• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pendiri Ingin Demokrat Kembali sebagai Partai Modern dan Terbuka

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 23 Februari 2021 - 19:35
in Nasional
Kampanye Partai Demokrat di Jakarta pileg 2019 lalu. Foto: demokrat.or.id

Kampanye Partai Demokrat di Jakarta pileg 2019 lalu. Foto: demokrat.or.id

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Salah satu Pendiri Partai Demokrat Max Sopacua mengatakan, sejak awal Partai Demokrat didirikan sebagai partai modern dan terbuka. Namun dalam perjalanannya tidak demikianhingga akhirnya kepercayaan masyarakat pun merosot.

“Itulah landasan kita berjuang, yang ditanamkan oleh Para Pendiri pada saat awal,” ujar dia, seperti dikutip, Selasa (23/2/2021).

BacaJuga:

Dirut Jasa Marga: Hingga hari “H” Lebaran lalin ke arah timur masih tinggi

BMKG prakirakan mayoritas kota besar di Indonesia berawan-hujan ringan

Dua Prajurit Gugur, TNI Tingkatkan Pengamanan di Maybrat

“Rekam jejaknya masih ada, saksi dan orang-orangnya masih lengkap sehat wal afiat,” lanjutnya.

Dia menjelaskan, meskipun Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menahkodai langsung sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dan kala itu masih menjabat Presiden, namun Partai Demokrat di pemilihan umum (Pemilu) 2014 perolehannya malah menurun menjadi 10,19 persen.

Bahkan setelah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) gagal dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017, SBY menobatkan AHY sebagai Komandan Tugas Utama (Kogasma) yang fungsinya memenangkan Pemilu 2019.

“Sejatinya, kemampuan AHY dalam membawa kemenangan Partai Demokrat sudah diuji-cobakan pada Pemilu 2019. Namun alhasil bukannya perolehan Partai Demokrat naik atau bertahan, tetapi malah menurun menjadi 7,7 persen,” ujar Max Sopacua, yang pernah menjadi Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, seperti dikutip, Selasa (23/2/2021).

Masih segar dalam ingatan Max, usai Kongres Pertama Partai Demokrat di Bali 2005 kemudian dilanjutkan dengan diselenggarakannya Musyawarah Daerah (Musda) di provinsi dan Musyawarah Cabang (Muscab) di kabupaten/kota. Berbondong-bondong para Gubernur dan Bupati masuk memimpin, mengambil posisi menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC).

“Dan tidak ada yang mengusik mempertanyakan, kapan kepala daerah yang bergabung ke Partai Demokrat pada saat itu, membuat KTA? Oleh karena sejatinya Partai Demokrat memang berasaskan Partai Modern dan Terbuka,” ungkapnya.

Menurutnya, sebagai akibat sinergisitas putra-putra terbaik itulah, mulai dari kepemimpinan nasional dan bergabungnya putra-putra terbaik di masing-masing daerah maka Partai Demokrat menjadi pemenang di Pemilu 2009.

“Pasca 2009, selanjutnya berubah menjadi babak baru, setelah Anas Urbaningrum digantikan SBY menjadi Ketua Umum produk KLB di Bali 2013, dan putranya Edy Baskoro Yudhoyono tetap menjadi Sekretaris Jenderal. Maka mulai saat itulah masyarakat menyetempel Partai Demokrat adalah Partai Keluarga,” ungkapnya.

“Maka inilah yang melandasi kader Partai Demokrat menggugat melalui Kongres Luar Biasa (KLB) jilid 2,” lanjut Max. (nas)

Tags: AHYpartai demokrat

Berita Terkait.

BMKG prakirakan mayoritas kota besar di Indonesia berawan-hujan ringan
Nasional

Dirut Jasa Marga: Hingga hari “H” Lebaran lalin ke arah timur masih tinggi

Senin, 23 Maret 2026 - 15:03
BMKG prakirakan mayoritas kota besar di Indonesia berawan-hujan ringan
Nasional

BMKG prakirakan mayoritas kota besar di Indonesia berawan-hujan ringan

Senin, 23 Maret 2026 - 10:41
DPD RI Soroti Pembunuhan Nakes di Tambrauw, Minta Proses Hukum Dipercepat
Nasional

Dua Prajurit Gugur, TNI Tingkatkan Pengamanan di Maybrat

Minggu, 22 Maret 2026 - 22:54
DPD RI Soroti Pembunuhan Nakes di Tambrauw, Minta Proses Hukum Dipercepat
Nasional

DPD RI Soroti Pembunuhan Nakes di Tambrauw, Minta Proses Hukum Dipercepat

Minggu, 22 Maret 2026 - 21:35
Yaqut Placed Under House Arrest, KPK Supervisory Board Urged to Probe Alleged Ethics Breach
Nasional

Arus Mudik Lebaran 2026 Aman dan Terkendali, Strategi Komprehensif Jadi Kunci

Minggu, 22 Maret 2026 - 19:46
Menag-RI
Nasional

Menag Ajak Jadikan Idul Fitri Momen Perkuat Empati dan Kepedulian Sosial

Minggu, 22 Maret 2026 - 11:20

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2667 shares
    Share 1067 Tweet 667
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    932 shares
    Share 373 Tweet 233
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    864 shares
    Share 346 Tweet 216
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    830 shares
    Share 332 Tweet 208
  • Oknum TNI Ditangkap Usai Diduga Jual Senjata Organik ke Papua Nugini

    714 shares
    Share 286 Tweet 179
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.