• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

AS Targetkan Pejabat Amerika Tengah yang Korupsi

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 6 Mei 2021 - 13:37
in Internasional
indoposco

Migran Amerika Tengah mencoba mempertahankan diri mereka dengan batu saat serangan imigrasi dalam perjalanan mereka menuju Amerika Serikat, di Pijijiapan, Meksiko, Senin (22/4/2019). Foto: Antara/Reuters/Jose Cabezas/hp/cfo

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah Joe Biden berencana untuk merilis pada akhir Juni daftar pejabat korup Amerika Tengah yang mungkin dikenai sanksi, kata seorang utusan Amerika Serikat (AS) kepada Reuters, ketika Washington berusaha mengurangi akar penyebab peningkatan migrasi ke perbatasan AS-Meksiko.

Ricardo Zuniga, utusan khusus Presiden Joe Biden untuk negara-negara Segitiga Utara Amerika Tengah Guatemala, Honduras dan El Salvador, juga mengatakan, pemerintah sedang mempertimbangkan sanksi lebih lanjut terhadap pejabat di wilayah tersebut atas dugaan korupsi di bawah Global Magnitsky Act.

BacaJuga:

Iran Ajukan Inisiatif Keamanan Regional dan Syarat Perdamaian Konflik

Baznas RI Bangun Kelas Darurat untuk Pendidikan Anak Palestina

Dubes RI Ajak WNI di Jepang Perkuat Persahabatan Pada Moment Idul Fitri 2026

Pejabat AS melihat korupsi sebagai salah satu pendorong utama arus migran, bersama dengan kemiskinan, kekerasan geng dan dampak dari badai tahun lalu, dan ingin memastikan paket bantuan senilai USD4 miliar (Rp57,6 triliun) yang disatukan untuk wilayah tersebut tidak jatuh ke tangan koruptor.

“Itu amanat Kongres. Kami memiliki tanggung jawab dan kami akan memenuhinya. Itu sejalan dengan komitmen kami untuk membela mereka yang memerangi impunitas,” kata Zuniga dalam sebuah wawancara pada Rabu (5/5)

Zuniga mengacu pada undang-undang yang disponsori o oleh Anggota DPR AS Eliot Engel saat itu dan disahkan oleh Kongres pada Desember yang mengharuskan Departemen Luar Negeri untuk mengumpulkan dalam 180 hari yang disebut Daftar Engel aktor korup di Segitiga Utara.

Pemerintah, katanya, akan memenuhi persyaratan kongres itu. Mereka yang menjadi sasaran kemudian dapat dikenakan larangan perjalanan ke Amerika Serikat, penyitaan properti AS dan larangan bagi orang Amerika untuk berbisnis dengan mereka. Namun dia menolak menyebutkan siapa saja yang mungkin akan dikenai sanksi.

Zuniga berbicara hanya beberapa hari sebelum pertemuan virtual antara Wakil Presiden Kamala Harris, yang ditugaskan oleh Presiden Joe Biden untuk memimpin upaya diplomatik untuk mengekang migrasi tidak sah, dan Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador. Dia berencana mengunjungi Meksiko dan Guatemala pada 7 dan 8 Juni.

Harris dan Lopez Obrador diharapkan pada Jumat untuk membahas bagaimana membendung pergerakan migran, banyak dari mereka dari Amerika Tengah, ke perbatasan AS-Meksiko.

Di antara inisiatif Harris adalah mencoba membuat perusahaan AS berinvestasi lebih banyak di Segitiga Utara yang miskin.

Zuniga mengatakan banyak perusahaan AS tertarik untuk melakukan lebih banyak bisnis di kawasan ini tetapi “ada keraguan investasi” karena korupsi lokal, infrastruktur yang buruk dan masalah lainnya. (arm)

Sumber: Reuters

Dikutip dari: Antara

Tags: Amerika Serikatamerika tengahJoe Bidenkorupsi

Berita Terkait.

Iran Ajukan Inisiatif Keamanan Regional dan Syarat Perdamaian Konflik
Internasional

Iran Ajukan Inisiatif Keamanan Regional dan Syarat Perdamaian Konflik

Minggu, 22 Maret 2026 - 18:26
Anak-Palestina
Internasional

Baznas RI Bangun Kelas Darurat untuk Pendidikan Anak Palestina

Minggu, 22 Maret 2026 - 16:05
WNI
Internasional

Dubes RI Ajak WNI di Jepang Perkuat Persahabatan Pada Moment Idul Fitri 2026

Minggu, 22 Maret 2026 - 14:33
Trump
Internasional

Ironi Ultimatum Trump: Sempat Singgung Akhiri Perang, Kini Ancam Lumpuhkan Energi Iran

Minggu, 22 Maret 2026 - 11:00
Laporan Sebut Trump Bahas Rencana Kirim Pasukan Darat ke Iran
Internasional

Laporan Sebut Trump Bahas Rencana Kirim Pasukan Darat ke Iran

Sabtu, 21 Maret 2026 - 23:33
Di Tengah Badai Perang, Iran Ajak Negara Muslim Bersatu Lawan Kepentingan Zionis
Internasional

Di Tengah Badai Perang, Iran Ajak Negara Muslim Bersatu Lawan Kepentingan Zionis

Sabtu, 21 Maret 2026 - 22:15

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2664 shares
    Share 1066 Tweet 666
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    855 shares
    Share 342 Tweet 214
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    830 shares
    Share 332 Tweet 208
  • Oknum TNI Ditangkap Usai Diduga Jual Senjata Organik ke Papua Nugini

    713 shares
    Share 285 Tweet 178
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.