• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Miris! 5 Juta Anak Indonesia Belum Miliki Akta Kelahiran

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 11 Februari 2021 - 18:29
in Nasional
Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak, Endah Sri Rejeki

Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak, Endah Sri Rejeki

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Salah satu pemenuhan hak sipil bagi anak berupa akta kelahiran. Namun hingga saat ini masih banyak anak Indonesia yang belum memiliki akta kelahiran.

“Kami berupaya melakukan percepatan peningkatan kepemilikan akta kelahiran bagi seluruh anak Indonesia,” ujar Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak, Endah Sri Rejeki Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dalam keterangan, Kamis (11/2/2021).

BacaJuga:

Dorong Penguatan Demokrasi Berintegritas, Bawaslu RI Gelar Call for Paper HUT ke-18

Soliditas Koalisi Dipertanyakan, Aroma “Tikungan” Mengintai Prabowo

Bappenas Dorong Perempuan Perkuat Ketahanan Nasional melalui Peran Strategis

Percepatan kepemilikan akta kelahiran anak, menurutnya, untuk memberikan perlindungan anak di Indonesia. Hal ini dilakukan demi mencapai target terwujudnya 100 persen kepemilikan akta kelahiran anak Indonesia pada 2024 mendatang.

Berdasarkan data Ditjen Dukcapil, Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) pada 2020, angka kepemilikan akta kelahiran anak secara nasional mencapai 93,78 persen. Jika dibandingkan dengan total 80 juta anak Indonesia, berarti ada 6 persen atau sekitar 5 juta anak Indonesia belum memiliki akta kelahiran.

Hal tersebut disebabkan karena beberapa faktor, di antaranya, karena kondisi geografis Indonesia sehingga pelayanan akta kelahiran sulit menjangkau seluruh masyarakat. Lalu, akses internet yang sulit terjangkau. Lokasi pelayanan akta kelahiran yang jauh dari masyarakat dan faktor budaya, sosial dan adat istiadat setempat, serta kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya kepemilikan akta kelahiran.

“Sebagian masyarakat mungkin sudah paham, tapi kendalanya di status perkawinan, sehingga beberapa di antaranya enggan mengurus akta kelahiran,” kata Endah.

Endah menjelaskan, anak yang tidak memiliki akta kelahiran akan berisiko kesulitan mendapatkan akses pendidikan, dieksploitasi menjadi pekerja anak, kesulitan mengakses jaminan sosial, dimanipulasi identitasnya hingga menjadi korban perdagangan anak.

“Untuk menangani permasalahan tersebut, kami telah melakukan MoU dengan 8 Kementerian. Di antaranya Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Sosial, Kementerian Agama, dan Kemen PPPA,” bebernya.

Selama 2020 lalu, menurut Endah, Kementerian PPPA telah melakukan sosialisasi percepatan kepemilikan akta kelahiran anak secara daring di 15 provinsi dan 85 kabupaten/kota yang presentasi kepemilikan akta kelahirannya masih di bawah angka rata-rata nasional.

“Selain itu, advokasi secara daring juga dilakukan ke 13 K/L serta 8 provinsi dan 24 kabupaten/kota. Pada 2021 ini, akan dilanjutkan advokasi dan sosialisasi kepada provinsi dan kabupaten/kota,” ungkapnya. (nas)

Tags: Akta KelahiranPPPA

Berita Terkait.

bawaslu
Nasional

Dorong Penguatan Demokrasi Berintegritas, Bawaslu RI Gelar Call for Paper HUT ke-18

Kamis, 9 April 2026 - 14:04
bowo
Nasional

Soliditas Koalisi Dipertanyakan, Aroma “Tikungan” Mengintai Prabowo

Kamis, 9 April 2026 - 13:23
bappenas
Nasional

Bappenas Dorong Perempuan Perkuat Ketahanan Nasional melalui Peran Strategis

Kamis, 9 April 2026 - 10:20
menteri
Nasional

Isu Reshuffle Mencuat, Golkar Optimistis Posisi Kadernya Aman

Kamis, 9 April 2026 - 10:10
Uya-Kuya
Nasional

Tak Hanya Nutrisi, DPR Sebut Program MBG Harus Perkuat Ekonomi Lokal

Kamis, 9 April 2026 - 05:39
Dialog-Nasional
Nasional

Kolaborasi Lintas Kementerian Perkuat Kepemimpinan Perempuan dalam Strategi Pembangunan Nasional

Kamis, 9 April 2026 - 04:18

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    666 shares
    Share 266 Tweet 167
  • Prabowo Direncanakan Hadiri Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.