• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Daerah

Menjaga Rumah Primata Langka di Kalbar

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 3 Juni 2021 - 23:36
in Daerah
Orangutan jantan liar dewasa dilepasliarkan di Taman Nasional Gunung Palung. Orangutan ini merupakan hasil penyelamatan bersama empat organisasi berbeda, yaitu Wildlife Rescue Unit (WRU), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang, Yayasan IAR Indonesia, Yayasan Palung dan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Penjalaan. Foto: Dok/KLHK

Orangutan jantan liar dewasa dilepasliarkan di Taman Nasional Gunung Palung. Orangutan ini merupakan hasil penyelamatan bersama empat organisasi berbeda, yaitu Wildlife Rescue Unit (WRU), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang, Yayasan IAR Indonesia, Yayasan Palung dan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Penjalaan. Foto: Dok/KLHK

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Cahaya matahari yang sedang terik-teriknya tak mampu menembus rindangnya pepohonan di sekitar kantor Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), Kalimantan Barat (Kalbar) siang itu. Seorang perempuan datang tergesa-gesa dengan mengontel sepeda. Sesampai di halaman, dia segera memarkir sepedanya. ”Kenalkan, ini direktur kami,” kata Heribertus, supervisor media YIARI.

Direktur yang dimaksud Heribertus itu adalah Dr Karmele LIano Sanchez. Dialah pendiri YIARI. Karmele dikenal getol dalam upaya penyelamatan orangutan di Tanah Kayong. ”Apa kabar? Selamat datang di kantor kami,” ujar Karmele Sanchez menyambut dengan ramah lalu mengajak berdiskusi di Pusat Pembelajaran Sir Michael Uren, Ketapang.

BacaJuga:

Gubernur Banten: Linmas Itu Dekat dengan Rakyat, Harus Humanis dan Lindungi Kelompok Rentan

Bea Cukai Sumbawa Amankan 1,88 Juta Batang Rokok Ilegal hingga September 2026

Bea Cukai Tanjungpinang Musnahkan Barang Ilegal Rp4,3 Miliar, Potensi Kerugian Negara Rp2,6 Miliar Diselamatkan

Karmele sudah puluhan tahun berjibaku merehabilitasi orangutan untuk dikembalikan ke alam liar. Dia mulai mengabdikan diri pada penyelamatan satwa liar sejak dua dekade lalu. Karnele lulusan dokter hewan. Setelah menyelesaikan kuliah, dia memutuskan datang ke Indonesia, tepatnya di Malang, Jawa Timur untuk menjadi sukarelawan konservasi satwa liar. Dia lalu pindah ke Ketapang, Kalbar.

Karmele melihat satwa liar terutama primata di Indonesia masih menghadapi ancaman yang sungguh luar biasa. Menyikapi situasi itu, muncullah idenya untuk membentuk suatu organisasi. Dibantu beberapa temannya, pada 2009 dia membentuk YIARI. Mereka lalu mencari dana dari Eropa dan seluruh dunia untuk mendanai proyek penyelamatan satwa liar.

YIARI melakukan pelestarian orangutan dan kukang melalui tiga proses, yakni penyelamatan, rehabilitasi, dan pelepasliaran. Kebanyakan orangutan yang direhabilitasi di sana merupakan hasil penyelamatan dari peliharaan masyarakat. Dalam melakukan evakuasi dan penyelamatan orangutan, YIARI selalu menggandeng berbagai pihak lain. Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Kalbar juga bekerja sama dengan mereka.

Apabila orangutan yang direhabilitasi masih bayi, maka akan lebih dulu dididik di sekolah hutan. Di sekolah khusus ini, individu orangutan diajari keterampilan dasar seperti memanjat pohon, membuat sarang, dan mencari pakan. Butuh waktu sekitar tujuh tahun untuk mengembalikan sifat alaminya.

Berbeda halnya jika orangutan diselamatkan akibat berkonflik dengan masyarakat. Karena masih memiliki sifat liar, biasanya individu tersebut langsung dilepasliarkan saja. Orangutan yang direhabilitasi tidak dipelihara dalam kandang tetapi dilepasliarkan di pulau-pulau buatan agar tetap bisa terpantau. Setiap hari mereka dikontrol oleh petugas. Aktivitas sekolah orangutan dimulai dari pagi hingga sore. Malam hari pun mereka tetap diawasi.

