• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Pilihan Nafsu atau Akal Sehat, Tonton Saja Film Voyagers

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 2 Mei 2021 - 14:25
in Gaya Hidup
Salah satu adegan dalam film "Voyagers". Foto: Instagram.com/voyagersfilm

Salah satu adegan dalam film "Voyagers". Foto: Instagram.com/voyagersfilm

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Termakan hawa nafsu atau tetap pada akal sehat dan bersiaplah menghadapi konsekuensinya, baik itu positif atau negatif. Inilah yang menjadi salah satu poin dalam film “Voyagers” besutan sutradara asal Connecticut, Amerika Serikat (AS) Neil Burger.

Sebanyak 30 anak terpilih melakukan ekspedisi ke planet jauh dengan misi menemukan tempat hidup layak karena bumi sudah tak bisa ditinggali lagi. Sejak awal mereka sudah tahu perjalanan tak akan hanya sebentar, melainkan perlu waktu hingga 86 tahun. Mereka bereproduksi selama misi. Ini artinya, bisa jadi sosok-sosok yang sampai di planet baru adalah anak-anak atau bahkan cucu mereka.

BacaJuga:

Chen, Baekhyun dan Xiumin Akhiri Kontrak dengan INB100

Bos Big Planet Made Bantah Tuduhan, Siap Gugat Rp1,1 Triliun atas “Informasi Jahat”

IU, Byeon Woo Seok dan Lainnya Penuh Tawa di Lokasi Syuting “Perfect Crown”

Pada awalnya semua baik-baik saja, setidaknya saat Richard (diperankan aktor Collin Farrel) masih mengawasi tim. Tetapi, Christopher (Tye Sheridan) dan Zac (Fionn Whitehead) perlahan curiga ada rahasia di balik misi. Keduanya menduga ada upaya meracuni tim lewat asupan makanan.

Mereka mulai menentang aturan lewat cairan biru dan dari sanalah kekacauan dan kegilaan para kru terjadi. Insting naluriah mereka bangkit dan bahkan sampai tak terkendali. Hasilnya, sebagian mereka dikuasai rasa takut, nafsu dan rasa lapar yang tak terpuaskan akan kekuasaan dan seks.

Tetapi sebagian mereka merasa itu bagus, setidaknya mendatangkan rasa senang. Zac salah satunya. Berawal dari perasaan pada Sela (Lily-Rose Depp) yang tak berbalas dia akhirnya sosok antagonis yang mengerikan.

Dia berhasil membuat orang-orang dihantui rasa takut berlebihan pada sesuatu yang sebenarnya belum bisa mereka pastikan kebenarannya, lalu bertindak di luar akal sehat. Mereka bahkan tidak tahu sebenarnya ancaman apa yang mereka hadapi ada di luar pesawat atau pilihan mereka sendiri.

Pada suatu titik, Christopher dibantu Sela dan beberapa lainnya sadar kesalahan mereka dan mencoba memperbaikinya, walau harus bertarung dan membahayakan nyawa mereka sendiri. Saat itu juga mereka diuji, percaya pada pola pikir rasional ataukah termakan nafsu seperti Zac.

Akankah mereka mampu mengembalikan yang salah pada tempat seharusnya, lalu apa misi mereka berhasil? Neil yang sebelumnya menyutradarai “Divergent” (2014) begitu apik menyuguhkan film bergenre fiksi sains, thriller sekaligus petualangan ini dalam visualisasi mumpuni, terutama pesawat luar angkasa dengan teknologi canggihnya.

Sebagian besar adegan dalam film berada di sana, sehingga penonton akan diajak berkeliling berbagai bagian pesawat yang didominasi koridor putih tak berujung. Walau ini bisa menjemukkan, dan rasanya kurang fantastis dibanding film serupa yang pernah ada, tetapi, tampaknya relevan dengan Anda dan kebanyakan orang-orang di awal masa Pandemi Covid-19 hingga saat ini seperti dilansir Antara.

