• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

KemenkopUKM dan LPDB-KUMKM Rancang Solusi dari Masalah Pakan Ternak KPBS Pangalengan

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 25 Juni 2021 - 22:10
in Nasional
Kementerian Koperasi dan UKM, LPDB-KUMKM bersama Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Barat, dan Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan di Kab. Bandung, Jawa Barat. Foto: Ist

Kementerian Koperasi dan UKM, LPDB-KUMKM bersama Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Barat, dan Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan di Kab. Bandung, Jawa Barat. Foto: Ist

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pasokan pakan terutama hijauan bagi peternak sapi perah skala rakyat, menjadi persoalan klasik yang tak kunjung menemukan solusinya. Selama ini, peternak mengandalkan hijauan liar yang ada sekitar peternakannya. Tergerusnya tegalan, kebun, bukit untuk area pemukiman, semakin mempersulit peternak dalam mendapatkan hijauan.

Hal itu menyeruak dalam diskusi antara Kementerian Koperasi dan UKM, Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) bersama Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Barat, dan Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, di Kab. Bandung, Jawa Barat, Kamis (24/6/2021).

BacaJuga:

Pulihkan Usaha Pascabencana, UMKM Sumbar Didorong Manfaatkan Pasar Digital

Bukan Cuma Makan Gratis, Menko PMK Buka Suara Soal PR Besar Sekolah di Bogor

Komisi VIII DPR: Jemaah Haji 2027 Cukup Siapkan Rp23,24 Juta, Dapat Subsidi Rp3 Juta

”Kami akan melakukan mediasi dengan memanfaatkan jejaring BUMN, termasuk PTPN VIII dan Perhutani, untuk menjawab kebutuhan akan pakan ternak tersebut,” ucap Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Agus Santoso, yang mewakili Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Di acara yang dihadiri oleh Dewan Pengawas dan seluruh Direksi LPDB-KUMKM, Agus menyebutkan bahwa langkah tersebut diharapkan mampu menjamin ketersediaan hijauan pakan sepanjang tahun dan pengembangan usaha sapi perah yang berkelanjutan, sekaligus menuju dimulainya industri silase.

Agus mengakui, potensi sapi perah di Jawa Barat sangat besar, tapi masih terbentur masalah terbatasnya lahan untuk pakan ternak. “Koperasi berbasis pertanian juga bisa menjadi solusi bagi pakan ternak sapi. Atau kerjasama antar wilayah. Misalnya, dengan Natuna dan Lampung, yang banyak memproduksi jagung,” terang Agus.

Terlebih lagi, lanjut Agus, mengembangkan koperasi sektor riil, khususnya pangan, telah menjadi fokus program KemenkopUKM di tahun 2021. Bahkan, itu seiring dengan amanat Presiden RI yang membidik program ketahanan pangan, pembangunan desa hutan, dan sertifikasi lahan rakyat.

Agus menekankan bahwa KemenkopUKM tahun ini terus mendorong pengembangan peternakan sapi perah, termasuk membangun offtaker susu. “Ada sekitar 58 koperasi ternak sapi yang sudah dibiayai LPDB-KUMKM,” imbuh Agus.

Di samping itu, kata Agus, pihaknya juga akan berupaya melakukan konsolidasi lahan untuk menanam jagung dan pakan hijau lainnya. “Kita bisa dorong untuk mengubah pola tanam jagung untuk pakan ternak sapi,” tandas Agus.

Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo menambahkan, pihaknya tengah meng-arrange kerjasama dengan Perhutani dan PTPN VIII untuk memanfaatkan lahan-lahan mereka yang tidak produktif untuk ditanami hijauan pakan ternak. “Kita juga sedang merancang kerjasama dengan pihak lain yang lokasinya tidak jauh dari KPBS Pangalengan,” imbuh Supomo.

Di samping itu, Supomo juga mendorong agar koperasi memanfaatkan tanaman jagung usia dua bulanan yang banyak diproduksi di Pangalengan, kemudian di fermentasi menjadi pakan ternak. “Kita akan pantau terus masalah pakan ternak tersebut,” tegas Supomo.

Hanya saja, Supomo menyebutkan bahwa untuk daerah tinggi seperti Pangalengan, pada saat musim hujan, tanaman hijau disana cukup melimpah. “Saat masuk musim kemarau, harus dibikin silase yaitu pakan ternak yang bisa diawetkan,” tukas Supomo.

Tak hanya itu, Supomo juga menjabarkan bentuk pendampingan lain yang dilakukan LPDB-KUMKM. Yakni, pendampingan untuk meningkatkan produktivitas dengan melakukan peremajaan populasi sapi. Begitu juga dengan tambahan nutrisinya. “Sehingga, yang kita targetkan itu adalah produksi perhari perekor,” kata Supomo.

Bagi Supomo, kalau sudah ditingkatkan, maka otomatis kesejahteraan para peternak juga akan turut meningkat. “Otomatis juga volume yang dikelola koperasi akan meningkat. Rentetannya seperti itu,” ujar Supomo.

Menurut Supomo, jika menambah populasi sapi, maka otomatis pakan hijauan akan kurang. Maka, peremajaan ini dalam arti sapi yang sudah tidak produktif (laktasi 10x) sudah harus diganti. “Itulah yang kita biayai,” ucap Supomo.

Maka dari itu, LPDB-KUMKM akan mendampingi dan membiayai sisi hulunya. “Masalah hilirnya, KPBS Pangalengan sudah lengkap. Mereka sudah memiliki offtaker dan ada industri pengolahan susu. Ini yang kita namakan koperasi bertumbuh secara by-design,” ujar Supomo.

