• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

SKK Migas dan KKKS Tingkatkan Nilai Tambah Produksi Gas Own Use dan Flare Gas Menjadi LNG dan LPG

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Minggu, 9 Juni 2024 - 09:03
in Ekonomi
Deputi Eksploitasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wahju Wibowo, dalam acara Rapat Kerja Produksi, Metering dan Pemeliharaan Fasilitas 2024, di Jakarta, belum lama ini. Foto: SKK Migas. Foto: SKK Migas

Deputi Eksploitasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wahju Wibowo, dalam acara Rapat Kerja Produksi, Metering dan Pemeliharaan Fasilitas 2024, di Jakarta, belum lama ini. Foto: SKK Migas. Foto: SKK Migas

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Penggunaan gas di industri hulu migas cukup besar, baik fuel gas untuk penggunaan secara langsung (own use) untuk kebutuhan operasional seperti konsumsi peralatan/fasilitas produksi maupun yang dibakar dalam bentuk flare gas karena sebagai impurities.

Dalam Rapat Kerja Produksi, Metering dan Pemeliharaan Fasilitas 2024, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) membahas upaya mengurangi zero routine flaring serta upaya meningkatkan nilai tambah produksi gas dengan memanfaatkan gas yang memiliki potensi untuk dijadikan produk turunan menjadi LNG (liquefied natural gas) dan LPG (liquified petroleum gas).

BacaJuga:

Indonesia Timur Jadi Fokus Perluasan KUR, Wamen UMKM Soroti Minimnya Debitur

Sinergi untuk Mengemaskan Indonesia, Pegadaian dan Pupuk Kaltim Jalin Kolaborasi Strategis Demi Pertumbuhan Berkelanjutan

Semangat Bring Barrel Home, PIEP Kembali Datangkan Crude Oil Aljazair ke Indonesia

Saat ini terdapat 370 flare gas stack nasional dengan total volume flare gas sebesar 207 MMSCFD dengan komposisi Metana (C1) sebesar 72,55 persen dan impurities CO2 sebesar 7,33 persen. Beberapa KKKS memiliki volume flare gas cukup besar seperti Pertamina EP, Pertamina Hulu Mahakam, BP Berau dan Pertamina EP Cepu.

Begitupula volume penggunaan fuel gas untuk own use serta gas impurities. Hal ini menjadi tantangan bagi SKK Migas dan KKKS untuk mencapai target zero routine flaring sebelum 2030 maupun optimisasi penggunaan fuel gas yang diantaranya mengganti fuel gas dengan listrik yang berasal dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Deputi Eksploitasi SKK Migas Wahju Wibowo pada acara tersebut mengatakan, saat ini SKK Migas mempunyai program konversi penggunaan fuel gas menjadi pasokan listrik yang berasal dari PLN untuk sistem penggerak di Kilang LNG Bontang.

“Jika langkah ini bisa direalisasikan, maka fuel gas yang digunakan di Kilang LNG Bontang yang mencapai 32 MMSCFD bisa dimanfaatkan dan dikomersialisasikan dalam bentuk gas pipa maupun dikonversi lebih lanjut yang memiliki nilai tambah seperti LNG,” ujarnya, seperti dikutip, Minggu (9/6/2024).

Namun Wahju menyampaikan,proses konversi fuel gas menjadi pasokan listrik dari PLN tidak mudah, tetapi optimis untuk dapat direalisasikan. Salah satu tantangannya adalah kebutuhan daya untuk hulu migas lebih tinggi dibandingkan kapasitas daya yang dimiliki oleh PLN saat ini sehingga tentu perlu investasi peralatan/fasilitas operasi dari sisi PLN.

Dia menegaskan yang tidak kalah pentingnya adalah memastikan ketersediaan pasokan listrik PLN agar 100 persen reliable dan dijamin tidak ada sama sekali pemadaman.

Di era transisi energi, peranan hulu migas akan semakin dibutuhkan, utamanya adalah gas. Oleh karenanya, Wahju mengingatkan agar engineer hulu migas berpikir secara out of the box bagaimana agar gas tidak hanya dijual dalam bentuk gas semata, tetapi dijual dalam produk gas turunan yang lebih bernilai seperti LPG.

“Memang ada proses yang harus dilakukan lagi dan investasi yang lebih banyak, tetapi dengan potensi hasil yang jauh lebih tinggi. Ketika bisa dilakukan zero routine flaring, dan juga optimisasi penggunaan fuel gas, apakah kemudian dari gas tersebut bisa diambil kandungan C3 dan C4 sebagai LPG, karena bisa dijual lebih mahal,” imbuh Wahju.

