• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Berlebihan, General Check Up sebelum Vaksin

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 22 Mei 2021 - 08:22
in Nasional
indoposco

Ketua Asian Pacific Society of Respirology, Erlina Burhan. (ANTARA/HO-RS Persahabatan)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dokter spesialis paru, Erlina Burhan, mengemukakan persiapan vaksinasi COVID-19 berupa general check up bagi peserta dengan komorbid atau penyakit bawaan adalah pilihan yang berlebihan.

“Yang namanya general check up kan keseluruhan, ya, menurut saya berlebihan. Misalnya seseorang punya sakit jantung, lalu ragu divaksinasi. maka lebih baik konsultasi kepada dokternya demi mendapatkan informasi apakah kondisi jantungnya bermasalah atau enggak,” katanya dalam agenda webinar “Diskusi Media Virtual”, Jumat (21/5).

BacaJuga:

Operasi Ketupat 2026 Ditutup, Polri Tancap Gas KRYD Hadapi Arus Balik

Zero Blunder Harga Mati, Pengamat Ingatkan Prabowo Soal Persepsi Publik

Hadapi Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Pemerintah Siapkan Strategi Ini

Dokter paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu mengatakan Kementerian Kesehatan memiliki rambu bagi peserta vaksinasi dengan penyakit bawaan menurut faktor usia.

“Dan kalau ada komorbid, apakah komorbid ini terkontrol atau tidak, stabil atau tidak, biasanya pasiennya tahu,” katanya.

Erlina mengatakan general check up sebelum vaksin membutuhkan dana besar yang bisa membebani keuangan peserta bahkan negara bila hal itu dilakukan sebagai prosedur awal vaksinasi.

“Kalau kita sebagai individu merasa ada yang perlu dipertimbangkan penyakit yang dialami, sebaiknya diperiksakan hal itu,” katanya.

Terkait dengan laporan kejadian pembekuan darah terkait vaksin AstraZeneca, kata Erlina, kejadian itu hanya dialami berkisar empat dari 1 juta orang di dunia. “Jadi rendah sekali, tetapi kita tetap hati-hati bilamana seseorang merasa punya pengentalan darah,” katanya.

Erlina mengatakan sikap pemerintah menghentikan sementara peredaran vaksin untuk keperluan analisa keamanan bagi pengguna, merupakan prosedural dari prinsip kehati-hatian.

“Itu hanya prosedural dan dilakukan untuk semua hal, bukan hanya vaksin tapi juga obat. Jadi, negaranya sendiri, UK produsennya, begitu ada Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) yang berat, mereka segera vaksinasi dihentikan sampai dibuktikan oleh para ilmuwan, para ahli apakah kasus berhubungan dengan vaksin atau tidak,” katanya. (bro)

Tags: General Check UpvaksinVaksinasi Covid-19

Berita Terkait.

Operasi Ketupat 2026 Ditutup, Polri Tancap Gas KRYD Hadapi Arus Balik
Nasional

Operasi Ketupat 2026 Ditutup, Polri Tancap Gas KRYD Hadapi Arus Balik

Kamis, 26 Maret 2026 - 16:22
Prabowo
Nasional

Zero Blunder Harga Mati, Pengamat Ingatkan Prabowo Soal Persepsi Publik

Kamis, 26 Maret 2026 - 12:23
GT-Kalikangkung
Nasional

Hadapi Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Pemerintah Siapkan Strategi Ini

Kamis, 26 Maret 2026 - 10:01
Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%
Nasional

Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

Kamis, 26 Maret 2026 - 05:53
Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%
Nasional

Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

Rabu, 25 Maret 2026 - 23:34
Kakorlantas Sebut Mudik 2026 Nihil Insiden Menonjol di Tengah Laka Maut Tol Pejagan
Nasional

Kakorlantas Sebut Mudik 2026 Nihil Insiden Menonjol di Tengah Laka Maut Tol Pejagan

Rabu, 25 Maret 2026 - 22:21

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1068 shares
    Share 427 Tweet 267
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    800 shares
    Share 320 Tweet 200
  • BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2676 shares
    Share 1070 Tweet 669
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.