Nasional

Wirausaha Pangan Masa Depan Pertanian Indonesia

INDOPOSCO.ID – Pangan menjadi isu yang paling strategis di samping energi, manakala badai pandemi menerpa hampir di seluruh negara di dunia. Sebab ancaman krisis pangan bukan main-main jika hal itu terjadi.

Keberlanjutan hidup manusia akan berada dalam ancaman serius apabila isu soal pangan tidak ditindaklanjuti dengan lebih serius dan fokus.

Maka tak heran kemudian, Pemerintah Indonesia melakukan beragam terobosan untuk dapat menemukan cara terbaik agar persoalan pangan bisa teratasi.

Berita Terkait

Di Tanah Air, keberlanjutan pangan tidak terlepas dari dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bergerak di sektor pertanian.

Terlebih pada 2030 Indonesia akan menikmati bonus demografi dimana jumlah generasi mudanya akan lebih banyak daripada generasi senior pendahulunya.

Oleh karena itulah, saat-saat ini menjadi waktu yang tepat untuk mempersiapkan generasi muda tanah air agar menjadi SDM pertanian atau wirausaha muda pangan yang memiliki kemampuan soft skill serta hard skill yang baik.

Soft skill merupakan atribut bawaan sebagai individu, yang diperoleh melalui interaksi dengan orang lain dan peka terhadap lingkungan, sedangkan hard skill merupakan sesuatu yang bisa diraih dan dipelajari.

Kemampuan hard skill ini dapat diperoleh dari pendidikan serta pelatihan, magang, bimbingan teknis dan program sertifikasi. Sedangkan soft skill adalah kepribadian serta atribut personel dan kemampuan komunikasi.

Keduanya sama penting dalam upaya mencetak lebih banyak wirausaha muda pangan atau mereka, anak muda, yang terjun ke dunia pertanian. Sekaligus menjadikan sektor pertanian sama bergengsinya dengan sektor lain, sehingga menarik minat anak muda untuk menggelutinya.

Program YESS

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo termasuk sosok yang menaruh perhatian tinggi terhadap pengembangan kualitas SDM pertanian.

“Rancangan yang tepat, untuk mengetahui big picture dari kompetensi SDM yang dibutuhkan dari masing-masing subsektor pertanian seperti tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan,” ungkap Mentan melalui Antara.

Untuk itu pihaknya melalui Badan Peyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) berupaya meningkatkan kualitas SDM khususnya di wilayah pedesaan.

Salah satu yang dikembangkan untuk mendukung tujuan besar ini yakni program Youth Entrepreurship and Employment Support Service (YESS). Program YESS merupakan proyek percontohan pengembangan generasi muda dan regenerasi petani di pedesaan melalui penyediaan fasilitas dan bimbingan kepada generasi muda untuk menjadi wirausahawan atau tenaga kerja yang profesional di sektor pertanian.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mengungkapkan sudah saatnya generasi muda untuk mengambil peranan dalam pembangunan pertanian.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button