INDOPOSCO.ID – Di Indonesia saat ini 35,2 persen. Jadi harus dilakukan pencegahan secara maksimal, karena masalahnya sudah sangat berat. Pernyataan tersebut diungkapkan Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban melalui gawai, Sabtu (19/6/2021).
Ia mengatakan, penerapan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) harus dilakukan secara ketat. Bahkan, menurut dia, kondisi saat ini pemerintah harus melakukan lockdown, untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.
“Kalau PPKM Mikro kurang greget ganti saja dengan lockdown. Ini kondisi sudah gawat, keterisian rumah sakit (RS) sudah penuh,” katanya.
Penerapan lockdown, menurut dia harus diberlakukan. Karena penyebaran virus delta varian sudah meluas dan masyarakat juga abai menerapkan protokol kesehatan (Prokes).
“Kondisi saat ini sudah dikatakan darurat,” ucapnya.
Ia menjelaskan, naiknya kasus Covid-19 tenaga kesehatan (Nakes) harus ekstra memberikan layanan kesehatan. Jam kerja yang meningkat dalam satu hari, satu pekan maka menyebabkan tingkat kehati-hatiannya pun menurun.
“Kalau kurang waspada Nakes kita sakit, dan ini menyebabkan pasien Covid-19 tidak tertangani,” terangnya.
“Jadi untuk Nakes dan masyarakat harus menjaga supaya lonjakan kasus tidakk naik,” imbuhnya.
Keterbatasan Nakes, menurutnya harus dibantu dari daerah lain. Hal ini kemudian juga yang menyebabkan kerja Nakes semakin berat.
“Misal sekarang Kudus minta bantuan Nakes dari Jakarta. Sementara Jakarta sendiri lonjakan kasus juga tinggi. Ini bisa menjadi semakin berat, terutama kerja para Nakes,” ujarnya. (nas)








