• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Gizi Buruk Meningkat pada Masa Pandemi Covid-19

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 9 April 2021 - 10:41
in Nasional
indoposco

Direktur Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) Yusuf Wibisono

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Direktur Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) Yusuf Wibisono menilai permasalahan gizi buruk di indonesia meningkat pada masa pandemi.

Hal tersebut terjadi karena kombinasi dua persoalan utama yaitu jatuhnya daya beli masyarakat dan terganggunya layanan kesehatan esensial terutama bagi kelompok rentan seperti ibu dan anak.

BacaJuga:

Kongres Nasional Majelis Tahkim Syarikat Islam ke-42 di Surabaya, Resmi Dibuka

Unpad Open Golf Tournament 2026 Jadi Ajang Silaturahmi & Kontribusi Pendidikan

Napoleon Bonaparte Tutup Usia, Dokter Tifa: Pertemuan Minggu Lalu Jadi Kenangan Terakhir

Turunnya daya beli masyarakat sebagai akibat dari guncangan ekonomi saat pandemi membuat akses pangan dan asupan gizi masyarakat miskin memburuk.

”Konsumsi pangan yang tidak bergizi pada gilirannya memicu malnutrisi yang pada penduduk usia dini akan membawa pada masalah serius yaitu stunting (pendek), underweight (kurus) dan wasting (gizi kurang),” kata Yusuf dalam Diskusi Publik Nasional ‘Buruk Gizi Di Masa Pandemi’ di Jakarta, pada Kamis (08/04/2021).

Dia menambahkan, Ketika kebutuhan akan dukungan melawan gizi buruk dan stunting meningkat, intervensi gizi oleh pemerintah justru melemah seiring penyebaran virus yang semakin masif dan meningkatnya beban sistem kesehatan nasional.

“Posyandu dan Puskesmas yang merupakan ujung tombak intervensi gizi spesifik, banyak terganggu operasional-nya, terutama di wilayah zona merah pandemi,” ungkap Yusuf.

Kondisi kesehatan generasi penerus negeri masih memprihatinkan. Yusuf menuturkan di tahun 2020, sepertiga anak Indonesia memiliki keluhan kesehatan, dengan kasus tertinggi dialami anak usia dini 0-4 tahun (43,7 persen). Hanya 62,4 persen anak yang dilindungi jaminan kesehatan, dengan kasus terendah dialami anak dari keluarga miskin (52,7 persen).

Kondisi stunting disebabkan oleh berbagai faktor mulai dari kesehatan dan nutrisi ibu pada masa kehamilan yang buruk, kondisi pangan yang tidak tercukupi pada saat bayi dalam kandungan hingga masa kanak-kanak, hingga infeksi penyakit.

“Pada 2020, terdapat 11,4 persen Ibu melahirkan dengan anak BBLR (berat badan lahir rendah), yaitu bayi dengan berat lahir kurang dari 2,5 kg. Stunting telah dimulai dari kandungan ibu,”papar Yusuf.

Masalah gizi buruk berakar dari rendahnya daya beli kelompok miskin, yang menghalangi mereka untuk mengakses pangan penting namun harganya mahal.

“Menghadapi harga pangan yang mahal, strategi umum yang ditempuh keluarga berpenghasilan rendah adalah dengan beralih ke pangan yang lebih murah dan diawetkan namun kurang sehat, seperti mie instan,” ujar Yusuf.

Temuan lapangan IDEAS dari program pencegahan stunting oleh LAZ Dompet Dhuafa (DD) di sepanjang paruh ke-dua 2020 memberikan gambaran awal permasalahan rendahnya asupan gizi dan tingginya kasus gizi buruk di masa pandemi ini.

Dibawah Program ‘Kampung Tangguh Cekal Corona’, Dompet Dhuafa melakukan pemantauan terhadap 270 anak usia 0-5 tahun di 6 titik yaitu Desa Neuheun (Aceh), Desa Gowok (Banten), Kelurahan Tengah (Jakarta), Desa Lambang Jaya (Jawa Barat), Desa Gili Gede Indah (Nusa Tenggara Barat/NTB) dan Desa Namosain (Nusa Tenggara Timur/NTT).

