Ekonomi

Yenny Wahid Mundur dari Komisaris Garuda Indonesia

INDOPOSCO.ID – Zannuba Ariffah Chafsoh atau yang akrab dikenal Yenny Wahid menyatakan mundur dari jabatan komisaris independen PT Garuda Indonesia (Persero).

Ia beralasan pengunduran diri itu untuk mengurangi biaya-biaya yang dikeluarkan perseroan mengingat maskapai pelat merah itu mengalami kesulitan keuangan dampak pandemi Covid-19

“Saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisi saya sebagai komisaris independen,” ucap Yenny Wahid melalui akun Instagram miliknya yang dikutip Antara di Jakarta, Jumat (13/8/2021).

anymind

Lebih lanjut ia menyampaikan rasa percaya kepada jajaran komisaris serta direksi lainnya akan bisa melanjutkan upaya yang telah dirancang bersama untuk menyelamatkan Garuda Indonesia.

“Walaupun tidak lagi bersama, saya akan selalu ada untuk Garuda apabila pikiran serta tenaga saya dibutuhkan,” ucap Yenny Wahid.

“Memang sangat sedih sekali karena walaupun awalnya saya agak setengah segan untuk masuk ke Garuda Indonesia, ternyata begitu di dalam malah jatuh cinta walaupun masalahnya seabrek-abrek,” tambahnya.

Yenny Wahid berterus terang keputusan mengundurkan diri bukan perihal yang gampang, namun opsi untuk mundur menjadi wujud upaya kecil untuk menyelamatkan keuangan Garuda Indonesia agar tetap bisa mengudara.

“Semoga ini ada manfaatnya untuk Garuda agar bisa lebih banyak lagi terjadi efisiensi biaya, penghematan biaya- biaya ke depannya agar Garuda bisa terus mengudara dengan perkasa,” ucap Yenny Wahid.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan Garuda Indonesia hanya sebesar 1,49 miliar dolar AS hingga akhir 2020 atau anjlok 67,40 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Situasi itu membuat rugi bersih perseroan dari awalnya 38,94 juta dolar AS pada 2019 membengkak menjadi 2,44 miliar dolar AS pada tahun lalu.

Pemerintah lantas memilih opsi untuk melakukan restrukturisasi untuk menyelamatkan kondisi keuangan maskapai pelat merah tersebut.

Kementerian BUMN membuka opsi penyuntikan dana melalui Penanaman Modal Negara (PMN) sebagai salah satu strategi untuk menyelesaikan utang perseroan. (Mg2)

Sponsored Content
Back to top button