• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Olahraga

Menelisik Kompetisi Bola Eropa di Tengah Pandemi

Redaksi Editor Redaksi
Senin, 24 Mei 2021 - 01:29
in Olahraga
Para pemain Atletico Madrid merayakan keberhasil mereka dalam mengalahkan Real Valladolid FC yang sekaligus memastikan sukses mereka dalam menjuarai La Liga musim ini di Stadion Jose Zorilla di Valladolid, pada 22 Mei 2021. Foto: Antara/AFP/Cesar Manso

Para pemain Atletico Madrid merayakan keberhasil mereka dalam mengalahkan Real Valladolid FC yang sekaligus memastikan sukses mereka dalam menjuarai La Liga musim ini di Stadion Jose Zorilla di Valladolid, pada 22 Mei 2021. Foto: Antara/AFP/Cesar Manso

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kecuali Bundesliga Jerman dan La Liga Spanyol yang Sabtu (22/5/2021) malam lalu sudah menuntaskan musim 2020/2021, tiga liga besar Eropa lainnya baru akan menuntaskan musim kompetisinya Minggu (23/5/2021) malam ini dan Senin (24/5/2021) dini hari nanti.

Hanya Ligue 1 Prancis dan La Liga yang juara liganya mesti ditentukan oleh pertandingan terakhirnya. Sabtu malam tadi, persaingan sampai laga terakhir antara Real Madrid dan Atletico Madrid akhirnya mengukuhkan Atletico sebagai juara baru La Liga setelah membungkam tuan rumah Valladolid, sekalipun dalam waktu bersamaan Real juga menaklukkan tamunya Villarreal.

BacaJuga:

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Novendra Priasmoro Berjaya, Percasi DKI Siapkan Skuad Terbaik untuk Kejurnas 2026

GGK Indonesia Diperkuat, PB FORKI Siapkan Program Bela Diri untuk Perempuan

Dua kemenangan yang dicatat kedua tim satu kota ini membuat mereka tetap berselisih dua poin sampai hari terakhir kompetisi. Atletico 86 poin, Real 84 poin.

Di Prancis, Lille dan Paris Saint Germain yang berselisih satu poin dituntut harus menang. Tergelincir melawan Angers dan saat bersamaan PSG mengalahkan Brest, akan membuyarkan impian Lille merengkuh gelar juara liga utama untuk pertama kali dalam kurun 10 tahun terakhir. Dan itu artinya bukan saja punah sudah asa Lille merebut gelar juara liga keempat sepanjang sejarah Liga Prancis, tetapi juga membuat PSG mempertahankan dominasi dalam empat musim terakhir.

Memang masih ada Monaco yang berselisih dua dan tiga poin di bawah mereka, tetapi kalaupun Lille dan PSG nanti kalah dari lawannya masing-masing, Monaco tetap tak bisa juara karena kalah selisih gol dari Lille.

Di tempat lain di Jerman, trofi Bundesliga untuk kesembilan kali berturut-turut kembali menjadi milik Bayern Muenchen, bahkan sebelum tim Bavaria ini menyelesaikan tiga pertandingan terakhirnya. Ini juga untuk ke-30 kalinya Bayern menduduki singgasana liga sepak bola profesional tertinggi Jerman.

Di Italia, Inter Milan mengkudeta Juventus yang selama delapan musim terakhir berturut-turut menjadi jawara Serie A. Ini pertama kali dalam kurun 11 tahun terakhir Inter kembali menjuarai Serie A.

Itu juga gelar juara liga ke-19 kali Inter sepanjang sejarah Serie A. Memang satu gelar di atas Milan, tetapi jumlah sebanyak itu tetap medioker dibandingkan dengan Juventus yang sudah 36 kali menjuarai Serie A. Di Inggris, Manchester City menjadi juara liga yang ketiga kalinya selama empat tahun diasuh Pep Guardiola sebelum menuntaskan tiga pertandingan terakhirnya.

Prokes Ketat

Perebutan status juara liga adalah satu dari sekian atraksi yang sangat menarik dan amat mendebarkan dari lima liga besar Eropa yang paling banyak disaksikan penggemar sepak bola di seluruh dunia itu.

Apalagi itu semua terjadi pada musim yang sangat unik yang tak akan terjadi lagi dalam 100 tahun mendatang, seandainya omongan Bill Gates bahwa pandemi adalah fenomena sekali dalam setiap 100 tahun, benar.