Beberapa tahun terakhir ini, YIARI juga melakukan proses adopsi bayi orangutan dengan orangutan dewasa. ”Orangutan yang sudah direhabilitasi sekitar tujuh hingga delapan tahun akan menjadi induk asuh bagi bayi orangutan. Proses adopsi menjadi salah satu cara untuk mengembalikan sifat alaminya,” kata Heribertus.

Orangutan yang terpisah dengan induknya sejak kecil, pastinya tidak mempelajari kehidupan di alam. Jadi, saat direhabilitasi di sini, anak orangutan harus belajar dari awal untuk mengenal kebiasaan alaminya.

Proses rehabilitasi dilakukan agar nantinya bila dilakukan pelepasliaran, orangutan tersebut mampu bertahan di alam liar. Setelah dilepasliarkan, memang tidak semua orangutan bisa beradaptasi dengan baik di lingkungan baru. Ini karena setiap individu memiliki tingkat kepintaran yang berbeda. Untuk antisipasi, setelah pelepasliaran masih ada tim dari YIARI yang akan memonitor individu orangutan tersebut.

Lokasi pelepasliaran salah satunya di Kawasan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP). Di wilayah ini, jumlah pakan masih banyak tersedia, dan kawasan hutannya masih terjaga. Secara status, taman nasional juga dipandang lebih terjamin. ”Hutan di TNGP sangat baik sekali kondisinya. Sangat baik untuk pelepasliaran orangutan,” ujarnya.

Karmele berharap suatu saat tidak ada lagi orangutan yang perlu direhabilitasi. Sekarang pun jumlah orangutan yang direhabilitasi sudah mulai menurun. ”Artinya tingkat kesadaran masyarakat di Kalbar, khususnya di Kabupaten Ketapang mulai baik,” ujarnya.

Masyarakat juga proaktif melapor kepada petugas apabila ada orangutan yang dipelihara. ”Bahkan di Desa Batu Lapis, Kabupaten Ketapang, memelihara orangutan dianggap sebuah aib,” timpal Heribertus.

Meski konflik antara warga dengan orangutan mulai menurun, masih ada ancaman lain yang mengintai yaitu kebakaran hutan dan lahan. Khusus di Ketapang, daerah yang masih tinggi terjadi konflik antara manusia dan orangutan ada di Kecamatan Matan Hilir Selatan, Matan Hilir Utara dan Kecamatan Muara Pawan. Tidak tertutup kemungkinan konflik serupa juga terjadi di daerah lain. Hal ini disebabkan keberadaan habitat orangutan 70-80 persen berada di luar kawasan konservasi. ”Konflik terjadi karena masyarakat merasa kesal orangutan masuk ke perkebunan,” tandasnya.

Dia berharap masyarakat semakin sadar dengan perlindungan orangutan sehingga bisa hidup berdampingan tanpa konflik.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) Matheas Ari Wibawanto mengatakan, pihaknya kerap bekerja sama dengan YIARI dalam proses pelepasliaran (translokasi) orangutan ke TNGP. Sejak 2017 hingga 2021, sudah ada 14 orangutan yang ditranslokasi di TNGP.

Ada beberapa persyaratan dalam pelepasliaran orangutan. ”Pertama, satwa yang dilepasliarkan haruslah termasuk satu jenis atau marga atau satu spesies dengan orangutan di lokasi tempat pelepasliaran. Misalnya jenis Pongo pygmaeus, maka yang dilepaskan haruslah jenis Pongo pygmaeus,” jelasnya.

Syarat kedua adalah sehat. Orangutan yang dilepasliarkan harus menjalani pemeriksaan secara ketat untuk memastikan kesehatannya. Syarat ini penting, sebab jika orangutan yang dilepaskan tidak sehat, maka akan membahayakan orangutan lain, karena rentan terjadi penularan.

Syarat ketiga, orangutan yang dilepasliarkan harus sudah memiliki sifat liar. Setelah dilepasliarkan, masih akan dilakukan monitoring selama tiga bulan.

