• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Tambang Emas Ilegal di Sulteng Kembali Marak

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 14 Februari 2021 - 20:09
in Nusantara
Dokumentasi - Sejumlah aparat gabungan membongkar sisa-sisa pondok pada penertiban lokasi pertambangan emas di Dusun Dongi-Dongi, Desa Sedoa, Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Kamis (1/9/2016). Antara/Basri Marzuki/foc/aa.

Dokumentasi - Sejumlah aparat gabungan membongkar sisa-sisa pondok pada penertiban lokasi pertambangan emas di Dusun Dongi-Dongi, Desa Sedoa, Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Kamis (1/9/2016). Antara/Basri Marzuki/foc/aa.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola mengatakan sangat prihatin melihat lokasi Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang terletak di wilayah Dongi-Dongi, Kabupaten Poso sudah kembali ramai diserbu para penambang.

“Saya tadi ketika lewat di pintu masuk lokasi PETI Dongi-Dongi, banyak sekali kendaraan roda dua dan empat yang parkir di kiri dan kanan jalan raya,” katanya di lokasi obyek wisata Danau Tambing pada Sabtu (13/2/2021).

BacaJuga:

One Way Tol Trans Jawa 2026: Prioritaskan Kelancaran Pemudik, Durasi Situasional

Arus Mudik Lebaran di Nagreg Diperkirakan Meningkat Malam Ini

Strategi Diam-Diam Pertamina Jaga Energi RI di Tengah Gejolak Timur Tengah

Gubernur Longki mengatakan juga melihat ada banyak potongan kayu di depan rumah milik warga yang ada di pintu masuk ke lokasi PETI Dongi-Dongi.

Sepertinya, kata dia, PETI Dongi-Dongi sudah kembali ramai.

“Buktinya, banyak sekali kendaraan di parkir di pinggir jalan dan saya melihat plat normor kendaraan ada DD dan DB. Itu ‘kan kendaraan dari daerah tetangga kita Sulsel dan Sulut,” kata Gubernur seperti dilansir Antara.

Dia mengaku telah banyak menerima laporan dari masyarakat termasuk soal PETI Dongi-Dongi. “Dan semua laporan masyarakat itu sudah diteruskan kepada pihak berwajib yaitu Polda Sulteng dan kemana-mana,” ujar Gubernur Longki.

Jika kawasan itu benar-benar dijaga dengan baik, tidak mungkin penambang berani untuk melakukan kegiatan.

Sayang sekali, kata dia, beberapa waktu lalu, kita sudah menanam banyak pohon di areal lokasi eks PETI Dongi-Dongi agar kawasan tersebut tidak lagi dijadikan tempat untuk menambang emas.

“Saya ‘kan ikut menanam pohon di lokasi itu. Ya sekarang ini pasti sudah tidak ada lagi pohon-pohon yang ditanam waktu lalu,” kaanya.

Sementara Kepala Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu,Jusman membenarkan bahwa PETI Dongi-Dongi sudah kembali menjadi lahan penambangan emas.

PETI Dongi-Dongi sebelumnya pada 2011-2012 sudah ditutup. Setelah ditutup,langsung ditindak lanjuti dengan penanaman berbagai jenis pohon/kayu untuk menghijaukan kembali areal tersebut.

Namun sejak Januari hingga medio Februari 2021, kembali ramai lagi diserbu para penambang yang datang dari berbagai daerah di Pulau Sulawesi.

Paling banyak, kata dia, penambang berasal dari Kotamobagu dan Bolangmongondou.

Pihaknya, kata Jusman akan segera melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait.

Karena itu, ia memohon kepada Gubernur Sulteng, Longki Djanggola untuk memberikan dorongan agar permasalahan PETI Dongi-Dongi secepatnya bisa diselesaikan.

Memang, kata dia, lokasi PETI Dongi-Dongi sekarang ini sudah seperti pasar.

Di lokasi banyak pedagang berbagai makanan dan minuman. Termasuk pedagang es tongtong ada di lokasi. (bro)

Tags: PETI Dongi-DongiSultengTambang Emas Ilegal

Berita Terkait.

JTT
Nusantara

One Way Tol Trans Jawa 2026: Prioritaskan Kelancaran Pemudik, Durasi Situasional

Kamis, 19 Maret 2026 - 09:17
Nagrek
Nusantara

Arus Mudik Lebaran di Nagreg Diperkirakan Meningkat Malam Ini

Kamis, 19 Maret 2026 - 05:28
Perwira-Pertamina
Nusantara

Strategi Diam-Diam Pertamina Jaga Energi RI di Tengah Gejolak Timur Tengah

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:42
Daihatsu
Nusantara

Temani Mudik Lebaran 2026, Daihatsu Siapkan Posko dan Bengkel Siaga di Jalur Strategis

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:32
Dealer-Siaga
Nusantara

Sambut Mudik Lebaran 2026, Mitsubishi Motors Siapkan Layanan Diler Siaga di Berbagai Jalur Perjalanan

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:02
Mudik-BRI
Nusantara

Pulang Kampung Aman dan Nyaman, BRI Berangkatkan 12.352 Pemudik dengan 238 Bus

Rabu, 18 Maret 2026 - 22:01

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2434 shares
    Share 974 Tweet 609
  • Dinilai Sakit Jiwa Fans ENHYPEN Dikecam karena Rencana Aksi Gangguan Terkait Hengkangnya Heeseung

    804 shares
    Share 322 Tweet 201
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    799 shares
    Share 320 Tweet 200
  • Oknum TNI Ditangkap Usai Diduga Jual Senjata Organik ke Papua Nugini

    703 shares
    Share 281 Tweet 176
  • Ingin Urus Sertifikat Saat Cuti Bersama, Ini Jam Operasional di BPN Kabupaten Bekasi

    696 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.