Separuh musim lalu memang dilewatkan dalam suasana pandemi dan lockdown sehingga terlarang ditonton di dalam stadion, tetapi pada musim 2020/2021 klub-klub liga besar Eropa itu –dan demikian pula seluruh liga sepak bola dan cabang olah raga lainnya di seluruh dunia—seluruhnya dilalui dalam suasana pandemi, dari awal sampai akhir kompetisi.

Sampai saat ini, Covid-19 telah menulari 166 juta orang di seluruh dunia di mana 2,45 juta di antaranya berakhir dengan kematian. Dari angka ini 27 persen atau sekitar 46 juta kasus terjadi di Eropa, namun jumlah korban meninggal dunia di Eropa mencapai 41 persen atau sekitar 1 juta kematian.

Dengan jumlah korban sebesar itu wajar jika Eropa menempuh langkah-langkah keras dalam membendung penyebaran virus corona yang di antaranya mempengaruhi kompetisi olahraga, termasuk kompetisi sepak bola, digulirkan kembali.

Jauh sebelum mereka menggulirkan kembali kompetisi, rapat-rapat antarlembaga dan lintas-otoritas digelar oleh kebanyakan negara di Eropa, termasuk negara-negara tempat liga besar berada. Dan ini termasuk musim kompetisi sepak bola 2020/2021 yang akhir pekan ini akan memasuki epilognya.

Kompetisi sepak bola Eropa sudah menjadi industri sehingga selalu berkaitan dengan bisnis, tetapi saat menggulirkan lagi musim tidak pernah melulu didasarkan kepada semata bisnis. Sebaliknya, kepatuhan kepada rekomendasi otoritas kesehatan menjadi acuan utama bagaimana kompetisi harus dijalankan

Oleh karena itu, ketika waktunya tiba menggulirkan kompetisi itu mereka mengawalnya dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Dan itu bukan formalitas belaka atau demi mengikuti trend.

Uniknya, klub-klub kaya Eropa yang menganggap sepak bola bukan semata soal olahraga dengan pemain-pemainnya yang kaya raya, tak pernah melihat bergulirnya lagi kompetisi sepak bola, melulu dari kacamata mereka, termasuk kesejahteraan mereka.

Oleh karena itu pula, ketika kompetisi berjalan dan setiap waktu bisa diinterupsi oleh aturan-aturan terkait pembendungan penyebaran virus corona, tidak ada yang protes atau mengakalinya.

Sampai-sampai klub-klub seperti Leicester City dan Manchester City serta banyak lagi di Eropa, harus bermain dengan tim seadanya karena banyak pemainnya mesti menjalani isolasi mandiri berhari-hari hanya karena menjalin kontak dengan orang yang terpapar virus corona.

Dalam beberapa kasus, venue bahkan dipaksa pindah mendadak, atau laga dimundurkan ke waktu yang membuat mereka harus bertanding dalam jadwal yang amat ketat.

Transparan Covid-19

Mereka juga tak mau menutupi diri jika ada pemain, staf atau awak yang terpapar virus Corona. Semua mereka akui dan sampaikan kepada publik, termasuk sejumlah pemain mereka. Mereka patuh pada aturan isolasi mandiri sekalipun nasib klub mereka dipertaruhkan karena ketidakhadiran mereka di lapangan hijau.

Sikap mereka itu selaras dengan otoritas pusat dan daerah yang ingin selalu memastikan COVID-19 tidak menyebar luas. Dalam pemahaman mereka, bukan otoritas daerah yang mesti beradaptasi dengan kompetisi sepak bola, sebaliknya otoritas dan semua pelaku kompetisilah yang harus menyelaraskan diri dengan ketentuan pembendungan pandemi baik di daerah maupun pusat.

Oleh karena itu, dalam kaitannya dengan kekhawatiran terciptanya kerumunan akibat suporter yang bandel mengabaikan protokol kesehatan, komunitas sepak bola Eropa tak melulu mengandalkan sikap proaktif klub, pemain dan otoritas sepak bola, tetapi juga dibentengi oleh aturan keras otoritas publik di daerah dan kota di mana pertandingan dilangsungkan, atau otoritas nasional sendiri.