“Dari 59 balita yang teridentifikasi sebagai rentan gizi dan terpilih untuk mengikuti program pencegahan stunting DD, 21 balita terkategori memiliki tinggi badan normal, 24 balita pendek dan 14 balita sangat pendek, dengan rata-rata nilai z-score TB/U (stunting) adalah -2,24,” tutur Yusuf.

Dia menambahkan pada saat yang sama, 12 balita terkategori memiliki berat badan normal, 29 balita kurus dan 18 balita sangat kurus, dengan rata-rata nilai z-score BB/U (underweight) adalah -2,64. “Dari temuan tersebut telihat bahwa masalah gizi buruk di masa pandemi nyata terlihat di penjuru negeri, bahkan ditemui di ibukota,” kata Yusuf.

Dari pengamatan terhadap 59 balita setelah mendapat intervensi gizi awal dan lanjutan selama 28 hari, terlihat hasil yang positif. Nilai rata-rata z-score TB/U (stunting) membaik dari semula -2,24 menjadi -1,99.

Balita dengan tinggi badan normal bertambah dari 21 anak menjadi 31 anak. Nilai rata-rata z-score BB/U (underweight) juga membaik dari -2,64 menjadi -2,27. Balita dengan berat badan normal bertambah dari 12 anak menjadi 20 anak.

“Program pencegahan stunting DD adalah salah satu contoh partisipasi masyarakat dalam menanggulangi dampak pandemi, dengan fokus pada akses pangan kelompok miskin,” papar Yusuf.

Dalam kesempatan diskusi tersebut General Manager Divisi Kesehatan Dompet Dhuafa, Yeni Purnamasari menjelaskan bahwa lembaganya turut berpartisifasi dalam upaya pencegahan gizi buruk selama pandemi melanda.

“Pada masa Pandemi COVID-19 DD terus melakukan upaya pada penanggulangan stunting yang terangkum dalam program besar Aksi Peduli Dampak Corona (APDC) seperti melakukan Posyandu mobile, Pemantauan Kesehatan Ibu dan Balita, Pos Gizi, dan Pemantauan status gizi”, ujar Yeni.

Program APDC sendiri adalah Pusat pemulihan gizi kurang atau sangat kurang dengan pemberdayaan masyarakat yang meliputi pemberian makanan tambahan kepada anak secara intensif sesuai usia dan kondisinya serta pembelajaran edukatif kepada ibu balita dengan melibatkan peran serta kader.

“Jumlah Peserta dari kegiatan Program APDC Sebanyak 10 Balita dan 10 Ibu Balita di tiap wilayah sehingga secara keseluruhan disemua titik intervensi adalah 60 balita dan 60 ibu balita,” kata Yeni.

Selain program APDC, lembaga yang sudah berkiprah sejak tahun 1993 itu memiliki setidaknya empat program utama terkait permasalahan gizi yaitu Jaringan Kesehatan Ibu dan Anak, Program Kesehatan Kawasan, Pos Kesehatan dan Sosialisai Kesehatan Reproduksi.

“Jaringan kesehatan Ibu dan Anak dengan total penerima manfaat sebanyak sebanyak 9.134 Orang, Program Kesehatan Repreduksi di Provinsi Papua sebanyak 1.547 penerima manfaat, Pos Sehat di Aceh dengan 1.146 penerima manfaat, dan yang terbesar adalah Program Kesehatan Kawasan dengan 29.312 penerima manfaat,” ujarnya.

Ketika program intervensi kesehatan pemerintah yang esensial seperti Posyandu dan Puskesmas banyak terganggu operasionalnya saat pandemi, Dompet Dhuafa meluncurkan program Posyandu Mobile.

