• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Usaha Gulung Tikar, Pria Ini Banting Setir untuk Lunasi Utangnya

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 26 Februari 2021 - 06:37
in Nusantara
Bowo Cahyono Nugroho.

Bowo Cahyono Nugroho.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pandemi membawa sejuta cerita. Banyak masyarakat terdampak secara ekonomi, tidak sedikit usaha gulung tikar. Salah satunya dialami oleh Bowo Cahyono Nugroho. Pria kelahiran Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini harus berurusan dengan para penagih hutang (Debt collector).

“Usaha jual beli motor dan taksi online gulung tikar. Modal usaha bersama menyebabkan saya terlilit utang hingga Rp500 juta,” beber Bowo kepada INDOPOSCO.ID, Kamis (25/2/2021).

BacaJuga:

Libur Lebaran, Polisi Siaga di Pantai dan Tempat Wisata Palu

Urai Macet di Tol Japek, Pemudik Sebut Skema Contraflow Sangat Membantu

H+1 Lebaran 2026, 46 RT di Jaktim Terendam Banjir

Setiap waktu Bowo mengaku diteror oleh para penagih utang. Hal itu menyebabkan Bowo frustasi dan stress. Tidur pun tidak nyenyak, bahkan muncul gejala yang dia rasakan serupa dengan penderita Covid-19.

“Sempet muncul gejala, saya berpikir kena Covid-19. Kan, kasihan kalau saya Covid-19 terus meninggal. Utang masih banyak. Kan kasihan keluarga, siapa yang mau bayar utang,” katanya.

Berangkat dari kondisi itulah Bowo berusaha bangkit. Ia berusaha belajar dari teman-temannya yang hanya berjualan makanan siap saji secara online. Bowo pun berusaha belajar dari literatur di media sosial.

“Saya belajar dari teman berjualan makanan siap saji secara online. Usaha warung juga gulung tikar. Awal usaha teman hanya berjualan 30 porsi dan ludes terjual. Kemudian porsi naik menjadi 50 dan kini bisa melayani pelanggan hingga 100 porsi,” terangnya.

Ia mengatakan, banyak pengalaman yang dia peroleh dari sahabat itu. Bahwa, untuk memulai usaha tidak harus memiliki tempat dan modal yang banyak.

“Saya mulai buka usaha berjualan cairan hand sanitizer dan cairan penghilang kerak lantai kecil-kecilan,” ujarnya.

Pandemi Covid-19 pun membawa berkah bagi Bowo. Di tengah kekalutan pikirannya karena terlilit utang mendorong Bowo untuk menulis. Belajar secara otodidak, Bowo menumpahkan pikiran dan perjalanan hidupnya ke dalam sebuah buku.

“Saya tidak punya modal untuk membawa ke penerbit. Berkat saran teman, saya cetak sendiri. Dengan modal Rp250 ribu hanya mencetak 2 buah buku, itu untuk saya gunakan sebagai contoh di media sosial,” ucapnya.

Tak hanya belajar menulis, pria genap 48 tahun ini mengaku belajar bagaimana memasarkan buku. Benar saja, dari promosi lewat medsos, buku “Titik Balik, Hidup Apa Adanya milik Bowo laris manis. Buku tersebut dia jual Rp95 ribu per buah.

“Caranya dengan sistem kepercayaan. Pada cetak kedua dapat pesanan 250 buah buku dan sampai saat ini sudah mencetak lebih dari 500 buah buku,” bebernya.

Dari usahanya menulis tersebut, menurut Bowo, ia mampu meraup untung hingga Rp30 hingga Rp40 juta. Bahkan dari usaha dan berjualan buku tersebut Bowo mampu melunasi utang-utangnya.“Belum lunas sih, tapi saat ini utang tinggal 50 persen,” ucapnya.

Bowo saat menutup perbincangan dengan INDOPOSCO,ID hanya berpesan agar hidup jangan hanya bermodal gengsi. Apalagi itu dipenuhi dengan cara berutang. “Pesan saya jangan hanya untuk gengsi, kita menumpuk utang,” ujarnya. (nas)

Tags: covid-19pandemi

Berita Terkait.

Libur Lebaran, Polisi Siaga di Pantai dan Tempat Wisata Palu
Nusantara

Libur Lebaran, Polisi Siaga di Pantai dan Tempat Wisata Palu

Minggu, 22 Maret 2026 - 21:45
Pemudik
Nusantara

Urai Macet di Tol Japek, Pemudik Sebut Skema Contraflow Sangat Membantu

Minggu, 22 Maret 2026 - 12:31
Banjir
Nusantara

H+1 Lebaran 2026, 46 RT di Jaktim Terendam Banjir

Minggu, 22 Maret 2026 - 11:40
Macet
Nusantara

Antisipasi Macet Parah, Skema One Way Puncak Bogor Mulai Berlaku Hari Ini

Minggu, 22 Maret 2026 - 09:08
Achmad-L
Nusantara

Gubernur Jateng: Idul Fitri Memperkuat Semangat Menatap Masa Depan

Sabtu, 21 Maret 2026 - 14:36
Salat-id
Nusantara

Salat Id Digelar di Tengah Jejak Sisa Banjir di Agam

Sabtu, 21 Maret 2026 - 11:23

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2665 shares
    Share 1066 Tweet 666
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    918 shares
    Share 367 Tweet 230
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    860 shares
    Share 344 Tweet 215
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    830 shares
    Share 332 Tweet 208
  • Oknum TNI Ditangkap Usai Diduga Jual Senjata Organik ke Papua Nugini

    713 shares
    Share 285 Tweet 178
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.