• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Ambang Batas Harus Bangun Demokrasi yang Semarak

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 24 Januari 2021 - 19:15
in Nasional
indoposco

Ilustrasi. Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan cairan disinfektan di area Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Minggu (9/8/2020). ANTARA FOTO/Fauzan/foc.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Formulasi ambang batas parlemen dan presiden semakin membuat demokrasi semarak. Pengamat Politik Aditya Perdana mengatakan, presidential threshold atau ambang batas presiden dari tahun ke tahun memiliki pola yang sama.

Dimana, lanjut dia, partai politik (parpol) menengah ke bawah cenderung menolak presidensial threshold, sedangkan parpol besar seperti PDI Perjuangan, Gerindra, dan Golkar cenderung bertahan di sana. Bahkan ada kecenderungan untuk diperbesar angka ambang batas tersebut.

BacaJuga:

Wamen PU Tinjau Rest Area KM 57 Tol Japek Pastikan Kesiapan Pelayanan

Kemenpar Sebut Wisatawan Nusantara Jadi Penggerak Ekonomi Saat Lebaran

Kemenhub: Penerbangan Internasional Tetap Beroperasi, Maskapai Mulai Terbang Terbatas

“Polanya akan sama. Seharusnya diperhatikan pada 2019 kan ada klausul keserentakan pemilu. Jadi kalau bicara keserentakan presidential threshold ini tidak relevan,” ujar Aditya Perdana kepada INDOPOSCO.ID melalui gawai, Minggu (24/1/2021).

Dia menuturkan, makna keserentakan itu membuka peluang bagi siapa pun untuk mencalonkan diri pada saat pemilu. Namun, kesepakatan di internal DPR terkait presidential threshold menunjukkan ada kontradiksi.

“Pembahasan presidential threshold sama saja membalikan lagi, pencalonan hanya untuk kelompok-kelompok tertentu,” katanya.

Ia menegaskan, dengan presidential threshold ini cenderung ada pembatasan calon. Dan ada faktor kesengajaan yang dilakukan oleh kontestasi parpol yang sedang bersaing.

Ia menginginkan, ke depan ada perluasan untuk calon presiden dari luar parpol. Kendati upaya tersebut relatif sulit dilakukan. Apalagi parpol tetap menginginkan tidak ada calon presiden dari independen.

Sebelumnya, Anggota Baleg dan Komisi II DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Guspardi Gaus menyatakan, pihaknya akan mengusulkan agar pembahasan RUU Pemilu dihentikan saja. Hal itu dilakukan, setelah pihaknya melakukan pendalaman dan pengkajian.

“Perkembangan Pandemi Covid-19 semakin parah. Dan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kembali diperpanjang sampai Februari depan. Lebih baik kita fokus pada penanganan Pandemi Covid-19,” ujarnya. (nas)

Tags: demokrasiparpolpolitik

Berita Terkait.

Wamen PU Tinjau Rest Area KM 57 Tol Japek Pastikan Kesiapan Pelayanan
Nasional

Wamen PU Tinjau Rest Area KM 57 Tol Japek Pastikan Kesiapan Pelayanan

Rabu, 18 Maret 2026 - 03:39
Kemenpar Sebut Wisatawan Nusantara Jadi Penggerak Ekonomi Saat Lebaran
Nasional

Kemenpar Sebut Wisatawan Nusantara Jadi Penggerak Ekonomi Saat Lebaran

Rabu, 18 Maret 2026 - 01:52
Kemenhub: Penerbangan Internasional Tetap Beroperasi, Maskapai Mulai Terbang Terbatas
Nasional

Kemenhub: Penerbangan Internasional Tetap Beroperasi, Maskapai Mulai Terbang Terbatas

Selasa, 17 Maret 2026 - 23:11
Kontribusi Sektor Pariwisata terhadap PDB Tercatat 4,67 Persen, Kemenpar dan BPS Perkuat Sinergi Data TSA
Nasional

Kontribusi Sektor Pariwisata terhadap PDB Tercatat 4,67 Persen, Kemenpar dan BPS Perkuat Sinergi Data TSA

Selasa, 17 Maret 2026 - 21:31
KKP Bukukan Ekspor Ikan Rp 16,7 T dari Januari – Maret 2026
Nasional

KKP Bukukan Ekspor Ikan Rp 16,7 T dari Januari – Maret 2026

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:31
Ruang-Digital
Nasional

Koalisi Asosiasi Industri dan Masyarakat Sipil Soroti Risiko Implementasi PP TUNAS

Selasa, 17 Maret 2026 - 18:38

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2079 shares
    Share 832 Tweet 520
  • Dinilai Sakit Jiwa Fans ENHYPEN Dikecam karena Rencana Aksi Gangguan Terkait Hengkangnya Heeseung

    804 shares
    Share 322 Tweet 201
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    765 shares
    Share 306 Tweet 191
  • Ingin Urus Sertifikat Saat Cuti Bersama, Ini Jam Operasional di BPN Kabupaten Bekasi

    690 shares
    Share 276 Tweet 173
  • Sejak Usia 4 Tahun Kenalin Tata Surya, 5 Kali Raih Juara Olimpiade Sains Nasional

    958 shares
    Share 383 Tweet 240
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.