• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pemerintah Kaji Beri Stimulus Industri Film

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 20 Maret 2021 - 20:08
in Nasional
indoposco

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto. Foto: Instagram/@airlanggahartarto_official

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) akan mengkaji usulan pemberian stimulus bagi industri film agar sektor ini dapat bergerak kembali dan bertahan dari dampak pandemi.

“Untuk mencari formulasi yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan maka KPC PEN akan melakukan diskusi intensif dengan kelompok kerja dari industri film,” kata Menko Perekonomian selaku Ketua KPC-PEN Airlangga Hartarto seperti dilansir Antara di Jakarta, Sabtu (20/3/2021).

BacaJuga:

Remisi Nyepi Diberikan ke 1.506 Narapidana, Ini Rinciannya

Mudik 2026: Angka Fatalitas Turun Drastis, Korban Luka Berat Justru Naik

Puncak Arus Mudik 2026: Kakorlantas Klaim Pelabuhan Merak-Ciwandan Terkendali

Usulan pemberian stimulus tersebut mengemuka usai adanya audiensi antara Menko Perekonomian dan Menteri Perindustrian dengan para insan dari industri film pada Jumat malam (19/3).

Usulan ini juga muncul mengingat pemutaran film masih bergantung dari bioskop dan tayangan melalui digital platform atau streaming belum bisa memenuhi maupun menutupi kebutuhan produksi film secara keseluruhan.

Untuk itu, skema stimulus yang muncul dirancang agar bioskop sebagai penyumbang 90 persen pemasukan industri film bisa beroperasi secara optimal, serta produser dapat memutar filmnya di bioskop dan berproduksi lagi, agar para pekerja film di semua sub sektor bisa mendapatkan penghasilan.

Bentuk stimulus yang diusulkan adalah kampanye kembali nonton di bioskop, pemberian subsidi tiket bioskop dengan skema 1 tiket berlaku 4 tiket untuk meminimalisasi kerugian dan membuat produser berani memasok kembali film, serta pemberian promo buy one get one free.

Dengan cara tersebut diharapkan bioskop yang merupakan hilir dari industri ini kembali ramai dikunjungi, sehingga ekosistem film dapat berputar, termasuk semua bidang usaha yang bergantung pada film, dan kemungkinan penciptaan lapangan pekerjaan baru.

Berdasarkan perkiraan awal, anggaran yang dibutuhkan untuk program stimulus usulan para pelaku industri film tersebut adalah sebesar Rp500 miliar.

Airlangga pun menjanjikan akan mencari formulasi yang tepat, agar pekerja yang menggantungkan hidup sektor perfilman betul-betul terbantu, bukan hanya pengusaha bioskop yang didominasi jaringan bioskop besar dan produser film.

“Dari audiensi ini saya berharap bisa mendapatkan data-data yang konkret dan akuntabel sehingga bisa mendukung pemerintah dalam mengambil keputusan, khususnya kebijakan mendukung pemulihan di sektor film,” katanya.

Dalam kesempatan kali ini, perwakilan dari perfilman menyampaikan bahwa sejak industri film diangkat dari Daftar Negatif Investasi (DNI) di tahun 2016, industri film Indonesia mengalami peningkatan 20 persen dari segi investasi.

Pada akhirnya industri film tanah air kemudian mampu tumbuh dan masuk dalam 10 industri film terbesar di dunia. Kondisi itu merupakan pencapaian tertinggi sepanjang sejarah industri perfilman Indonesia dan harapannya pencapaian tersebut tidak hanya menjadi kenangan belaka.

Sementara itu, sejak 2016, tercatat ada sebanyak 2.418 jumlah usaha yang bergerak di sub-sektor film, animasi dan video, dengan jumlah tenaga kerja pada 2019 diproyeksikan lebih dari 50.000 orang.

Audiensi ini juga dihadiri pemangku kepentingan industri film seperti Triawan Munaf, Mira Lesmana, Dian Sastro, Wicky Olindo, Joko Anwar, Dewinta Hutagaol, Sunil Samtani, Chand Parwez dan Angga Dwimas Sasongko. Juga beberapa asosiasi yang terkait dengan industri perfilman yang hadir secara daring (online). (bro)

Tags: Industri FilmKPC-PEN

Berita Terkait.

Remisi Nyepi Diberikan ke 1.506 Narapidana, Ini Rinciannya
Nasional

Remisi Nyepi Diberikan ke 1.506 Narapidana, Ini Rinciannya

Rabu, 18 Maret 2026 - 14:03
Mudik 2026: Angka Fatalitas Turun Drastis, Korban Luka Berat Justru Naik
Nasional

Mudik 2026: Angka Fatalitas Turun Drastis, Korban Luka Berat Justru Naik

Rabu, 18 Maret 2026 - 13:13
Puncak Arus Mudik 2026: Kakorlantas Klaim Pelabuhan Merak-Ciwandan Terkendali
Nasional

Puncak Arus Mudik 2026: Kakorlantas Klaim Pelabuhan Merak-Ciwandan Terkendali

Rabu, 18 Maret 2026 - 11:33
Hingga Selasa Malam Ini, 1,1 Juta Kendaraan Meninggalkan Jakarta
Nasional

Hingga Selasa Malam Ini, 1,1 Juta Kendaraan Meninggalkan Jakarta

Rabu, 18 Maret 2026 - 11:03
LPM Dompet Dhuafa Ajak Disabilitas Mental Semarakkan Ramadan
Nasional

LPM Dompet Dhuafa Ajak Disabilitas Mental Semarakkan Ramadan

Rabu, 18 Maret 2026 - 10:53
Kendaraan Tinggalkan Jakarta via MBZ Naik 101 Persen
Nasional

Kendaraan Tinggalkan Jakarta via MBZ Naik 101 Persen

Rabu, 18 Maret 2026 - 10:33

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2228 shares
    Share 891 Tweet 557
  • Dinilai Sakit Jiwa Fans ENHYPEN Dikecam karena Rencana Aksi Gangguan Terkait Hengkangnya Heeseung

    804 shares
    Share 322 Tweet 201
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    780 shares
    Share 312 Tweet 195
  • Ingin Urus Sertifikat Saat Cuti Bersama, Ini Jam Operasional di BPN Kabupaten Bekasi

    692 shares
    Share 277 Tweet 173
  • Oknum TNI Ditangkap Usai Diduga Jual Senjata Organik ke Papua Nugini

    691 shares
    Share 276 Tweet 173
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.