• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Pusbarindo Minta Pemerintah Transparan Soal Supply dan Demand Bawang Putih

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 10 Februari 2021 - 11:13
in Ekonomi
Ilustrasi.

Ilustrasi.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Stok bawang putih nasional hingga saat ini cukup. Namun memasuki Februari 2021 harga bawang putih kembali naik dari 23.600 per kilo sebelum Desember 2020 menjadi 28.350 per kilo di Januari 2021. Diperkirakan harga terus naik hingga Maret.

Komisi pengawas persaingan usaha (KPPU) sendiri sudah mengingatkan jika pemerintah segera membenahi importasi bawang putih, agar siklus kenaikan harga bawang putih tidak berulang setiap tahun. Data dari Perkumpulan Pelaku Usaha Bawang Putih dan Umbi Indonesia (Pusbarindo) stok bawang putih untuk bulan Januari-Maret 2021 masih cukup aman.

BacaJuga:

KPK Kembalikan Eks Menag Yaqut ke Rutan, MAKI: Jangan Main-Main!

Menkomdigi Ungkap Kecepatan Internet Bali Capai 105 Mbps

Pengabdian Tahun Ketiga, MIND ID Perluas Peran Indonesia dan kontribusi Global

“Stok itu sekitar 175.000 ton. Ini artinya kita aman dari Januari sampai Maret karena per bulan itu konsumsi rata-rata 47.000 per bulan, jadi dengan punya stok 175.000 ton masih cukup, apalagi dengan adanya pandemi Covid-19, menurut hemat kami stok per bulan tidak sampai 47.000 ton,” ungkap Ketua Pusbarindo Valentino dalam keterangan, Rabu (10/2/2021).

Dia mengatakan, dasar perhitungan stok bawang putih di awal 2021 berasal dari data carry over asosiasi ekportir garlic China, yang menurutnya masih ada 175.000 ton. Maka stok dinilai masih aman. “Kenaikan harga tiap tahun terjadi. Kami sudah 2 tahun minta transparansi rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) dan satuan pengawas internal (SPI). Harusnya memperhatikan supply dan demand. Kalau supply kurang pemerintah harus bisa mengantisipasi jauh-jauh sebelumnya,” terangnya.

Soal terbitnya RIPH dan SPI, lanjut Valentino, pihaknya tidak pernah mengusulkan RIPH dan SPI terbit Maret. Sebab importir, makin cepat RIPH dan SPI ada makin senang. Kenaikan harga justru dimainkan oleh distributor bukan importir. “Biasanya yang mempermainkan harga itu distributor pertama dan kedua. Kalau sampai dengan Maret belum keluar SPI biasanya mereka naikan harga,” jelasnya.

Sementara itu, Mulyadi dari Perkumpulan Pedagang Bawang Nusantara (PPBN) mengkhawatirkan peristiwa tahun-tahun sebelumnya akan terulang kembali terutama antara Januari sampai Maret. Faktanya saat ini harga sudah mulai merangkak naik, di tingkat importir sudah menyentuh 20.000 per kilo, di pedagang eceran sudah mendekati 30.000 per kilo. “Logikanya kan kalau stok cukup harusnya harga stabil,” tegas Mulyadi.

Bandingkan ketika relaksasi berlaku, dikatakan Mulyadi, di bulan April sampai Mei 2020 harga bawang putih jenis kating di pedagang pasar induk 15.000 per kilo sedangkan jenis honan atau banci 12.000 per kilo, padahal saat itu pandemi covid sedang puncak-puncaknya. Tetapi sejak relaksasi dicabut mulai akhir tahun harga bawang putih kembali naik.

“Ini menandakan sumber masalah ada di aturan RIPH dan SPI yang rentan menimbulkan kelangkaan dan gejolak harga bawang putih,” ungkapnya.

Dengan melihat pengalaman relaksasi tersebut, lanjut Mulyadi, PPBN menyarankan pemberlakuan tarifisasi untuk mencegah permainan kuota dan rente ekonomi dalam impor bawang putih. Di samping itu China sebagai ekportir juga tidak mudah mempermainkan harga. (nas)

Tags: Bawang PutihPusbarindo

Berita Terkait.

KPK Kembalikan Eks Menag Yaqut ke Rutan, MAKI: Jangan Main-Main!
Ekonomi

KPK Kembalikan Eks Menag Yaqut ke Rutan, MAKI: Jangan Main-Main!

Selasa, 24 Maret 2026 - 22:14
Menkomdigi
Ekonomi

Menkomdigi Ungkap Kecepatan Internet Bali Capai 105 Mbps

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:13
Pengabdian Tahun Ketiga, MIND ID Perluas Peran Indonesia dan kontribusi Global
Ekonomi

Pengabdian Tahun Ketiga, MIND ID Perluas Peran Indonesia dan kontribusi Global

Selasa, 24 Maret 2026 - 10:42
Emas-Batangan
Ekonomi

Selasa Ini Harga Emas Antam Tak Bergerak Tetap Rp2,843 juta/gr

Selasa, 24 Maret 2026 - 10:02
fb
Ekonomi

Haisawit dan BPDP Perkuat Kapasitas UMKM Desa Wisata Melalui Produk Turunan Sawit

Senin, 23 Maret 2026 - 16:22
PHI
Ekonomi

Jaga Ketahanan Energi, Ribuan Pekerja PHI Tetap Siaga Selama Libur Idulfitri 2026

Senin, 23 Maret 2026 - 14:16

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2671 shares
    Share 1068 Tweet 668
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    975 shares
    Share 390 Tweet 244
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    831 shares
    Share 332 Tweet 208
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    702 shares
    Share 281 Tweet 176
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.