Film sebenarnya direkam sebelum pandemi, tetapi perasaan terisolasi dan putus asa yang dialami karakter dan paranoia yang menguasai kru melalui adegan “terkurung” di dalam pesawat, sama seperti saat Anda tidak disarankan tetap berada di rumah sebisa mungkin, demi menghindari tertular virus yang sudah merenggut jutaan nyawa di dunia.

Di sisi lain, unsur penting yang mungkin ingin ditonjolkan di sini bukan mengenai misi luar angkasa, tetapi sisi manusiawi makhluk bernama manusia modern yang begitu khawatir pada ancaman, ingin meluapkan rasa senang bahkan sekedar iri atas pencapaian positif orang lain.

Hal ini diakui Neil. Dalam sebuah wawancara dia mengatakan, “Voyagers” relevan tayang tahun ini saat orang-orang terkurung karena pandemi. Dia juga berusaha menggambarkan bagaimana ketakutan dapat dipicu dan dimanipulasi dan digunakan oleh orang-orang yang berkuasa untuk tujuan mereka sendiri. Orang yang pada awalnya bisa berpikir rasional bahkan bisa didorong ke dalam paranoia dan kekerasan massal.

Benturan antara memilih percaya pada akal sehat ataukah nafsu dan kemudian condong pada salah satunya seperti yang dialami para tokoh tampaknya bisa dipahami. Ini membuat “Voyagers” berbeda dari kebanyakan film sains fiksi bertema luar angkasa.

Keputusan Zac dan rekan-rekannya merusak pesawat tanpa mempertimbangkan efeknya, lalu mualim Christopher yang tak bisa tegas dan pandai memberikan solusi bisa bisa memicu rasa geram. Selain itu, bila pada film mereka yang mendapat misi di luar angkasa digambarkan sebagai sosok-sosok yang cerdas, namun di “Voyagers” sosok yang ditampilkan cenderung tak mementingkan akal sehat dan tak sehebat itu.

Dari sisi jalan cerita, sebenarnya relatif mudah dipahami karena Neil menjelaskannya secara gamblang sejak awal sehingga nyari tak ada misteri. Belum lagi nyaris tak ada sensasi menegangkan khas film bertema serupa kecuali adegan perkelahian dan tembak menembak antar karakter. Walau begitu, akting para aktor bisa diacungi jempol.

Ketimbang fokus pada kecanggihan teknologi sebuah film tentang misi luar angkasa, “Voyager” berpihak pada orang-orang yang merasakan dorongan batin mereka, saat harus membuat pilihan mereka sendiri dan melakukan hal yang benar. “Voyagers” bisa menjadi salah satu pilihan Anda di masa pandemi Covid-19, terutama bila sudah berusia 17 tahun. Film berdurasi 108 menit ini sudah bisa dinikmati di bioskop Tanah Air. (aro)

Tags: filmhiburanmovieseni

Berita Terkait.

Chen
Gaya Hidup

Chen, Baekhyun dan Xiumin Akhiri Kontrak dengan INB100

Sabtu, 11 April 2026 - 06:22
Bigbos-Planet
Gaya Hidup

Bos Big Planet Made Bantah Tuduhan, Siap Gugat Rp1,1 Triliun atas “Informasi Jahat”

Sabtu, 11 April 2026 - 02:18
Drakor
Gaya Hidup

IU, Byeon Woo Seok dan Lainnya Penuh Tawa di Lokasi Syuting “Perfect Crown”

Jumat, 10 April 2026 - 23:25
Hyuna
Gaya Hidup

HyunA Resmi Berpisah dengan Agensi AT AREA

Jumat, 10 April 2026 - 21:03
Lee-Jin-Ho
Gaya Hidup

Komedian Lee Jin Ho Dirawat di RS usai Pingsan Akibat Pendarahan Otak

Jumat, 10 April 2026 - 05:41
Grupband
Gaya Hidup

Grup Band Korea Selatan Xdinary Heroes Umumkan Rangkaian Pemberhentian Tur di Eropa

Jumat, 10 April 2026 - 03:09

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Jajan Sembarangan Berujung Operasi, Abew Alami Pembesaran Amandel Parah

    682 shares
    Share 273 Tweet 171
  • Jakarta Mati Lampu Massal, Operasional MRT Sempat Lumpuh Total

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.