• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Survei IDEAS: Saat Pandemi 51 Persen Keluarga Miskin Sulit Membeli Beras

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 7 Mei 2021 - 20:31
in Nasional
Direktur Institute For Demographic and Poverty Studies (IDEAS) Yusuf Wibisono.

Direktur Institute For Demographic and Poverty Studies (IDEAS) Yusuf Wibisono.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Direktur Institute For Demographic and Poverty Studies (IDEAS) Yusuf Wibisono menilai kerawanan pangan menjadi krisis paling serius yang dihadapi keluarga miskin di masa Pandemi Covid-19. Dari skala pengalaman kerawanan pangan terlihat jelas bahwa krisis pangan di keluarga miskin adalah nyata dan serius.

Hal tersebut terlihat dari survei yang dilakukan lembaganya terhadap keluarga miskin di lima wilayah aglomerasi utama di Indonesia, yaitu Jakarta Raya (Jabodetabek), Semarang Raya, Surabaya Raya, Medan Raya dan Makassar Raya.

BacaJuga:

KCIC: Penumpang Tahan Pintu Whoosh, Picu Keterlambatan dan Risiko Kerusakan

Seskab Teddy Tepis Isu Chaos: Indonesia Stabil, Ekonomi Optimistis

Kemlu dan Think-Thank Kanada Gagas Kerja Sama Middle Power dalam Tatanan Global

“Dari 1.013 responden, sebesar 72,8 persen mengaku pernah merasa khawatir tidak memiliki cukup makanan untuk dimakan, 44,6 persen mengaku pernah makan lebih sedikit dari yang seharusnya karena tidak memiliki uang,” ujar Yusuf dalam keterangan tertulisnya pada Senin (3/5/2021).

Secara memilukan terdapat 20,0 persen mengaku pernah lapar, tetapi tidak bisa makan karena tidak memiliki uang, dan 10,7 persen mengaku pernah tidak makan sepanjang hari karena tidak memiliki uang.

Sebesar 80,8 persen responden mengaku terdampak kebutuhan pangan keluarganya akibat pandemi. Dari 819 responden yang terdampak ini, mayoritas mengaku tidak mampu atau sulit membeli daging, ikan, susu dan telur. ”Yang mengejutkan, 51,8 persen di antaranya mengaku mulai kesulitan membeli beras dan sembako,” ungkap Yusuf.

Dari 82,5 persen responden yang menyatakan menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan di masa pandemi, respon paling umum yang dilakukan keluarga miskin adalah beralih ke pangan yang lebih murah.

”Untuk memenuhi kebutuhan akan pangan mereka beralih ke pangan yang murah seperti mie instan dan tempe, mengurangi konsumi pangan hewani dan makanan non pokok, seperti daging, ikan, susu dan buah, hingga mengurangi frekuensi makan harian dan berutang untuk membeli makanan,” kata Yusuf.

Dia menambahkan untuk merespon krisis yang dihadapinya, keluarga miskin melakukan berbagai upaya untuk bertahan dalam pusaran pandemi. ”Dari 61,9 persen responden yang menyatakan pekerjaan dan penghasilannya terdisrupsi oleh pandemi, respon paling banyak yang dilakukan keluarga miskin adalah mencari pekerjaan sampingan 32,7 persen mencari pekerjaan baru 28,1 persen, menjalankan usaha mandiri 20,6 persen hingga beternak dan berkebun 8,9 persen, ” tutup Yusuf.

Perlu diketahui, Dompet Dhuafa adalah lembaga Filantropi Islam yang berkhidmat dalam Pelayanan, Pembelaan dan Pemberdayaan kaum Dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (welasasih) dan wirausaha sosial. Selama 27 tahun lebih, Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan umat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR.

Sementara Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) adalah lembaga think tank yang didirikan dan bernaung dibawah Yayasan Dompet Dhuafa. IDEAS memulai program sejak Juni 2015 dan secara resmi diluncurkan ke publik pada 23 Mei 2016. (adv)

Tags: Dompet DhuafaSurvei IDEAS

Berita Terkait.

Whoosh
Nasional

KCIC: Penumpang Tahan Pintu Whoosh, Picu Keterlambatan dan Risiko Kerusakan

Sabtu, 11 April 2026 - 00:16
Seskab
Nasional

Seskab Teddy Tepis Isu Chaos: Indonesia Stabil, Ekonomi Optimistis

Jumat, 10 April 2026 - 22:24
Diskusi
Nasional

Kemlu dan Think-Thank Kanada Gagas Kerja Sama Middle Power dalam Tatanan Global

Jumat, 10 April 2026 - 22:04
Jaspal
Nasional

Ekspansi SIS Kian Agresif, Kampus NEJ Hadir di Tonggak 3 Dekade

Jumat, 10 April 2026 - 21:23
Prabowo
Nasional

Wajah Komunikasi Istana Mulai Berubah dari Defensif ke Solutif

Jumat, 10 April 2026 - 20:42
Pelantikan
Nasional

Nahkodai Ombudsman, Hery Susanto Fokus Benahi Internal dan Kawal Program Rakyat

Jumat, 10 April 2026 - 19:21

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Jajan Sembarangan Berujung Operasi, Abew Alami Pembesaran Amandel Parah

    682 shares
    Share 273 Tweet 171
  • Jakarta Mati Lampu Massal, Operasional MRT Sempat Lumpuh Total

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.