• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Tesla Halmahera

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 4 Maret 2021 - 06:01
in Disway
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

INDOPOSCO.ID – Begitu ramai pemberitaan tentang Tesla. Entah benar, entah tidak. Yang batal investasi di Indonesia. Yang pilih pindah ke India. Yang tidak jelas kapan Tesla janji ke Indonesia dan kapan janji pindah ke India.

BacaJuga:

Pengusaha Pilihan

Weda Bay

Bali Lombok

Yang jelas Indonesia memang mendekati Tesla. Agar mau tanam modal di Indonesia. Ada yang bilang untuk membangun pabrik mobil listrik. Ada juga yang bilang untuk membangun pabrik baterai saja. Tentu juga ada yang bilang dua-duanya. Sekaligus. Dari hulu ke hilir.

Akhirnya keluar penjelasan resmi dari pemerintah: Tesla belum bisa di katakan batal investasi di Indonesia. Pertama, Tesla memang belum investasi. Apanya yang batal. Rencana pun belum. Kedua, Tesla itu juga belum investasi di India. Apanya yang pindah.

Kelihatannya India dan Indonesia memang sama-sama lagi merayu Tesla. Ini terkait dengan tren mobil listrik yang kian jelas sebagai masa depan. Bahkan masa depan yang sudah di depan mata. Yang proses perjalanan ke masa depan itu kini sudah berada di tipping point. Di Norwegia, penjualan mobil listrik sudah lebih besar dari mobil bensin.

Siapakah yang akan menang merebut hati Tesla? Indonesia atau India?
Yang sudah jelas menang adalah: Tiongkok.

Tesla sudah membangun pabrik di Shanghai. Bukan lagi pabrik atau mega-pabrik, tapi giga-pabrik. Saking besarnya.

Tiongkok bisa membantunya dengan cepat: satu tahun jadi. Januari lalu sudah produksi. Sudah pula ekspor ke Eropa. Lalu langsung diputuskan: membangun giga-pabrik lagi di sebelahnya. Pun targetnya sama: satu tahun jadi.

Dengan dua giga-pabrik di Shanghai tersebut tentu Tesla tidak mudah mengambil keputusan: apakah akan membangun pabrik mobil lagi di Indonesia. Apakah tidak ekspor saja dari Shanghai. Terutama kalau proses investasi di Indonesia tidak menarik. Dan terutama kalau insentif yang ditawarkan biasa-biasa saja.

Tapi Indonesia memang punya keunggulan tersendiri: punya cadangan nikel yang sangat besar. Salah satu yang terbesar di dunia. Seperempat nikel dunia ada di Indonesia. Saingan kita adalah Australia dan Brazil.
Anda sudah tahu di mana pusat nikel di Indonesia: Sulawesi Selatan-Tenggara-Tengah. Juga ada di Pulau Halmahera ¬–sepelemparan batu dari Morowali, kalau yang melempar Hulk atau Werkudoro.

Pemerintah sekarang sudah membuktikan bisa menarik investasi mega-raksasa ke Morowali di Sulawesi-Timur –begitulah nama provinsi baru yang sedang digagas beberapa pihak. Sekitar Rp100 triliun ditanam di sana. Oleh perusahaan dari Tiongkok.

Worowali seperti disulap. Dari padang ilalang menjadi Lhokseumawe atau Bontang di masa keemasan gas masa lalu. Penambangan nikel dilakukan besar-besaran. Giga-pabrik smelter dibangun. Pelabuhan raksasa diada-adakan: modern pula. Crane-nya saja bisa mengangkat bahan baku satu tronton panjang sekali angkat.

Nikel adalah salah satu bahan baku penting baterai lithium. Itulah yang ditawarkan Indonesia ke Tesla. Juga ke raksasa baterai Tiongkok dan Korea. Indonesia bisa diandalkan sebagai sumber bahan baku.
Tapi nikel –yang di Sulawesi Timur itu tadi– tidak ada hubungannya dengan baterai. Yang serba raksasa di Morowali itu hanya untuk bahan baku stainless steel –besi tahan karat.

Proses smelter yang di Morowali itu tidak bisa dimanfaatkan untuk industri baterai. Dibelokkan pun tidak bisa. Proses untuk membuat bahan baku baterai berbeda sama sekali dengan untuk membuat bahan baku besi antikarat.

Maka untuk memproduksi bahan baku baterai diperlukan investasi baru. Mulai dari nol. Konsepnya 100 persen berbeda.

Maka kelihatannya pemerintah tidak akan menawarkan Sulawesi Timur. Saya memperkirakan pemerintah akan mendorong industri baterai itu di Pulau Halmahera. Apalagi sudah ada pelabuhan besar di Halmahera Timur. Pelabuhan baru. Umurnya sudah enam tahun, tapi belum pernah dipakai. Lumayan. Bisa menghemat investasi.

Apakah Tesla mau masuk ke investasi sejak dari nol seperti itu?
Apakah akhirnya Tiongkok juga yang akan lebih berani menghadapi tantangan berat seperti itu?

Satu-satunya harapan pada Tesla adalah kalau proyek ”dinding power bank” Tesla benar-benar dikembangkan. Yang uji cobanya sudah dilakukan di Australia: bagaimana dinding itu terbuat dari power bank saja. Yang bisa berfungsi sebagai dinding tapi juga sebagai penyimpan listrik. Listrik dari sinar matahari disimpan di dinding power bank itu. Untuk digunakan malam hari.

Masa depan power bank –kalau berhasil bisa hemat– akan mengubah sistem kelistrikan dunia.
Dan itu berarti memerlukan banyak bahan baku nikel. (*)

Tags: disway

Berita Terkait.

Kanan Dalam
Disway

Pengusaha Pilihan

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Weda Bay

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Bali Lombok

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Rocky Gerung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Polsek Baru

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Jumling Suyudi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:00

OLAHRAGA

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang
Olahraga

Mandalika Mendunia, Pertamina Apresiasi Kolaborasi di Balik Sukses MotoGP 2026

Editor Dilianto
Senin, 12 Oktober 2026 - 20:51

INDOPOSCO.ID - Kesuksesan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, bukan hanya...

SelengkapnyaDetails
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:40
Tobat Ekologis, Menag Ajak Umat Bersahabat dengan Alam

5 Emas Asian Games Jadi Alarm Evaluasi, Okto Dorong Pembenahan Sistem Olahraga

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:30
Banjir Bandang Padang, Puan Desak Perlindungan Pengungsi hingga Pemulihan Ekonomi Warga Terdampak

Andra Soni Lepas Atlet Disabilitas Banten ke Ajang Nasional: Kalian Inspirasi Kita Semua

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:55
Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:17

BERITA POPULER

  • Sinergi Bea Cukai-Bareskrim Berbuah Manis, 5 Kg Sabu Berhasil Diamankan di Bogor

    Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1063 shares
    Share 425 Tweet 266
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    930 shares
    Share 372 Tweet 233
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
  • Pengusaha Pilihan

    694 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Elnusa Perkuat Produksi Migas, HWU EHR#10 Dukung Pembukaan Kembali Sumur Idle

    667 shares
    Share 267 Tweet 167
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.