Posyandu Mobile terdiri dari beberapa kegiatan diantaranya edukasi Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), pendampingan intervensi gizi terpusat, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Gizi seimbang, pemantauan berkala, jejaring rujukan.

“Posyandu Mobile menjadi solusi pengukuran tumbuh kembang bayi balita selama pandemi dan dukungan kader, mitra dan masyarakat menjadi hal yang strategis untuk keberlangsungan program,” kata Yeni mengakhiri pemaparannya.

Pada implementasi di lapangan program pencegahan stunting yang dilakukan oleh pemerintah atau lembaga sosial banyak menemui kendala terutama terkait sumber daya manusia. Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Desa Paseban Klaten, Al Eko Triraharjo.

“Kami mengalami kesulitan mencari Kader atau Relawan yang benar-benar siap untuk membantu program pemerintah desa terkait pencegahan stunting,” ujar Al Eko.

Walau demikian dia yakin hal tersebut bisa diatasi dengan menjalin sinergi antar kelompok masyarakat dengan pemerintahan desa. “Kunci keberhasilan program penangana stunting adalah membangun sinergi dengan berbagai pihak terkait,”tutup Al Eko. (adv)

Tags: covid-19Gizi Burukpandemi covid-19

Berita Terkait.

kongres
Nasional

Kongres Nasional Majelis Tahkim Syarikat Islam ke-42 di Surabaya, Resmi Dibuka

Senin, 19 Oktober 2026 - 00:30
ferry
Nasional

Unpad Open Golf Tournament 2026 Jadi Ajang Silaturahmi & Kontribusi Pendidikan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:23
bonaparte
Nasional

Napoleon Bonaparte Tutup Usia, Dokter Tifa: Pertemuan Minggu Lalu Jadi Kenangan Terakhir

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:02
gempa
Nasional

Gempa Berkekuatan M5,1 dan M4,1 Guncang Manggarai di NTT Berturut-turut

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:51
bima
Nasional

Jembatani Pemerintah dengan Masyarakat, Wamendagri Dorong Penguatan Peran Humas

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:11
brin
Nasional

Genjot Energi Terbarukan, BRIN: Pascapanen Ikan hingga Perkebunan Bisa Lebih Hemat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:18

OLAHRAGA

Zaskia Putri Salurante
Olahraga

Zaskia Salurante Ukir Prestasi di Polandia, FORKI Soroti Pentingnya Jam Terbang Internasional

Editor Ali Rachman
Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:24

INDOPOSCO.ID - Meraih medali dunia bukan perkara semalam. Bagi karateka muda Indonesia, Zaskia Putri Salurante, podium ketiga nomor kata perorangan...

SelengkapnyaDetails
Timnas Futsal Indonesia Gagal Bersinar di Brasil, FFI Soroti Pembenahan Tim dan Tata Kelola

Timnas Futsal Indonesia Gagal Bersinar di Brasil, FFI Soroti Pembenahan Tim dan Tata Kelola

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:39
Persija Tantang Persita di Banten, Ujian Konsistensi Sang Pemuncak Klasemen

Persija Tantang Persita di Banten, Ujian Konsistensi Sang Pemuncak Klasemen

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:59
gp

Fasilitas dari Bea Cukai Ini Bantu Kesuksesan Penyelenggaraan Moto GP Mandalika 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:42
super

Jadwal Super League Pekan 5: Persija Diuji Persita, Persib Hadapi Ancaman Persik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:01

BERITA POPULER

  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    2599 shares
    Share 1040 Tweet 650
  • Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

    1387 shares
    Share 555 Tweet 347
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    1202 shares
    Share 481 Tweet 301
  • IWBIF 2026 Digelar di Jakarta, IWAPI Dorong Pengusaha Perempuan Indonesia Go Global

    1148 shares
    Share 459 Tweet 287
  • Debut Azka Corbuzier di New York Tuai Pujian, Film “Home, Almost” Bikin Penonton Menangis

    1081 shares
    Share 432 Tweet 270
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.