Layanan Digital

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum KPBS Pangalengan Aun Gunawan mengakui, masalah pakan menjadi persoalan yang paling berat di sapi perah. Dimana peternak tidak bisa menambah populasi dan meningkatkan produktivitas sapi karena persoalan di pakan, terutama hijauan.

“Kami sebagai bagian dari peternak sapi perah di Indonesia, khususnya di Jawa Barat, punya harapan besar kerjasama itu bisa terwujud. Diharapkan kerjasama ini nantinya mengarah ke industri silase pakan ternak,” urai Aun.

Aun meyakini, jika masalah pakan ternak yang dirasakan seluruh koperasi peternakan sapi di Indonesia segera teratasi, target 40% produksi susu nasional bisa terealisasi.

“Saat ini, produksi susu nasional baru mencapai 22%, sedangkan 78% sisanya masih impor,” tukas Aun seraya menyebutkan, KPBS Pangalegan telah mendapatkan pinjaman dari LPDB-KUMKM pada 2020 sebesar Rp15 miliar yang akan disalurkan kepada para anggotanya.

Saat ini, KPBS Pangalengan memiliki anggota sekitar 2.600 peternak dengan populasi sapi perah sekitar 14 ribu ekor dan sekitar 7.000 ekor merupakan sapi indukan. Adapun produksi susu segar di kisaran 75-78 ton perhari.

“Kami berharap, lokasi pengembangan pakan ternak ini dekat dengan peternak supaya mengolahnya gampang dan biaya transportasinya minim. Juga, perlu kerja keras semua pihak untuk menyosialisasikan produk silase ini agar ketika peternak melihat, merasakan, dan menikmati hasilnya mereka bisa percaya,” terang Aun.

Aun menjelaskan, KPBS merupakan koperasi susu yang mempunyai pengolahan turunan yang berbentuk industri. “Kami punya pabrik pengolahan pasteurisasi, yoghurt, keju mozzarella. Sebanyak 20% susu dari kami telah diolah sendiri di industri milik kami sendiri,” kata Aun.

Susu KPBS juga, kata Aun, dipasok ke Frisian Flag dan PT Ultrajaya. Kedua perusahaan menjadi mitra KPBS yang saling menguntungkan sejak dulu.

Lebih dari itu, KBPS merupakan koperasi yang memiliki penerimaan susu digital dari peternak yang telah dilakukan empat tahun yang lalu. “Kami mendapat bantuan dari negeri Belanda, percontohannya. Sistem penerimaan susu ini namanya MCP (Milk Collection Point) atau titik penerimaan susu,” ucap Aun.

MCP dilengkapi komputer, mesin pendingin, dan timbangannya langsung. Anggota cukup bawa susu dan kartu barcode. Sistem MCP Mobile dapat diinstall pada smartphone para anggota untuk mempermudah anggota untuk melihat langsung hasil penyetoran susu.

“Jadi, di sebuah alat ditap, maka muncul nama peternaknya nomor id sekian. Susunya ditimbang, konek langsung dengan komputer kami di kantor,” pungkas Aun. (gin)

Kementerian Koperasi dan UKM, LPDB-KUMKM bersama Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Barat, dan Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan di Kab. Bandung, Jawa Barat. Foto: Ist

Tags: KemenKopUKMLPDB-KUMKMPakan Ternak KPBS Pangalengan

Berita Terkait.

Bukan Cuma Makan Gratis, Menko PMK Buka Suara Soal PR Besar Sekolah di Bogor
Nasional

Pulihkan Usaha Pascabencana, UMKM Sumbar Didorong Manfaatkan Pasar Digital

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:06
Bukan Cuma Makan Gratis, Menko PMK Buka Suara Soal PR Besar Sekolah di Bogor
Nasional

Bukan Cuma Makan Gratis, Menko PMK Buka Suara Soal PR Besar Sekolah di Bogor

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:19
Wamendagri Dorong Percepatan Pemenuhan Hak Anak atas Akta Kelahiran
Nasional

Komisi VIII DPR: Jemaah Haji 2027 Cukup Siapkan Rp23,24 Juta, Dapat Subsidi Rp3 Juta

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:15
Wamendagri Dorong Percepatan Pemenuhan Hak Anak atas Akta Kelahiran
Nasional

Wamendagri Dorong Percepatan Pemenuhan Hak Anak atas Akta Kelahiran

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:04
Jelang Kongres XXIV, PP INI Serukan Notaris Tetap Solid dan Tak Terprovokasi
Nasional

Jelang Kongres XXIV, PP INI Serukan Notaris Tetap Solid dan Tak Terprovokasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:05
Tito Karnavian
Nasional

Mendagri Hadiri Penyampaian Taklimat Presiden kepada 800 Perwira Tinggi TNI-Polri

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:43

OLAHRAGA

Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid
Olahraga

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Editor Ali Rachman
Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:23

INDOPOSCO.ID - Perjalanan menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 ternyata tidak dimulai saat mesin motor menderu di Pertamina Mandalika...

SelengkapnyaDetails
novendra

Novendra Priasmoro Berjaya, Percasi DKI Siapkan Skuad Terbaik untuk Kejurnas 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:13
PB FORKI

GGK Indonesia Diperkuat, PB FORKI Siapkan Program Bela Diri untuk Perempuan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:35
elkan

Elkan Baggott Usai Indonesia Juara: Kami adalah Raja Asia Tenggara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:07
timnas

Soal Bonus Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Kata Prabowo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:06

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2714 shares
    Share 1086 Tweet 679
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1212 shares
    Share 485 Tweet 303
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    973 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Pernyataan SBY Gugatan PHPU Salah Alamat, Analis: MK Bisa Nilai Keabsahan Pencalonan Gibran

    873 shares
    Share 349 Tweet 218
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.