INDOPOSCO.ID – Pemerintah terus mendukung tumbuhnya startup di era digital saat ini. Salah satunya dengan membentuk gerakan seribu startup nasional oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
“Kami mendukung upaya tersebut dengan meningkatkan peran mahasiswa dalam membangun startup,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Sesditjen Dikti), Paristiyanti Nurwardani dalam keterangan, Rabu (12/5/2021).
Ia mengatakan, program startup tersebut sejalan dengan prinsip Merdeka Belajar, yakni Kampus Merdeka yang memberi hak mahasiswa untuk belajar di luar program studi (Prodi), dengan tetap memperoleh satuan kredit semester (SKS).
“Bersama Kominfo, kami ingin jadikan Startup Digital sebagai mata kuliah wajib mahasiswa pada 2022 nanti,” katanya.
Program ini, masih ujar Paristiyanti, akan dipersiapkan mulai tahun ini dengan memberikan pelatihan startup kepada dosen yang nantinya akan mengampu mata kuliah tersebut.
“Nantinya, tim yang lolos seleksi pengembangan startup akan mendapatkan bimbingan yang lebih intensif agar bertahan jangka panjang serta bisa masuk ke platform Kedaireka atau inkubator bisnis kampus,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, program 1000 Startup Digital akan dikemas dalam beberapa tahapan yang berguna untuk memberikan wadah bagi setiap pegiat startup. Dari mulai belajar sesuai dengan kebutuhan pengetahuan dari tingkat dasar hingga siap untuk dites pasar.
Untuk itu, dikatakan Paristiyanti, pihaknya telah menyiapkan enam tahap dari ignition atau seminar daring yang memberikan pemahaman dari para pelaku dan regulator industri startup, networking atau kegiatan berjenjang.
Lalu workshop atau pembekalan pengetahuan teknis dan nonteknis membangun startup, hacksprint atau aktivitas brainstorming ide hingga menjadi produk minimum siap uji.
“Dan bootcamp atau melakukan validasi customer dengan bimbingan mentor program, serta incubation atau mentoring bersama dedicated mentor dan akselerasi,” katanya. (nas)









