• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Warga Myanmar Diminta Lindungi Diri Sendiri

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 14 Maret 2021 - 17:33
in Headline
Ilustrasi. Pemrotes kudeta berlindung dari kekerasan aparat keamanan Myanmar di wilayah Nyaung-U, Myanmar, 7 Maret 2021. Gambar ini diperoleh lewat media sosial (via Reuters/Obtained by Reuters)

Ilustrasi. Pemrotes kudeta berlindung dari kekerasan aparat keamanan Myanmar di wilayah Nyaung-U, Myanmar, 7 Maret 2021. Gambar ini diperoleh lewat media sosial (via Reuters/Obtained by Reuters)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pelaksana tugas pemimpin pemerintah sipil paralel Myanmar Mahn Win Khaing Than mengatakan akan berusaha memberi orang hak hukum untuk membela diri.

Sementara itu menurut sebuah kelompok pembela hak sipil, jumlah korban tewas dalam serangkaian protes terhadap kudeta pada Februari sudah lebih dari 80 orang.

BacaJuga:

Pascaputusan MK, DKPP Belum Terima Aduan Terkait KPU Soal Syarat Pendidikan Gibran

DPR dan Pemerintah Tetapkan BPIH 2027 Rp98,46 Juta, Biaya Pelunasan Jemaah Haji Turun

Soal Bursa Panglima TNI, Maruli Tegaskan Seluruh Kepala Staf Berpeluang Sama

Mahn Win Khaing Than, yang sedang dalam pelarian bersama dengan sebagian besar pejabat senior Partai Liga Nasional untuk Demokrasi yang berkuasa, berbicara kepada publik melalui Facebook, “Ini adalah saat paling gelap dari bangsa ini dan momen fajar sudah dekat”.

Dia mengatakan pemerintah sipil akan “berusaha untuk membuat undang-undang yang diperlukan sehingga rakyat memiliki hak untuk membela diri” dari tindakan keras militer.

Hingga Sabtu (13/3/2021) lebih dari 80 orang tewas dalam aksi protes yang meluas terhadap perebutan kekuasaan oleh militer, kata kelompok advokasi Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik. Lebih dari 2.100 orang ditangkap kelompok itu.

Sedikitnya 13 orang tewas pada Sabtu (13/3/2021), yang menjadi salah satu hari paling berdarah sejak kudeta 1 Februari, kata saksi mata dan media lokal.

Lima orang tewas ditembak dan beberapa lainnya cedera ketika polisi melepaskan tembakan pada para demonstran di Mandalay, kota terbesar kedua Myanmar, kata saksi mata kepada Reuters.

Dua orang tewas di pusat kota Pyay dan dua tewas dalam tembakan polisi di Yangon. Di kota pusat perdagangan itu , tiga orang juga tewas dalam semalam, media lokal melaporkan.

“Mereka bertindak seperti berada di zona perang, sementara orang-orang tak bersenjata,” kata aktivis yang berbasis di Mandalay, Myat Thu. Dia mengatakan korban tewas termasuk seorang anak berusia 13 tahun.

Si Thu Tun, pengunjuk rasa lainnya, mengatakan dia melihat dua orang ditembak, termasuk seorang biksu Buddha. “Salah satunya terkena di tulang kemaluan, satu lagi ditembak hingga tewas,” katanya.

Seorang sopir truk di Chauk, sebuah kota di Kabupaten Magwe di Myanmar tengah, tewas setelah ditembak di dada oleh polisi, kata seorang teman keluarga korban.

Juru bicara junta tidak menjawab panggilan telepon dari Reuters untuk dimintai komentar. Siaran berita malam MRTV ,media yang dikelola junta, menyebut para pengunjuk rasa sebagai “penjahat” tetapi tidak merinci lebih lanjut.

Protes

Protes pada Sabtu (13/3/2021) meletus setelah poster-poster menyebar di media sosial yang mengajak orang-orang untuk memperingati kematian Phone Maw.

Phone Maw ditembak dan dibunuh oleh pasukan keamanan pada 1988 di tempat, yang saat itu dikenal sebagai kampus Institut Teknologi Rangoon.

Penembakan Phone Maw serta terhadap satu mahasiswa lain –yang meninggal beberapa minggu kemudian– memicu protes besar-besaran terhadap pemerintah militer. Aksi protes itu dikenal sebagai gerakan 8-8-88, karena mencapai puncaknya pada Agustus tahun itu. Diperkirakan 3.000 orang tewas ketika tentara menumpas pemberontakan.

Aung San Suu Kyi muncul sebagai ikon demokrasi selama gerakan tersebut dan ditahan di rumah selama hampir dua dekade.

Dia dibebaskan pada 2010 saat militer memulai reformasi demokrasi. Liga Nasional untuk Demokrasi memenangkan pemilihan pada 2015 dan sekali lagi pada November tahun lalu.

Tahun ini, para jenderal menggulingkan pemerintahan Suu Kyi dan menahan dia beserta banyak rekan di kabinetnya atas tuduhan terjadi penipuan dalam pemilihan November. (bro)

Tags: AungSanSuuKyiJuntaMiliterMyanmarMyanmar

Berita Terkait.

gibrann
Headline

Pascaputusan MK, DKPP Belum Terima Aduan Terkait KPU Soal Syarat Pendidikan Gibran

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:02
Wamendagri Dorong Percepatan Pemenuhan Hak Anak atas Akta Kelahiran
Headline

DPR dan Pemerintah Tetapkan BPIH 2027 Rp98,46 Juta, Biaya Pelunasan Jemaah Haji Turun

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:53
maruli
Headline

Soal Bursa Panglima TNI, Maruli Tegaskan Seluruh Kepala Staf Berpeluang Sama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:32
gibran
Headline

MK Sebut Dokumen Pendidikan Gibran Hanya Bukti Kehadiran, Bukan Ijazah Kelulusan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:36
gibran
Headline

Meski Tak DItemukan Ijazah Setara SMA, MK Tak Bisa Diskualifikasi Status Wapres Gibran

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:00
suhartoyo
Headline

Dinilai Tak Miliki Legal Standing, MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:32

OLAHRAGA

bri
Olahraga

Jelang MotoGP Mandalika, BRI Latih 500 Volunteer Kelola Sampah

Editor Dilianto
Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:19

INDOPOSCO.ID – Menjelang ajang MotoGP Mandalika 2026 pada 9–11 Oktober, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melatih 500...

SelengkapnyaDetails
Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:23
novendra

Novendra Priasmoro Berjaya, Percasi DKI Siapkan Skuad Terbaik untuk Kejurnas 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:13
PB FORKI

GGK Indonesia Diperkuat, PB FORKI Siapkan Program Bela Diri untuk Perempuan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:35
elkan

Elkan Baggott Usai Indonesia Juara: Kami adalah Raja Asia Tenggara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:07

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2714 shares
    Share 1086 Tweet 679
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1212 shares
    Share 485 Tweet 303
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    975 shares
    Share 390 Tweet 244
  • Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    965 shares
    Share 386 Tweet 241
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.