Para pemain dan klub serta perkumpulan penggemar memang aktif mendorong suporter agar menahan diri tidak berkerumun, sekalipun itu demi merayakan keberhasilan timnya menjuarai liga atau turnamen.

Tetapi yang jauh lebih penting dari itu adalah ketegasan otoritas daerah dan pusat dalam mengendalikan pandemi. Tak ada yang berani bergerombol dan berkerumun sekalipun suporter sangat ingin merayakan keberhasilan timnya, apalagi melakukan anarki. Otoritas daerah konsisten menerapkan aturan pembatasan sosial.

Ini seperti negara bagian Victoria di Australia yang bahkan tak mau tunduk kepada siapa pun kecuali rekomendasi otoritas kesehatan, sampai membuat frustrasi para petenis kelas dunia dilansir Antara.

Turnamen Grand Slam Australian Open bahkan sempat dibuat tanpa penonton lagi setelah Melbourne menerapkan lockdown singkat hanya karena ada kasus infeksi yang terjadi di sebuah hotel isolasi untuk mereka yang baru datang ke kota itu.

Ketegasan seperti itu terjadi di mana-mana. Semua orang taat protokol kesehatan. Dan manakala kompetisi tuntas digelar, bukan cuma superioritas Manchester City atau Bayern Muenchen, keandalan rumus sepak bola Pep Guardiola atau Diege Simeone, dan banyak hal sejenis itu yang membuat sepak bola Eropa sangat atraktif.

Karena yang juga tak kalah menariknya adalah cara mereka menjalankan kompetisi di tengah pandemi dan cara orang-orang yang terlibat di dalamnya, termasuk pemain, tidak hanya mau mematuhinya tetapi juga bertanggung jawab memberi pesan kepada publik mengenai bahaya pandemi.

Intinya, atlet-atlet ini senang membuat semua orang yang sudah bosan dikungkung oleh pandemi menjadi terhibur oleh atraksi mereka di lapangan hijau. Tetapi juga menyadari posisi sentral mereka sebagai agen sosial bagi pentingnya semua orang menghindarkan orang lain tak tertular virus corona.

Ini mungkin salah satu bagian yang perlu dilihat oleh siapa pun yang ingin melanjutkan kompetisi sepak bolanya. Keberlangsungan kompetisi dan kesejahteraan pemain serta klub memang penting, tetapi tak boleh menomorduakan kepentingan mengendalikan pandemi. (aro)

Tags: bundesliga jermanliga eropaliga-prancisliga-spanyol

Berita Terkait.

Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid
Olahraga

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:23
novendra
Olahraga

Novendra Priasmoro Berjaya, Percasi DKI Siapkan Skuad Terbaik untuk Kejurnas 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:13
PB FORKI
Olahraga

GGK Indonesia Diperkuat, PB FORKI Siapkan Program Bela Diri untuk Perempuan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:35
elkan
Olahraga

Elkan Baggott Usai Indonesia Juara: Kami adalah Raja Asia Tenggara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:07
timnas
Olahraga

Soal Bonus Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Kata Prabowo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:06
John Herdman Ungkap Alasan Pilih para Bek Jadi Eksekutor Penalti Timnas Indonesia
Olahraga

John Herdman Ungkap Alasan Pilih para Bek Jadi Eksekutor Penalti Timnas Indonesia

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:21

OLAHRAGA

Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid
Olahraga

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Editor Ali Rachman
Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:23

INDOPOSCO.ID - Perjalanan menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 ternyata tidak dimulai saat mesin motor menderu di Pertamina Mandalika...

SelengkapnyaDetails
novendra

Novendra Priasmoro Berjaya, Percasi DKI Siapkan Skuad Terbaik untuk Kejurnas 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:13
PB FORKI

GGK Indonesia Diperkuat, PB FORKI Siapkan Program Bela Diri untuk Perempuan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:35
elkan

Elkan Baggott Usai Indonesia Juara: Kami adalah Raja Asia Tenggara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:07
timnas

Soal Bonus Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Kata Prabowo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:06

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2714 shares
    Share 1086 Tweet 679
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1212 shares
    Share 485 Tweet 303
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    973 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Pernyataan SBY Gugatan PHPU Salah Alamat, Analis: MK Bisa Nilai Keabsahan Pencalonan Gibran

    873 shares
    Share 349 Tweet 218
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.