Lebih lanjut, dia menginformasikan jika selama ini harga gas dijual dengan harga sekitar 12 persen di atas Indonesia Crude Price (ICP) atau sekitar USD8 per MMBTU (Million British Thermal Unit), jika bisa dikonversi menjadi LPG maka harganya bisa menjadi sekitar USD27 per MMBTU.

Oleh karenanya, tantangan industri hulu migas adalah bagaimana bisa mengkreasi potensi gas agar memiliki nilai tambah yang lebih besar yang tentunya memberikan potensi pendapatan bagi KKKS.

“Saya memberikan tantangan bagi KKKS agar flare gas bisa dikonversi menjadi produk gas turunan berupa LPG. Tentu ada tahapan yang harus dibahas lebih mendalam, ada assessment agar tidak mengganggu operasional yang ada termasuk investasinya. Jika bisa mengambil dari flare gas yang biasanya terdapat kandungan komposisi C3 dan C4 sebagai LPG, maka KKKS akan mendapatkan tambahan pendapatan, pasokan LPG ke rakyat semakin bertambah dan Negara senang karena mengurangi impor. Mengingat saat ini 70 persen kebutuhan LPG masih impor,” terang Wahju.

“Jika SKK Migas dan KKKS mampu melakukan optimisasi penggunaan fuel gas untuk operasi produksi, mengkonversi flare gas menjadi produk turunan gas berupa LPG dan lainnya, maka ada manfaat langsung secara ekonomi yang diterima KKKS, dan menjadi langkah nyata industri hulu migas untuk mengurangi impor LPG yang saat ini telah membebani keuangan negara. Ini menjadi wujud nyata kontribusi hulu migas dalam mendukung program ketahanan energi. Bagaimana hulu migas bisa berkontribusi dengan membantu penyediaan LPG di daerah wilayah operasi melalui langkah-langkah yang saya sebutkan tadi,” pungkasnya. (rmn)

Tags: industri hulu migaskkksproduksi migasSKK Migas

Berita Terkait.

Korban Investasi Bodong Mantan Pegawai Bank Diberi Edukasi Literasi Keuangan
Ekonomi

Indonesia Timur Jadi Fokus Perluasan KUR, Wamen UMKM Soroti Minimnya Debitur

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:03
Sinergi untuk Mengemaskan Indonesia, Pegadaian dan Pupuk Kaltim Jalin Kolaborasi Strategis Demi Pertumbuhan Berkelanjutan
Ekonomi

Sinergi untuk Mengemaskan Indonesia, Pegadaian dan Pupuk Kaltim Jalin Kolaborasi Strategis Demi Pertumbuhan Berkelanjutan

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:16
Semangat Bring Barrel Home, PIEP Kembali Datangkan Crude Oil Aljazair ke Indonesia
Ekonomi

Semangat Bring Barrel Home, PIEP Kembali Datangkan Crude Oil Aljazair ke Indonesia

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:01
Kanwil-BC-Banten
Ekonomi

Perizinan Kawasan Berikat Cepat, Bea Cukai Banten Dukung Ekspansi Ekspor PT Suma Artha Perkasa

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:15
Ali-Mahsun
Ekonomi

APKLI-P Siapkan Kanal Aspirasi, Tampung Keluhan PKL dan UMKM dari Seluruh Indonesia

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:54
Penghargaan
Ekonomi

PGE Sabet ESG Leadership Award 2026, Jadi Sector Champion Infrastruktur di ASBIF

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:44

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1710 shares
    Share 684 Tweet 428
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1682 shares
    Share 673 Tweet 421
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1060 shares
    Share 424 Tweet 265
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    950 shares
    Share 380 Tweet 238
  • Hasil Piala Dunia: Spanyol Bantai Arab Saudi, VAR Selamatkan Belgia dari Kekalahan

    925 shares
    Share 370 Tweet 231
Jadwal Piala Dunia: Prancis-Norwegia Berebut Juara Grup, Belgia Buru Tiket Lolos
Olahraga

Jadwal Piala Dunia: Prancis-Norwegia Berebut Juara Grup, Belgia Buru Tiket Lolos

Editor Laurens Dami
Jumat, 26 Juni 2026 - 17:03

INDOPOSCO.ID – Persaingan di fase grup Piala Dunia 2026 memasuki babak paling menentukan. Pada Sabtu (27/6/2026), rangkaian pertandingan terakhir Grup...

SelengkapnyaDetails
Piala-Dunia

32 Besar Piala Dunia 2026: Brasil Ditantang Jepang, Belanda Jumpa Maroko

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:24
Diego-Carlos

Hasil Piala Dunia Grup D: Turki Bungkam AS, Australia Lolos Usai Tahan Paraguay

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:51
Elanga

Graham Potter Bangga dengan Perjuangan Pemain Swedia Hadapi Jepang

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:50
Nagelsman

Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:39
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.