Menurut Ari, kondisi TNGP yang asri sangat memungkinkan untuk dijadikan lokasi pelepasliaran orangutan. Sejauh ini, TNGP memang menjadi rumah bagi ribuan orangutan. ”Belum ada kejadian orangutan penghuni taman nasional yang keluar dari habibatnya,” ujar dia.

TNGP memiliki luas 108 ribu hektare, termasuk dalam kategori taman nasional yang besar. Selain menjadi habitat alamiah bagi orangutan, TNGP juga dijuluki sebagai Taman Eden Kalimantan karena sangat kaya flora dan fauna. Julukan itu juga diperkuat dengan fakta bahwa TNGP memiliki hutan primer, yang berarti adalah hutan yang telah mencapai umur lanjut dan memiliki struktur yang khas, karena kematangannya. Itulah kenapa hutan jenis ini biasanya memiliki sifat ekologis atau hubungan timbal balik antarmakhluk hidup.

drh Andini Nurlila, dokter hewan di YIARI mengatakan, orangutan yang dirawat kebanyakan penyerahan dari peliharaan warga. Setiap individu orangutan yang diselamatkan memerlukan tindakan penanganan yang berbeda-beda. Berbeda pula dengan orangutan liar –bukan peliharaan. Apabila tidak memiliki luka terbuka atau sudah mendapatkan perawatan medis/pengecekan dasar, biasanya individu tersebut langsung dilepasliarkan.

Selain merawat dan mencegah penularan penyakit dari kontak manusia dan orangutan, pihaknya juga menjaga sisi perilaku. Sifat liar orangutan tetap dipertahankan dan sisi psikologisnya pun diperhatikan sebelum dilepasliarkan. Di sisi lain, liputan ini diproduksi atas dukungan dari Dana Jurnalisme Hutan Hujan (Rainforest Journalism Fund) yang bekerja sama dengan Pulitzer Center. (heriyanto/aro)

Tags: Kalbarkalimantanklinik asriklinik unik

Berita Terkait.

soni
Daerah

Gubernur Banten: Linmas Itu Dekat dengan Rakyat, Harus Humanis dan Lindungi Kelompok Rentan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:14
rokok
Daerah

Bea Cukai Sumbawa Amankan 1,88 Juta Batang Rokok Ilegal hingga September 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:33
bc
Daerah

Bea Cukai Tanjungpinang Musnahkan Barang Ilegal Rp4,3 Miliar, Potensi Kerugian Negara Rp2,6 Miliar Diselamatkan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:47
donor
Daerah

Bakti BCA Perluas Donor Darah ke Kampus, Ratusan Kantong Darah Terkumpul di Unisma

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:20
wiyagus
Daerah

Wamendagri Desak Forkopimda Kaltim Perkuat Sinergi Tangani Karhutla

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:13
spbu
Daerah

Pertamina Minta Warga Bali Tak Panic Buying dan Menimbun BBM Bersubsidi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:02

OLAHRAGA

gp
Olahraga

Fasilitas dari Bea Cukai Ini Bantu Kesuksesan Penyelenggaraan Moto GP Mandalika 2026

Editor Laurens Dami
Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:42

INDOPOSCO.ID - Kesuksesan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 atau MotoGP Mandalika turut didukung oleh kelancaran logistik lintas negara....

SelengkapnyaDetails
super

Jadwal Super League Pekan 5: Persija Diuji Persita, Persib Hadapi Ancaman Persik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:01
psm

Jamu PSM Makassar di Bantul, PSIM Jogjakarta Usung Misi Raih Tiga Poin Perdana

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:40
esi

PB ESI 2026-2030 Fokus Ubah Potensi Generasi Digital Jadi Prestasi Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:07
Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

Hasil Liga Champions: Liverpool Pesta Gol, PSG Mengamuk di Markas City

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:57

BERITA POPULER

  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    1237 shares
    Share 495 Tweet 309
  • Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

    1027 shares
    Share 411 Tweet 257
  • Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

    985 shares
    Share 394 Tweet 246
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    947 shares
    Share 379 Tweet 237
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    824 shares
    Share 330 Tweet 206
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.