten.

Di samping itu, pengembangan korporatisasi pangan melalui koperasi (arahan Presiden dalam Rapat Terbatas tanggal 10 Desember 2019) bersinergi dengan K/L, Pemerintah Daerah, mitra, dan stakeholders lainnya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Teten menambahkan, beberapa program korporatisasi melalui koperasi yang sedang dikembangkan antara lain pengembangan komoditas kacang koro di Sumedang, sayur-mayur dan buah-buahan di Ciwidey, Bandung (Jawa Barat), komoditas pisang di Tanggamus (Lampung), Bener Meriah (Aceh), Lumajang (Jawa Timur), dan Garut (Jawa Barat) yang bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemerintah Daerah, dan PT Great Giant Pineapple.

Begitu juga dengan pengembangan komoditas udang Vaname di Muara Gembong, Bekasi (Jawa Barat) dan udang Windu di Pinrang (Sulawesi Selatan) yang bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Lebih lanjut, pengembangan peternakan sapi perah dan susu di Batu, Malang (Jawa Timur) dan Pengalengan, Bandung (Jawa Barat) bekerja sama dengan K/L dan Industri Pengolahan Susu (IPS).

“Selain itu, ada pengembangan komoditas ayam dan telor yang bekerja sama dengan Kementerian Pertanian. Perlu dilakukan pengembangan industri peternakan melalui koperasi di wilayah-wilayah dengan kasus stunting tinggi,” imbuh MenkopUKM.

Teten pun meyakini, dengan membaca buah pemikiran Bung Hatta, kita dapat memperoleh inspirasi dan wawasan pengembangan koperasi yang sesuai dengan pemikiran dan semangat awalnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Meutia Hatta selaku perwakilan dari Keluarga Bung Hatta mengatakan, membangun ekonomi rakyat bagi Bung Hatta adalah prioritas untuk mengangkat martabat rakyat dan menjadikan rakyat mandiri.

Mengutip kalimat Bung Hatta pada halaman 19-20 dari buku 6 KLBH yang dibahas ini, rahasia koperasi terletak pada dua tiang, yaitu solidaritas dan individualitas.

“Jika hilang salah satu dari kedua itu, tidak sempurna jalannya,” kata Meutia.

Meutia mengatakan, bangsa Indonesia yang mau menempuh jalan ini sebagai perusahaan ekonominya, mesti memperlihatkan dasarnya itu.

“Keduanya tidak didapat seperti itu saja, melainkan dengan didikan,” tukas Meutia.

Terkait koperasi Indonesia yang belum terdaftar dalam daftar 300 koperasi besar dunia, Meutia tetap bangga karena memiliki 100 koperasi besar Indonesia yang diterbitkan Majalah Peluang,

“Pada saatnya nanti, kalau kapitalisme dan liberalisme sudah meredam, nama koperasi Indonesia pasti muncul dalam 300 koperasi besar dunia. Dan itu kita harapkan waktunya tidak lama lagi,” kata Meutia Hatta.

Sementara itu, Dewan Redaksi Buku Karya Lengkap Bung Hatta, Emil Salim, mengatakan, gagasan yang diambil Bung Hatta adalah bangunan ekonomi bukan PT, tetapi koperasi dan dalam koperasi didasarkan suatu semangat gotong royong, semangat masyarakat.

“Lahirlah gagasan koperasi sebagai usaha bersama, yang membangun kesejahteraan bersama bukan untuk modal melainkan kebersamaan dan gotong royong, kata Bung Hatta,” pungkas Emil. (wib)

Tags: Bung HattaHari Koperasikemenkop ukmKemenKopUKMKoperasi

Berita Terkait.

Beredar Surat Pemakzulan Gibran Catut Nama Anggota DPR, NasDem: Hoaks
Ekonomi

Pemerintah Klaim Harga Kedelai Impor Masih Terkendali di Bawah Harga Acuan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:46
Perkuat Rantai Pasok Biomassa, PLN EPI Ajak Pengusaha Daerah Kelola Sampah Jadi Barang Bernilai Ekonomis
Ekonomi

Perkuat Rantai Pasok Biomassa, PLN EPI Ajak Pengusaha Daerah Kelola Sampah Jadi Barang Bernilai Ekonomis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:06
PLN Icon Plus Tawarkan Solusi Digital dan Energi Hijau untuk Industri Hulu Migas
Ekonomi

PLN Icon Plus Tawarkan Solusi Digital dan Energi Hijau untuk Industri Hulu Migas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 02:01
Pekerja PLN
Ekonomi

Kedaulatan Energi Berlanjut, Pipa WNTS-Pemping Siap Alirkan Gas Natuna ke Pembangkit Listrik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:07
PLN Icon Plus Tawarkan Solusi Digital dan Energi Hijau untuk Industri Hulu Migas
Ekonomi

Cetak Wirausaha Muda Produktif, Kementerian UMKM Akselerasi Target Rasio Kewirausahaan Nasional

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:07
Langkah Strategis TLKM, Tunjuk Pejabat Baru Audit Internal demi Keterbukaan Informasi
Ekonomi

Langkah Strategis TLKM, Tunjuk Pejabat Baru Audit Internal demi Keterbukaan Informasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:37

OLAHRAGA

Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid
Olahraga

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Editor Ali Rachman
Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:23

INDOPOSCO.ID - Perjalanan menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 ternyata tidak dimulai saat mesin motor menderu di Pertamina Mandalika...

SelengkapnyaDetails
novendra

Novendra Priasmoro Berjaya, Percasi DKI Siapkan Skuad Terbaik untuk Kejurnas 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:13
PB FORKI

GGK Indonesia Diperkuat, PB FORKI Siapkan Program Bela Diri untuk Perempuan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:35
elkan

Elkan Baggott Usai Indonesia Juara: Kami adalah Raja Asia Tenggara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:07
timnas

Soal Bonus Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Kata Prabowo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:06

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2714 shares
    Share 1086 Tweet 679
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1212 shares
    Share 485 Tweet 303
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    973 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Pernyataan SBY Gugatan PHPU Salah Alamat, Analis: MK Bisa Nilai Keabsahan Pencalonan Gibran

    873 shares
    Share 349 Tweet 218
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.