Headline

WHO Temukan Sepuluh Varian Baru Covid-19

INDOPOSCO.ID – Data Ourworlddata.org sedikitnya 2,42 juta kasus dan 63.760 meninggal di Indonesia dengan rata-rata angka kematian di atas 500 jiwa setiap hari dalam seminggu ini.

Wakil Direktur Rumah Sakit (RS) Triadipa dr. Donny M. Shalahuddin mengatakan, penyebaran virus Covid-19 di Indonesia memasuki gelombang kedua dengan angka kematian yang meningkat signifikan setiap hari.

“Ini disebabkan oleh mutasi virus untuk bertahan hidup. Virus lebih mudah menempel pada reseptor sel di saluran pernapasan dan pada organ tubuh yang menyebabkan lebih mudah terjadi peradangan, terutama saluran pernafasan,” ujar dr Donny M Shalahuddin dalam acara daring, Minggu (12/7/2021).

Dia mengungkapkan, mobilitas masyarakat menjadi faktor utama penularan Covid-19. Apalagi abai menerapkan protokol kesehatan (Prokes). “Saat ini WHO telah mendeteksi setidaknya 10 varian virus Covid-19 yang telah bermutasi,” katanya.

“Varian mutasi Covid-19 tersebut di antaranya: Alpha, Beta, Gamma, Delta, Epsilon, Zeta, Eta, Theta, Iota dan varian Kappa,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, pada umumnya seluruh varian Covid-19 menyebabkan gejala yang hampir sama. Sehingga untuk pencegahan harus dilakukan langkah yang sama yaitu, testing, tracing, treatment (3T).

Selain itu, ujar dia, Prokes tetap dilakukan dengan memakai masker, menjaga jarak, menjaga kebersihan. Dan menjaga imunitas, mengobati komorbid, mengikuti vaksinasi, memperhatikan durasi dan ventilasi di dalam ruangan saat pertemuan.

“Perlu memperhatikan aturan saat isolasi mandiri (Isoman) dengan memperhatikan gejala yang terjadi pada tubuh,” ucapnya.

Hal yang sama diungkapkan Direktur Utama PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) Rudiyanto. Dia mengatakan, kasus Covid-19 meningkatkan signifikan.

“Kebijakan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menginstruksikan agar melakukan pencegahan penularan Covid-19,” katanya.

Ia mengimbau, agar masyarakat tidak termakan berita hoax. Pasalnya, penanganan pandemi Covid-19 selama satu tahun lebih masyarakat masih kerap menyebar pesan yang berisi berita hoax. (nas)

Sponsored Content
Back to top button